Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Senin, 25 Maret 2019 10:45
Dihadiri Menkes RI, Wagubri Buka Rakerkesda 2019

Senin, 25 Maret 2019 09:46
Disertijabkan, Decymus Resmi Gantikan SitiAstiyah Pimoin BI Riau

Senin, 25 Maret 2019 09:01
Penjelasan Pemkab Rohil Soal Tersendatnya Misi Industri Hilir Bupati Suyatno

Senin, 25 Maret 2019 08:52
500 Rider Pacu Adrenalin Jelajahi Alam.Uwo Sungai Sirih, Kuansing

Senin, 25 Maret 2019 08:42
Bawa Pengusaha, Gubri Respon Curhatan Bupati Inhil Soal Kelapa Murah

Senin, 25 Maret 2019 08:31
Kebun Kurma KKI di Tepi PLTA Kotopanjang, Kampar Mulai Berbuah

Senin, 25 Maret 2019 07:50
Fenomena Equinox, Riau Lebih Hangat

Senin, 25 Maret 2019 07:40
Gala Dinner Bersama Gubri, Bupati Inhil Kupas Potensi dan Bonanza Perkelapaan di Masa Lalu

Senin, 25 Maret 2019 07:31
Misi Industri Hilir Suyatno-Djamiludin Belum Berjalan

Ahad, 24 Maret 2019 21:14
Audit Independen, Gubri Kunjungi RSUD Tengku Sulung Bermasalah di Inhil


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 11 Mei 2018 16:57
APP dan UNAS Jakarta Teliti Cagar Biosfer GSKBB Bengkalis

APP Sinar Mas bermitra dengan Fakultas Biologi Universitas Nasional Jakarta (UNAS) untuk melakukan penelitian kekayaan Flora dan Fauna Cagar Biosfer Giam Siak Kecil–Bukit Batu (GSKBB), Bengkalis. Penelitian mencakup pemetaan dan pengidentifikasian ulang keanekaragaman hayati wilayah itu.

Riauterkini-BENGKALIS- Asia Pulp & Paper (APP Sinar Mas) bermitra dengan Fakultas Biologi Universitas Nasional Jakarta (UNAS) untuk melakukan penelitian kekayaan Flora dan Fauna Cagar Biosfer Giam Siak Kecil–Bukit Batu (GSKBB), Bengkalis, Riau.

Penelitian mencakup pemetaan dan pengidentifikasian ulang keanekaragaman hayati, setelah kajian yang sama dilakukan oleh tim Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) satu dekade lalu. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan serta mengevaluasi langkah-langkah pelestarian flora dan fauna di cagar biosfer tersebut.

Penelitian dilakukan dalam bentuk Kuliah Kerja Lapangan (KKL) 5-12 Mei 2018 di Area Inti Blok Humus, yang merupakan salah satu kawasan penting di Cagar Biosfer GSKBB. Sekitar 40 orang peserta KKL, yang terdiri dari mahasiswa dan dosen UNAS, serta petugas konservasi APP Sinar Mas di sekitar Cagar Biosfer, akan secara intensif menginventarisasi keanekaragaman hayati, mengeksplorasi pengetahuan masyarakat dalam pemanfaatan sumber daya hayati tumbuhan serta mengajarkan masyarakat sekitar cagar biosfer terhadap pentingnya menjaga dan melestarikan alam.

“APP Sinar Mas sangat terbantu dengan penelitian ini. Sebagai kawasan yang ditetapkan sebagai Cagar Biosfer oleh UNESCO sekitar 10 tahun lalu, kegiatan inventarisasi kekayaan hayati ini menjadi penting untuk memperbaiki dan mengembangkan langkah-langkah pelestarian Flora dan Faun,” ungkap Direktur Sustainability and Stakeholder Engagement APP Sinar Mas, Elim Sritaba,Jum’at (11/5/18).

Hasil penelitian ini kemudian akan melengkapi penelitian LIPI yang pernah dilakukan. Untuk penelitian secara mendalam di kawasan tersebut, diperlukan kerja sama dengan lembaga-lembaga terkait dalam mengumpulkan data dan merencanakan langkah selanjutnya.

Hasil penelitian LIPI Elim menunjukkan bahwa di dalam Cagar Biosfer GSKBB terdapat 189 spesies tumbuhan dari 113 famili dan 59 genus di antaranya terdapat anggrek macan, meranti bunga dan durian burung. Di dalam cagar juga terlacak 46 spesies mamalia, 159 spesies burung, 30 spesies ikan, 11 spesies reptil, dan 162 spesies ngengat. Beberapa spesies tersebut di antaranya adalah Beruang Madu, Harimau Sumatera, Ikan Arwana dan Buaya Muara.

Selain itu katanya Pembentukan Cagar Biosfer GSKBB, berawal dari ide APP Sinar Mas pada 2006 lalu untuk menyisihkan sebagian dari areal hutan produksi menjadi area inti cagar tersebut. Pada 2009, sidang International Coordinating Council of the Man and Biosphere UNESCO di Korea Selatan menyetujui ide APP Sinar Mas dan membentuk cagar tersebut, dengan luas area 705.271 hektar.

“Dengan diresmikannya Cagar Biosfer GSKBB, APP Sinar Mas menjadi perusahaan swasta pertama di dunia yang menginisasi pembangunan cagar biosfer UNESCO,” ujar Elim lagi.

Dekan Fakultas Biologi, Universitas Nasional, Drs. Imran Said Lumban Tobing, M.Si, mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh APP Sinar Mas. Ia meyakini kegiatan ini akan melatih mahasiswa untuk mempraktekkan ilmu yang didapat untuk dapat diaplikasikan langsung di masyarakat. Data-data yang didapat dapat dimanfaatkan oleh APP Sinar Mas untuk merencanakan berbagai langkah konservasi di masa yang akan datang.

“Data yang diperoleh dapat digunakan sebagai pembanding antara hasil pada kondisi sebelumnya dengan hasil terbaru. Hasil data baru ini dapat dikelola sebagai upaya konservasi dalam kawasan inti maupun kawasan pemanfaatan,” tutur Imran.

Dipilihnya Cagar Biosfir GSKBB ini, menurut Imran untuk segi keilmuan, Cagar Biosfir ini gaungnya sangat besar dan disokong oleh dunia internasional, bahkan manajemen pengelolaannya dikelola oleh pihak swasta.***(dik)



Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Fenomena Equinox, Riau Lebih Hangat
- Hama Walang Sangit Serbu Pemumiman Warga Rohil
- Air Pasang, PKL Batu Enam Rohil Kocar-kacir Selamatkan Dagangan
- Chevron Sigap Bantu Kebakaran Lahan di Tanah Putih Tanjung Melawan Rohil
- Musim Kemarau, PDAM TD Duri Kekurangan Pasokan Air Baku
- Diguyur Hujan, Karhutla di Bengkalis Nyaris Padam Total
- Titik Api Kembali Muncul, Dewan Nilai Pemprov Riau Sedang 'Terlena'


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com