Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 12 Desember 2018 12:55
Anggota Reses, Gedung DPRD Riau Sepi-senyap

Rabu, 12 Desember 2018 12:47
Banjir di Pelalawan Putuskan Jalan Pangkalan Kerinci-Langgam

Rabu, 12 Desember 2018 12:43
Gubri Lepas Pawai Taarif, Pemprov Siapkan Bonus Pemenang MTQ Riau ke-37

Rabu, 12 Desember 2018 11:29
Pilkades Gelombang Dua di 51 Desa di Rohul Aman dan Lancar

Rabu, 12 Desember 2018 10:29
Pemkab Kuansing Bantu 30 Ton Beras pada Korban Banjir

Rabu, 12 Desember 2018 10:05
Kukang Korban Banjir Dilepas Liarkan BKSDA Riau

Rabu, 12 Desember 2018 09:45
BUMD Bakal Padukan Gerai Makan Pelalawan Bakal dengan Lapangan Futsal

Rabu, 12 Desember 2018 09:13
2019 Keuangan Membaik, Pengetatan Anggaran Pemprov Riau Lebih longgar

Selasa, 11 Desember 2018 22:00
Pelantikan PWI Bengkalis Bakal Dihadiri Ketum Pusat

Selasa, 11 Desember 2018 21:55
Terseret Arus Banjir, Dua Warga Kampar Belum Ditemukan


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 13 Maret 2018 19:23
6 Kasus DBD di Bengkalis di Awal 2018

Dinkes Bengkalis laporkan adanya penurunan kasus DBD di awal tahun 2018. Dibandingkan tahun sebelumnya pada bulan yang sama, kasus ini turun signifikan.

Riauterkini-BENGKALIS- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis melaporkan, bahwa terhitung Januari hingga awal Maret 2018 ini hanya dilaporkan 6 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bengkalis. Dibandingkan dengan dua tahun terakhir pada bulan yang sama kasus DBD di daerah ini, mengalami penurunan yang sangat signifikan, karena sebelumnya bisa mencapai sekitar seratusan kasus.

“Artinya terjadi penurunan, padahal kalau kita lihat dari kebiasaan terhitung 5 tahun sebelumnya terjadi peningkatan kasus DBD, hujan panas, panas hujan, Alhamdulillah hingga memasuki pertengahan Maret ini hanya ada 6 kasus,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kabupaten Bengkalis Supardi, S.Sos, MH, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Alwizar kepada sejumlah wartawan, Selasa (13/3/18).

Menurut Alwizar, oleh karena itu pihaknya berkesimpulan peran serta seluruh komponen masyarakat sadar akan bahaya DBD ini sudah cukup tinggi. Dirinya berharap terus ada peningkatan dan semakin lebih baik kedepannya.

“Paling utama dalam pencegahan kasus DBD adalah dengan cara 3M Plus, diantaranya menutup bak penampungan air agar tidak menjadi tempat sarang dan berkembang biaknya nyamuk Aedes Aigepty, menguras bak-bak, mengubur dan plus seperti minyak anti nyamuk dan sebagainya, menjaga kebersihan rumah,” katanya lagi.

Perkembangan kasus DBD sepanjang dua tahun terakhir, pada tahun 2017 lalu dibandingkan dengan tahun 2016 menurun cukup signifikan. Pada tahun 2016 909 kasus, meninggal dunia (MD) 12 orang, pada 2017 kejadian hanya 102 kasus. Kasus tertinggi masih didominasi wilayah Kecamatan Mandau dan penyebabnya cenderung pada prilaku penampungan air hujan (PAH) tidak tertutup.

Dengan penurunan ini, Dinkes tetap berupaya terus meningkatkan kesadaran dan peran serta masyarakat untuk mencegah DBD, dengan harapan target akhir tahun 2018 mendatang, hanya ditemukan tidak lebih dari 20 kasus.***(dik)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Banjir di Pelalawan Putuskan Jalan Pangkalan Kerinci-Langgam
- Kukang Korban Banjir Dilepas Liarkan BKSDA Riau
- ‎Masyarakat Diimbau Untuk Waspada, Banjir di Bantaran Sungai Kampar Pelalawan Berpotensi Lebih Satu Bulan
- Bukit Mentawai Longsor,
Akses ke Empat Desa di Kecamatan Rokan IV Koto, Rohul Terganggu

- Banjir di Sidomlyo Dipicu Pemkab Kampar Ogah Bersihkan Sungai Kelulut
- Elevasi Menurun, Bukaan Pintu Pelimpahan PLTA Koto Panjang Dipertahankan
- ,Ratusan Rumah Terendam, Basarnas Dikerahkan Evakuasi Warga di Pekanbaru


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com