Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Senin, 25 Maret 2019 16:30
Gulat ME Manurung Nahkodai DPP Apkasindo

Senin, 25 Maret 2019 15:33
Imra PT RAPP Bangunkan Rumah Layak untuk Andini

Senin, 25 Maret 2019 15:25
447 Pengawas TPS Kecamatan Resmi Dilantik

Senin, 25 Maret 2019 15:22
Kurang 16 Orang,
1.784 Pengawas TPS Pemilu Bengkalis Siap Bertugas


Senin, 25 Maret 2019 15:17
Hadiri Seminar Nasional di Inhil, Gubri Harapkan Kebangkitan Harga Kelapa

Senin, 25 Maret 2019 15:12
Korupsi Sarpras, Dua Mantan Pejabat Dispora Riau Diadili

Senin, 25 Maret 2019 15:05
Joker Dorong Entrepreneur Naik Hingga 7 Persen di Nusantara

Senin, 25 Maret 2019 14:01
Sempena HUT, Persit Kartika Chandra Kirana Anjangsana ke Panti Asuhan dan Warakawuri

Senin, 25 Maret 2019 13:58
Satgas Gakkum Karhutla Proses 12 tmTersangka Pembakar Lahan di Riau

Senin, 25 Maret 2019 13:55
Pemulung di Duri Temukan Jasad Bayi di Tepian Kali


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 19 Maret 2018 11:20
Dugaan PT MAS Cemari Sungai Kerumutan, DLH Pelalawan Tunggu Hasil Uji Labor

Domas Lingkungan Hidup Pelalawan belum bisa mengambil sikap terkait dugaan PT MAS membuang limbah dan mencemari Sungai Kerumuntan. Masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sempel air.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Pelalawan sudah mengambil sampel air sungai Kerumutan yang diduga tercemar oleh limbah Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) PT Makmur Andalan Sawit (MAS) di desa Dusun Tua kecamatan Pangkalan Lesung, sebulan lalu.

Hanya saja, setelah sampel dikirim ke laboratorium kesehatan di Pekan Baru hingga saat ini, hasilnya belum diperoleh oleh pihak DLH.

"Kita sudah telpon Jumat kemarin pihak laboratorium, kata pihak labor belum keluar hasilnya," terang Kepala DLH kabupaten Pelalawan, Samsul Anwar kepada wartawan, Senin (19/3/18).

Menurut Samsul, sampel tersebut dipandang perlu untuk mengetahui baku mutu, apakah sungai Kerumutan ini tercemar oleh dugaan limbah pabrik perusahaan atau tidaknya. "Jadi kita, bersabar saja menunggu hasilnya, dari pihak labor," tandasnya.

Sebelumnya, warga desa Tambun kecamatan Bandar Petalangan ramai-ramai mencak-mencak lantaran sungai Kerumutan yang mengaliri desa mereka ditemukan ribuan ikan bergelimpangan dan mengapung mati disungai.

Peristiwa percemaran lingkungan itu, dalam satu pekan terjadi dua kali. Kondisi inilah membuat warga marah dan ramai-ramai mendatangi PMKS PT MAS yang berada dihulu sungai Kerumutan. Warga menduga penyebab ikan matinya, oleh limbah beracun yang dibuang ke sungai Kerumutan oleh pihak perusahaan.

Setelah peristiwa pencemaran ini, dua pekan kemudian komisi dua DPRD Pelalawan melakukan Sidak, ke PMKS PT MAS. Dilapangan, ditemukan sejumlah fakta yang mengejutkan.

Diantaranya, PMKS PT MAS berdekatan dengan sungai Kerumutan. Begitu pula, kolam penampungan limbah berpotensi meluap.***(feb)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
ANAPOKER
ANAPOKER GAME POKER TERBAIK BERHADIAH IPHONE X DAN SAMSUNG GALAXY NOTE 8 Yuk Gabung dan Menangkan Kesempatan Emas Ini !!! Kapan Lagi bisa dapat iPhone X Gratis :) Cara Join bisa Klik link di bawah ini : link BBM : AGENS128 WHATSAPP : 0877-8922-1725


Berita lainnya..........
- Fenomena Equinox, Riau Lebih Hangat
- Hama Walang Sangit Serbu Pemumiman Warga Rohil
- Air Pasang, PKL Batu Enam Rohil Kocar-kacir Selamatkan Dagangan
- Chevron Sigap Bantu Kebakaran Lahan di Tanah Putih Tanjung Melawan Rohil
- Musim Kemarau, PDAM TD Duri Kekurangan Pasokan Air Baku
- Diguyur Hujan, Karhutla di Bengkalis Nyaris Padam Total
- Titik Api Kembali Muncul, Dewan Nilai Pemprov Riau Sedang 'Terlena'


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com