Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Senin, 24 September 2018 16:18
2018, 22 Ribu Ha Kebun Sawit di Riau Direplanting

Senin, 24 September 2018 15:54
‎Ini Jawaban Bupati Sukiman Ditanya Posisi Wakil Bupati Rohul Sudah Lama Kosong

Senin, 24 September 2018 15:41
Dihadiahi Timah Panas, 2 Pelaku Curas di Duri, Bengkalis Ditangkap Polisi

Senin, 24 September 2018 15:11
Ratusan Massa Gelar Demo Peringati Hari Tani Nasional

Senin, 24 September 2018 15:00
Besok, Jaksa Kejari Rohil Bacakan Dakwaan Perkara Korupsi Danau Buatan

Senin, 24 September 2018 14:44
Bidan Klinik Cantik di Ujung Batu Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar Rumah‎nya

Senin, 24 September 2018 13:46
Walau Harga Kakau Cukup Mahal, Namun Petani Kuansing Tetap Kurang Berminat

Senin, 24 September 2018 13:13
Mendagri Baru Kirim SK Wan Thamrin Plt Gubri

Senin, 24 September 2018 12:51
Dilantik Bupati Sukiman, Abdul Haris Resmi Jabat Sekda Rohul

Senin, 24 September 2018 12:47
Ratusan Honorer K2 Adukan Nasib ke DPRD Pelalawan


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 14 Maret 2018 11:06
Rusak Parah, Warga Desa di Pucuk Rantau Desak Pemkab Kuansing Perbaiki Jalan

Sejumlah warga desa di Kecamatan Pucuk Rantau mendesak Pemkab Kuansing segera melakukan perbaikan jalan. Kerusakan parah jalan menimbulkan banyak kerugian.

Riauterkini-TELUKKUANTAN- Ruas jalan dari Pangkalan menuju Desa Sungai Besar, Kecamatan Pucuk Rantau rusak total. Bahkan Kepala Desa Sungai Besar, Rafles mengeluhkan dan memprotes kondisi jalan penghubung antar desa yang rusak parah dan hampir tidak bisa dilewati terutama pada saat musim penghujan.

Jalan dimaksud menurut Rafles, adalah ruas jalan dari Desa Perhentian Sungkai sampai Desa Pangkalan sepanjang puluhan kilometer. Terutama ruas jalan sepanjang 6 kilometer yang melintas di 5 desa yakni Desa Perhentian Sungkai, Sungai Besar, Sungai Besar Hilir, Ibul hingga Desa Pangkalan. Semuanya masuk wilayah Kecamatan Pucuk Rantau.

"Status jalan tersebut merupakan jalan kabupaten yang baru sebatas pengerasan, dibangun beberapa tahun silam. Namun, sejak dibangun hingga sekarang, jalan tersebut tidak pernah di aspal dan dilakukan perawatan oleh Pemerintah Kuansing," jelas Rafles kepada riauterkinicom, Selasa (13/3/18).

Padahal lanjut dia, kondisi jalan tersebut sudah rusak parah dan nyaris tidak bisa dilewati kendaraan baik roda dua maupun roda empat terutama pada saat musim penghujan.

"Padahal jalan tersebut merupakan jalur transportasi utama masyarakat di lima desa yakni Desa Perhentian Sungkai, Sungai Besar, Sungai Besar Hilir, Ibul dan Pangkalan. Lebih dari 500 orang tiap hari memanfaatkan jalan tersebut untuk keperluan bekerja, berdagang dan sekolah," ujarnya.

Dikatakannya, kerusakan jalan tersebut berakibat pada gangguan serius terkait dengan kegiatan interaksi sosial, pendidikan, penegakan hukum, transaksi ekonomi, termasuk gangguan akses kesehatan.


"Pada saat musim penghujan seperti sekarang, setiap hari dipastikan minimal terjadi 5-10 kali kecelakaan akibat tergelincir dari kendaraan karena kondisi jalan yang becek, licin dan berlobang. Parahnya lagi, tak jarang anak-anak batal berangkat ke sekolah karena hondanya tergelincir jatuh terhempas ke lubang lumpur," sebut Rafles.

Karenanya, mewakili masyarakat setempat lainnya, Raflis meminta kepada Pemerintah Kabupaten Kuansing melalui dinas PUPR agar segera memperbaiki jalan tersebut demi kesejahteraan masyarakat.

"Kepada Pemkab Kuansing kami minta untuk segera melakukan perbaikan pengerasan atau aspal jalan tersebut, untuk mencegah insiden kecelakaan dan sekaligus sebagai bentuk pemerataan kesejahteraan serta kepedulian pemerintah kabupaten terhadap masyarakat desa terpencil," harapnya.***(dri)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- 2018, 22 Ribu Ha Kebun Sawit di Riau Direplanting
- Kadis PUPR Pekanbaru Sebut Kesdaran Warga Masih Minim Lindungi Sungai
- Badai Tropis Mangkhut Usai,
Potensi Hujan Lebat di sejumlah wilayah Indonesia Meningkat

- Pekan Pertama September, Kasus DBD di Pekanbaru Sudah 242
- Bersama Forum RTRW, Lurah Airputih Siap Wujudkan Aksi Pekanbaru Bersih
- Dinas PUPR Pekanbaru Imbau Warga Tak Dirikan Bangunan di Bantaran Sungai
- BKSDA Riau Gelar Konsultasi Publik Penyusunan RPJP TN Zamrud


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com