Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 26 September 2018 14:21
Pemprov Riau Diingatkan utuk Tak Sembarang Merasionalisasi Anggaran Kegiatan

Rabu, 26 September 2018 14:02
DPRD Kampar Sahkan APBD-P 2018

Rabu, 26 September 2018 13:45
Buka Pelatihan TPID, Kadis PMD Kampar Minta Penggunaan Dana Desa Bermanfaat bagi Masyarakat

Rabu, 26 September 2018 12:56
Belum Tersangka, Terduga Penghina UAS Bakal Diperiksa Lagi

Rabu, 26 September 2018 12:52
Dewan Pertanyakan Ada Caleg Gunakan Mobnas Pemkab Kuansing

Rabu, 26 September 2018 12:48
Sekda Lepas Pawai Taaruf dan Bula Bazar MTQ Kecamatan Mandah

Rabu, 26 September 2018 12:46
Sepekan Berlalu, Pemutusan Listrik di SMPN 8 Mandau Belum Ada Solusi

Rabu, 26 September 2018 12:40
Meski Satu Seksi, Plt Gubri Berharap Proyek Tuntas Semasa Kepmimpinannya

Rabu, 26 September 2018 11:45
PN Bengkalis Vonis Mati Dua Pembawa 10 Kilogram Sabu

Rabu, 26 September 2018 11:41
Dewan Minta Aparat Carikan Solusi Kemacetan di Sekitar Gedung DPRD Riau


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 12 Maret 2018 13:08
Beri Kompensasi, Dewan Pelalawan Nilai PT MAS Akui Cemari Sungai Kerumutan

Kesediaan PT MAS memberikan kompensasi pada masyarakat Desa Tambun dinilai wakil rakyat di Pelalawan sebagai pengakuan telah mencemari lingkungan. Berarti benar selama ini perusahaan tersebut buang limbah di Sungai Kerumutan.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Anggota DPRD Pelalawan Nazzarudin Arnazh menilai pemberian kompensasi oleh manajemen PT Makmur Andalan Sawit (MAS) terhadap warga Desa Tambun, Kecamatan Bandar Petalangan sebuah pembenaran pihak perusahaan membuang limbah ke sungai Kerumutan.

"Mau berikan kompensasi berarti benar pihak perusahaan, sudah melakukan pembuangan limbah ke sungai Kerumutan itu," tulis Nazzarudin Arnazh melalui pesan whattsappnya, Senin (12/3/18) menyikapi pemberian kompensasi PT MAS kepada warga desa Tambun.

Idealnya, kata politisi dari partai PAN tersebut, pemberian bantuan oleh pihak perusahaan bukan setelah terjadi kasus seperti ini.

"Ini namanya sama saja, bantuan hanya untuk menenangkan masyarakat sesaat saja," tegas dia.

Ditempat terpisah, Manajer PT MAS, Bintang Tulus Siregar meluruskan bahwa pemberian bantuan kepada warga desa Tambun bukanlah sebuah kompensasi dari tuntutan warga dugaan terjadi pencemaran Kerumutan.

"Bukanlah itu kompensasi melainkan, CSR kita," tandasnya singkat.

Sebelumnya, mantan Kades Tambun Hendri mengaku bahwa warganya dipanggil oleh manajemen PT MAS untuk besilahturahmi sekaligus mendudukkan realisasi tuntutan bantuan warga.

Pada pertemuan tersebut bereterus terang tidak lagi membahas pencemaran sungai Kerumutan yang terjadi berulang-ulang diduga oleh limbah perusahaan.

"Iya, kami diminta datang hadir ke kantornya, untuk bersilahturahmi mendudukkan tuntutan warga kepada pihak perusahaan," jelas Hendri melalui telepon genggamnnya. Dari sebelas tuntutan warga tujuh diantaranya dikabulak pihak perusahaan. Diantara tuntutan yang dikabulkan kata pria bertubuh tegap ini, bantuan renovasi masjid, pembangunan tiga buah kolam bagi para nelayan.

Bantuan untuk kegiatan pemuda 500 ribu setiap bulan, bantuan untuk pengurus masjid Tambun 500 ribu perbulan, pembangunan MCK kamar mandi, pembangunan tepian mandi dan pembangun irigasi dan bantuan lain-lainnya.

"Kami bersyukur sekali. Mulusnya, bantuan yang bakal direalisasikan pihak perusahaan terhitung bulan ini, berkat adanya pemberitaan dari kawan-kawan media terkait dugaan pencemaran kemarin. Jika tidak demikian, barang kali sulit terwujud," tandasnya.***(feb)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Hampir Semua di Inhil, Mumcul 38 Titik Api di Riau
- Kemarau, Petani Kuansing Keluhkan Susutnya Air Bendungan Batang Pangean
- Sebanyak 23 Hotspot Terpantau di Sumatera, 12 Diantaranya Ada di Riau
- Kolam Taman Jalur Jadi Sasaran Tempat Pembuangan Sampah
- Hewan Penular Rabies di Bengkalis Divaksin Besok
- 2018, 22 Ribu Ha Kebun Sawit di Riau Direplanting
- Kadis PUPR Pekanbaru Sebut Kesdaran Warga Masih Minim Lindungi Sungai


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com