Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Senin, 23 April 2018 22:10
Warga Kuala Kampar Dikejutkan Patok Hutan Lindung Misterius

Senin, 23 April 2018 22:01
Tiga Hari Menghilang Seorang Warga Inhu Ditemukan Tewas Disungai

Senin, 23 April 2018 21:12
Korupsi SPPD Fiktif Dispenda Riau, Saksi Gugup Beberkan Pemotongan 10 Persen

Senin, 23 April 2018 21:10
Mantan Bupati Kampar: Masyalah Riau Selesai Jika Syamsuar Menjadi Gubernur

Senin, 23 April 2018 20:46
Warga Desa Bongkal Malang, Inhu Minta Dibangunkan SMP ke Andi Rachman

Senin, 23 April 2018 20:05
Gesa Kantor Baru Capilduk, Bupati Bengkalis Tinjau Gedung Pujasera di Duri

Senin, 23 April 2018 20:01
Hearing Panas, Ketua DPRD Kampar Ingatkan Pemkab Jangan Cari Celah Rumahkan TBK dan RTK

Senin, 23 April 2018 19:34
Terlambat 30 Menit, UNBK di Pekanbaru Berjalan Lancar

Senin, 23 April 2018 19:31
Posko Cak Imin untuk Indonesia di Pelalawan Mulai Berdiri

Senin, 23 April 2018 18:49
Nur Wahidah: Waduk Lompatan Harimau Rohul Masih Sebatas DED


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 19 Maret 2018 11:20
Dugaan PT MAS Cemari Sungai Kerumutan, DLH Pelalawan Tunggu Hasil Uji Labor

Domas Lingkungan Hidup Pelalawan belum bisa mengambil sikap terkait dugaan PT MAS membuang limbah dan mencemari Sungai Kerumuntan. Masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sempel air.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Pelalawan sudah mengambil sampel air sungai Kerumutan yang diduga tercemar oleh limbah Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) PT Makmur Andalan Sawit (MAS) di desa Dusun Tua kecamatan Pangkalan Lesung, sebulan lalu.

Hanya saja, setelah sampel dikirim ke laboratorium kesehatan di Pekan Baru hingga saat ini, hasilnya belum diperoleh oleh pihak DLH.

"Kita sudah telpon Jumat kemarin pihak laboratorium, kata pihak labor belum keluar hasilnya," terang Kepala DLH kabupaten Pelalawan, Samsul Anwar kepada wartawan, Senin (19/3/18).

Menurut Samsul, sampel tersebut dipandang perlu untuk mengetahui baku mutu, apakah sungai Kerumutan ini tercemar oleh dugaan limbah pabrik perusahaan atau tidaknya. "Jadi kita, bersabar saja menunggu hasilnya, dari pihak labor," tandasnya.

Sebelumnya, warga desa Tambun kecamatan Bandar Petalangan ramai-ramai mencak-mencak lantaran sungai Kerumutan yang mengaliri desa mereka ditemukan ribuan ikan bergelimpangan dan mengapung mati disungai.

Peristiwa percemaran lingkungan itu, dalam satu pekan terjadi dua kali. Kondisi inilah membuat warga marah dan ramai-ramai mendatangi PMKS PT MAS yang berada dihulu sungai Kerumutan. Warga menduga penyebab ikan matinya, oleh limbah beracun yang dibuang ke sungai Kerumutan oleh pihak perusahaan.

Setelah peristiwa pencemaran ini, dua pekan kemudian komisi dua DPRD Pelalawan melakukan Sidak, ke PMKS PT MAS. Dilapangan, ditemukan sejumlah fakta yang mengejutkan.

Diantaranya, PMKS PT MAS berdekatan dengan sungai Kerumutan. Begitu pula, kolam penampungan limbah berpotensi meluap.***(feb)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
ANAPOKER
ANAPOKER GAME POKER TERBAIK BERHADIAH IPHONE X DAN SAMSUNG GALAXY NOTE 8 Yuk Gabung dan Menangkan Kesempatan Emas Ini !!! Kapan Lagi bisa dapat iPhone X Gratis :) Cara Join bisa Klik link di bawah ini : link BBM : AGENS128 WHATSAPP : 0877-8922-1725


loading...

Berita lainnya..........
- Warga Kuala Kampar Dikejutkan Patok Hutan Lindung Misterius
- Demo Penolakan Waduk Lompatan Harimau, Mahasiswa dan Polisi Bersitegang
- 44 Titik Taman Dalam Kota‎ Akan Dibangun Pemko Pekanbaru
- Ablas, Ada Lobang Menganga di Tengah Jalan Nasional di Kuansing
- Ditembak Bius Dua Kali, Akhirnya Harimau Pemangsa Dua Warga Inhil Tertangkap
- Jelang MTQ Mandau, UPT Persampahan Bersihkan Lingkungan
- PT Nagamas Palmoil Lestari Tanam Mangrove di Sungai Dumai


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.80.87.250
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com