Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Senin, 25 Juni 2018 21:14
Perintahkan Sekdako Tuntaskan Kemelut PJU,
Walikota Firdaus: Itu Uang Rakyat, Tak Bisa Seenaknya


Senin, 25 Juni 2018 20:22
Khawatirkan Tindakan Kriminal, Gubri Harap Pemko dan PLN Bisa Duduk Bersama

Senin, 25 Juni 2018 20:18
Dua Hari Tenggelam, Mayat Aca Timbul di Tengah Sungai Siak saat Azan Maghrib

Senin, 25 Juni 2018 20:14
10 TPS di Kecamatan Sungai Sembilan Masuk Kategori Rawan

Senin, 25 Juni 2018 19:20
Bupati Yopi Bakal Lantik Sekda Inhu

Senin, 25 Juni 2018 19:17
Solusi Kemacetan di Pekanbaru,
Gubri Tinjau Pembangunan Dua Proyek Fly Over


Senin, 25 Juni 2018 19:11
Tuntut Pengembalian Lahan dari PT SBAL,
Ratusan Warga Koto Aman Ancam Bermalam di Depan Kantor Bupati Kampar


Senin, 25 Juni 2018 19:06
Hadapi Pilkada, Demokrat Riau Bentuk Tim Satgas Ronda

Senin, 25 Juni 2018 18:02
Parkir Lupa Pasang Rem Tangan, Mobil di Pekanbaru ini Terjun ke Parit

Senin, 25 Juni 2018 17:58
Korupsi Dana Pendidikan PNS,
Sekda Kuansing Divonis 15 Bulan dan Bendahara 18 Bulan Penjara



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 11 Maret 2018 20:36
Serangan Harimau di Inhil,
Kapolres Himbau Warga Disekitar Lokasi Selalu Waspada


Jajaran Polres Inhil bersama instansi terkait mulai membahas penanganan serangan harimau di Desa Tanjung Simpang. Warga diminta tetap waspada.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Kapolres Indragiri Hilir AKBP. Christian Rony SIK MH menghimbau warga yang bermukim di sekitar perkampungan TKP mengganasnya harimau di RT 038 Sinar Danau Dusun Simpang Kanan Desa Tanjung Simpang Kec6 amatan Pelangiran agar lebih berhati - hati, menjelang dilakukan operasi pengembalian si raja hutan itu ke habitatnya.

"Saya dan Plt Bupati Indragiri Hilir telah berkoordinasi guna membahas langkah - langkah yang akan diambil dalam hal pengembalian harimau itu, ke habitatnya,'' kata AKBP Christian Rony, Sabtu (11/3/18).

Namun demikian, untuk langkah pertama Kapolres telah memberikan instruksi kepada Kapolsek Pelangiran dan stake holder terkait di Kecamatan Pelangiran sudah mulai membahas operasi pengusiran atau jika perlu menangkap harimau tersebut hidup hidup. Langkah itu untuk memastikan, opsi pelepasliaran binatang buas itu ke hutan belantara habitatnya dapat dilakukan dengan segera.

"Kepada masyarakat disana kalau keluar rumah haruslah berombongan serta selalu waspada," tambahnya.

Sudah menjadi kebiasaan dari kucing besar ini, sebelum dapat memakan mangsanya dia akan belum mau meninggalkan daerah tersebut, bahkan akan kembali mencari objek perburuan yang baru.

Dalam dua bulan terakhir, 2 orang warga di Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran, telah menjadi korban serangan mematikan harimau ganas itu. Serangan terakhir, Sabtu (10/3/18) telah menyebabkan Yusri Efendi meninggal dunia.***(mar).

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Diguyur Hujan, Kantor Bawaslu Riau Kebanjiran
- Hujan Angin Tumbangkan Tenda Launching Mulok Budaya Melayu di Kantor Gubri
- Sekubik Pasir Pulau Rupat Dijual Rp250 Ribu di Pulau Bengkalis
- 4 Warga Riau Korban Kapal Tenggelam di Danau Toba Belum Ditemukan
- BPBD Inhil Ingatkan Warga Waspada Longsor Susulan
- Longsor Ancam Jalan Nasional di Inhill, Dinas PUPR Riau Langsung Berkoordinasi Dengan PJN
- Diprediksi, Gerimis Menguyur Sebagian Besar Wilayah Riau Nant Malam


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com