Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 26 September 2018 14:02
DPRD Kampar Sahkan APBD-P 2018

Rabu, 26 September 2018 13:45
Buka Pelatihan TPID, Kadis PMD Kampar Minta Penggunaan Dana Desa Bermanfaat bagi Masyarakat

Rabu, 26 September 2018 12:56
Belum Tersangka, Terduga Penghina UAS Bakal Diperiksa Lagi

Rabu, 26 September 2018 12:52
Dewan Pertanyakan Ada Caleg Gunakan Mobnas Pemkab Kuansing

Rabu, 26 September 2018 12:48
Sekda Lepas Pawai Taaruf dan Bula Bazar MTQ Kecamatan Mandah

Rabu, 26 September 2018 12:46
Sepekan Berlalu, Pemutusan Listrik di SMPN 8 Mandau Belum Ada Solusi

Rabu, 26 September 2018 12:40
Meski Satu Seksi, Plt Gubri Berharap Proyek Tuntas Semasa Kepmimpinannya

Rabu, 26 September 2018 11:45
PN Bengkalis Vonis Mati Dua Pembawa 10 Kilogram Sabu

Rabu, 26 September 2018 11:41
Dewan Minta Aparat Carikan Solusi Kemacetan di Sekitar Gedung DPRD Riau

Rabu, 26 September 2018 10:39
Kadis DPM-PTSP Pekanbaru Pastikan: Pengurusan Izin IMB Lebih Mudah


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 11 Maret 2018 20:36
Serangan Harimau di Inhil,
Kapolres Himbau Warga Disekitar Lokasi Selalu Waspada


Jajaran Polres Inhil bersama instansi terkait mulai membahas penanganan serangan harimau di Desa Tanjung Simpang. Warga diminta tetap waspada.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Kapolres Indragiri Hilir AKBP. Christian Rony SIK MH menghimbau warga yang bermukim di sekitar perkampungan TKP mengganasnya harimau di RT 038 Sinar Danau Dusun Simpang Kanan Desa Tanjung Simpang Kec6 amatan Pelangiran agar lebih berhati - hati, menjelang dilakukan operasi pengembalian si raja hutan itu ke habitatnya.

"Saya dan Plt Bupati Indragiri Hilir telah berkoordinasi guna membahas langkah - langkah yang akan diambil dalam hal pengembalian harimau itu, ke habitatnya,'' kata AKBP Christian Rony, Sabtu (11/3/18).

Namun demikian, untuk langkah pertama Kapolres telah memberikan instruksi kepada Kapolsek Pelangiran dan stake holder terkait di Kecamatan Pelangiran sudah mulai membahas operasi pengusiran atau jika perlu menangkap harimau tersebut hidup hidup. Langkah itu untuk memastikan, opsi pelepasliaran binatang buas itu ke hutan belantara habitatnya dapat dilakukan dengan segera.

"Kepada masyarakat disana kalau keluar rumah haruslah berombongan serta selalu waspada," tambahnya.

Sudah menjadi kebiasaan dari kucing besar ini, sebelum dapat memakan mangsanya dia akan belum mau meninggalkan daerah tersebut, bahkan akan kembali mencari objek perburuan yang baru.

Dalam dua bulan terakhir, 2 orang warga di Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran, telah menjadi korban serangan mematikan harimau ganas itu. Serangan terakhir, Sabtu (10/3/18) telah menyebabkan Yusri Efendi meninggal dunia.***(mar).

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Hampir Semua di Inhil, Mumcul 38 Titik Api di Riau
- Kemarau, Petani Kuansing Keluhkan Susutnya Air Bendungan Batang Pangean
- Sebanyak 23 Hotspot Terpantau di Sumatera, 12 Diantaranya Ada di Riau
- Kolam Taman Jalur Jadi Sasaran Tempat Pembuangan Sampah
- Hewan Penular Rabies di Bengkalis Divaksin Besok
- 2018, 22 Ribu Ha Kebun Sawit di Riau Direplanting
- Kadis PUPR Pekanbaru Sebut Kesdaran Warga Masih Minim Lindungi Sungai


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com