Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 25 September 2018 13:44
‎Bupati Sukiman Serahkan 10 Sertifikat Tanah Waqaf dari BPN ke Kemenag Rohul

Selasa, 25 September 2018 13:30
Krisis Air Bersih, Toilet SMPN 10 Mandau Berbau dan Kotor

Selasa, 25 September 2018 13:24
Anggaran Diajukan Rp2,4 Miliar,
Ini Nama 51 Desa di Rohul yang Akan Gelar Pilkades Serentak Desember 2018


Selasa, 25 September 2018 13:21
Tuntut Penundaan CPNS, Massa FHK2I Demo di DPRD Riau

Selasa, 25 September 2018 12:48
BKD Riau Janji Teruskan Tuntutan Pegawai Honor ke Menpan dan BKN Pusat

Selasa, 25 September 2018 12:05
Tuntut Diprioritaskan jadi PNS, Honorer K2 Geruduk Kantor Gubri

Selasa, 25 September 2018 11:46
Miliki Sabu-sabu, Emak Muda Ditangkap Polisi

Selasa, 25 September 2018 11:33
Asisten II Setdakab Inhil Buka MTQ XI Tingkat Kecamatan Pulau Burung

Selasa, 25 September 2018 09:12
Sebanyak 23 Hotspot Terpantau di Sumatera, 12 Diantaranya Ada di Riau

Selasa, 25 September 2018 07:13
Dua Atlit Sepak Takraw Bengkalis Wakili Indonesia Ikuti Kejuaraan di Thailand


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 13 Maret 2018 19:23
6 Kasus DBD di Bengkalis di Awal 2018

Dinkes Bengkalis laporkan adanya penurunan kasus DBD di awal tahun 2018. Dibandingkan tahun sebelumnya pada bulan yang sama, kasus ini turun signifikan.

Riauterkini-BENGKALIS- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis melaporkan, bahwa terhitung Januari hingga awal Maret 2018 ini hanya dilaporkan 6 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bengkalis. Dibandingkan dengan dua tahun terakhir pada bulan yang sama kasus DBD di daerah ini, mengalami penurunan yang sangat signifikan, karena sebelumnya bisa mencapai sekitar seratusan kasus.

“Artinya terjadi penurunan, padahal kalau kita lihat dari kebiasaan terhitung 5 tahun sebelumnya terjadi peningkatan kasus DBD, hujan panas, panas hujan, Alhamdulillah hingga memasuki pertengahan Maret ini hanya ada 6 kasus,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kabupaten Bengkalis Supardi, S.Sos, MH, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Alwizar kepada sejumlah wartawan, Selasa (13/3/18).

Menurut Alwizar, oleh karena itu pihaknya berkesimpulan peran serta seluruh komponen masyarakat sadar akan bahaya DBD ini sudah cukup tinggi. Dirinya berharap terus ada peningkatan dan semakin lebih baik kedepannya.

“Paling utama dalam pencegahan kasus DBD adalah dengan cara 3M Plus, diantaranya menutup bak penampungan air agar tidak menjadi tempat sarang dan berkembang biaknya nyamuk Aedes Aigepty, menguras bak-bak, mengubur dan plus seperti minyak anti nyamuk dan sebagainya, menjaga kebersihan rumah,” katanya lagi.

Perkembangan kasus DBD sepanjang dua tahun terakhir, pada tahun 2017 lalu dibandingkan dengan tahun 2016 menurun cukup signifikan. Pada tahun 2016 909 kasus, meninggal dunia (MD) 12 orang, pada 2017 kejadian hanya 102 kasus. Kasus tertinggi masih didominasi wilayah Kecamatan Mandau dan penyebabnya cenderung pada prilaku penampungan air hujan (PAH) tidak tertutup.

Dengan penurunan ini, Dinkes tetap berupaya terus meningkatkan kesadaran dan peran serta masyarakat untuk mencegah DBD, dengan harapan target akhir tahun 2018 mendatang, hanya ditemukan tidak lebih dari 20 kasus.***(dik)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Sebanyak 23 Hotspot Terpantau di Sumatera, 12 Diantaranya Ada di Riau
- Kolam Taman Jalur Jadi Sasaran Tempat Pembuangan Sampah
- Hewan Penular Rabies di Bengkalis Divaksin Besok
- 2018, 22 Ribu Ha Kebun Sawit di Riau Direplanting
- Kadis PUPR Pekanbaru Sebut Kesdaran Warga Masih Minim Lindungi Sungai
- Badai Tropis Mangkhut Usai,
Potensi Hujan Lebat di sejumlah wilayah Indonesia Meningkat

- Pekan Pertama September, Kasus DBD di Pekanbaru Sudah 242


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com