Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Kamis, 15 Nopember 2018 21:50
2019, UMK Bengkalis Diusulkan Naik 2,95% Dari Tahun Ini

Kamis, 15 Nopember 2018 20:51
Besok, Cawapres Maaruf Amin Kunjungi Riau

Kamis, 15 Nopember 2018 20:17
Dihadapan Kapolri, Plt Gubri Bersama Dirut Bank Riau Kepri Teken MoU Samsat Nasional

Kamis, 15 Nopember 2018 18:55
Pasca Banjir Dandim 0302 Inhu Tinjau Areal Perswahan di Kuansing

Kamis, 15 Nopember 2018 17:07
EMP MSSA Gelar Sosialisasi Publik Kegiatan Pemboran MSTB-02

Kamis, 15 Nopember 2018 17:04
Instruksi Pusat, Bantuan PKH Tahap 4 untuk KPM di Kuansing Dipastikan Berkurang

Kamis, 15 Nopember 2018 16:27
Lutut Isteri Disenggol,
Seorang Nelayan di Patang Parang, Inhil Bacok Tetangga


Kamis, 15 Nopember 2018 16:23
Sidang Oknum Polisi Penganiaya Pacar,
Saksi Ahli Diingatkan Hakim Tak Ikut Tentukan Pasal Dakwaan


Kamis, 15 Nopember 2018 16:14
Aksi Kirab Kota, Taruna AAL Angkatan 64 Pukau Masyarakat Dumai

Kamis, 15 Nopember 2018 16:12
Janjikan Korban Menjadi Atlet,
Pelatih Dayung di Pekanbaru ini Cabuli 2 Pelajar Dibawah Umur



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 13 Maret 2018 19:23
6 Kasus DBD di Bengkalis di Awal 2018

Dinkes Bengkalis laporkan adanya penurunan kasus DBD di awal tahun 2018. Dibandingkan tahun sebelumnya pada bulan yang sama, kasus ini turun signifikan.

Riauterkini-BENGKALIS- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis melaporkan, bahwa terhitung Januari hingga awal Maret 2018 ini hanya dilaporkan 6 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bengkalis. Dibandingkan dengan dua tahun terakhir pada bulan yang sama kasus DBD di daerah ini, mengalami penurunan yang sangat signifikan, karena sebelumnya bisa mencapai sekitar seratusan kasus.

“Artinya terjadi penurunan, padahal kalau kita lihat dari kebiasaan terhitung 5 tahun sebelumnya terjadi peningkatan kasus DBD, hujan panas, panas hujan, Alhamdulillah hingga memasuki pertengahan Maret ini hanya ada 6 kasus,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kabupaten Bengkalis Supardi, S.Sos, MH, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Alwizar kepada sejumlah wartawan, Selasa (13/3/18).

Menurut Alwizar, oleh karena itu pihaknya berkesimpulan peran serta seluruh komponen masyarakat sadar akan bahaya DBD ini sudah cukup tinggi. Dirinya berharap terus ada peningkatan dan semakin lebih baik kedepannya.

“Paling utama dalam pencegahan kasus DBD adalah dengan cara 3M Plus, diantaranya menutup bak penampungan air agar tidak menjadi tempat sarang dan berkembang biaknya nyamuk Aedes Aigepty, menguras bak-bak, mengubur dan plus seperti minyak anti nyamuk dan sebagainya, menjaga kebersihan rumah,” katanya lagi.

Perkembangan kasus DBD sepanjang dua tahun terakhir, pada tahun 2017 lalu dibandingkan dengan tahun 2016 menurun cukup signifikan. Pada tahun 2016 909 kasus, meninggal dunia (MD) 12 orang, pada 2017 kejadian hanya 102 kasus. Kasus tertinggi masih didominasi wilayah Kecamatan Mandau dan penyebabnya cenderung pada prilaku penampungan air hujan (PAH) tidak tertutup.

Dengan penurunan ini, Dinkes tetap berupaya terus meningkatkan kesadaran dan peran serta masyarakat untuk mencegah DBD, dengan harapan target akhir tahun 2018 mendatang, hanya ditemukan tidak lebih dari 20 kasus.***(dik)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Bocah Diterkam Buaya di Bonai Darussalam Ditemukan Meninggal dan Penuh Luka
- Ratusan Rumah di Dua Desa Kecamatan Rambah Samo Terendam Banjir
- Hilang Saat Mandi,
Bocah Berusia 7 Tahun di Bonai Darussalam Diduga Diterkam Buaya

- Jalan Lintas Duri - Dumai Kembali Alami Macet Horor
- Dikepung Banjir, Banyak Drainase di Pekanbaru Tersumbat
- Banjir di Inhu Kembali Telan Korban Jiwa
- Banjir di Riau, Komisi V Minta BPBD Tingkatkan Penanganan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com