Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 18 Juli 2018 07:34
Hendri Munief Sangat Siap Dampingi Alfedri Pimpin Kabupaten Siak

Rabu, 18 Juli 2018 05:47
Targetkan 2 Kursi di Setiap Dapil, DPC PDI-P Rohul Daftarkan 45 Bacaleg

Selasa, 17 Juli 2018 22:25
Daftarkan 45 Bacaleg, Partai Golkar Targetkan Kursi Terbanyak di DPRD Rohul

Selasa, 17 Juli 2018 22:23
Ingin Sama dengan Nomor Urut Partai, PPP Incar 10 Kursi di DPRD Riau

Selasa, 17 Juli 2018 21:48
Daftarkan Bacaleg DPRD Riau, PDI Perjuangan Targetkan 13 Kursi

Selasa, 17 Juli 2018 21:45
BMKG Deteksi 61 Hotspot di Riau

Selasa, 17 Juli 2018 20:06
Targetkan Pemenang Pileg 2019, Partai Gerindra Pelalawan Daftar ke KPU Diiringi Becak

Selasa, 17 Juli 2018 19:45
‎Target 6 Kursi di Pemilu 2019, DPC PPP Rohul Turunkan Kekuatan Penuh

Selasa, 17 Juli 2018 19:43
Hanura Incar Posisi Pimpinan DPRD Kampar pada Pileg 2019

Selasa, 17 Juli 2018 19:38
Daftarkan Bacaleg ke KPU Pekanbaru, Agung Optimis Demokrat Menangkan Pemilu


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 11 Mei 2018 17:27
BRG Beri Dai 3 Provinsi Pelatihan Restorasi Gambut

Agar lebih langsung ke sasaran, Badan Restorasi Gambut beri pelatihan restorasi gambut kepada dai se Riau, Jambi dan Sumsel.

Riauterkini-PEKANBARU-Sebagai upaya sosialisasi mengenai program restorasi gambut di Riau, Badan Restorasi Gambut melakukan edukasi dan pelatihan untuk dai dari 3 provinsi. Yaitu Riau, Jambi dan Sumsel.

Tujuannya, jika para dai memiliki pemahaman mengenai restorasi gambut, maka pemahaman itu akan langsung disampaikan kepada masyarakat dalam setiap ceramah ceramahnya.

Hal itu disampaikanKasubpokja Edukasi BRG, Deasy Efnida Westy di sela kegiatan pelatihan Dai se-Riau di salah satu hotel berbintang di Pekanbaru Jum'at (11/5/18).

Kegiatan edukasi dan pelatihan restorasi gambut bagi Dai se-Riau yang dibuka Sekda Riau, Ahmad Hijazi ini dihadiri Komisi Fatwa MUI Pusat Marifat Iman dan KH. Arwani Faisal, Sekum MUI Riau: KH. Zulhusni Domo dan PPI Universitas Nasional Jakarta Fachruddin Mangunjaya.

"Pelatihan dai ini adalah salah satu pendekatan BRG dalam mengedukasi masyarakat terkait pencegahan kebakaran gambut melalui perspektif keimanan. Dai-dai dari desa peduli gambut di regional sumatera (Riau, Jambi, Sumsel) mulai 11-14 Mei akan ada di Pekanbaru mengikuti lokalatih dai restorasi gambut," terangnya.

Menurut Deasy, Restorasi gambut yang dijalankan Badan Restorasi Gambut (BRG) menggunakan pendekatan 3R: rewetting (pembasahan kembali), revegetasi dan revitalisasi sumber mata pencaharian masyarakat. Dalam kaitan dengan pelaksanaannya di tingkat tapak bersama masyarakat , BRG menyelenggarakan Program Desa Peduli Gambut (DPG).

Pendekatan yang digunakan dalam program DPG ini adalah pembangunan desa berbasis lanskap ekosistem gambut. DPG dijalankan pada desa/kelurahan di dalam Kesatuan Hidrologis Gambut yang menjadi prioritas lokasi restorasi gambut.

BRG menargetkan 1.000 desa dan kelurahan yang berada di dalam dan sekitar areal restorasi gambut dapat didampingi di bawah naungan program DPG. Sejauh ini telah diidentifikasi ada 1.205 desa dan kelurahan di areal seluas 2,49 juta hektar yang menjadi target restorasi gambut.

Program Desa Peduli Gambut meliputi kegiatan fasilitas pembentukan kawasan perdesaan, perencanaan tata ruang desa dan kawasan perdesaan, resolusi konflik, pengakuan dan legalisasi hak dan akses, kelembagaan, penguatan pengetahuan lokal dan kesiapsiagaan masyarakat desa dalam menghadapi bencana kebakaran gambut.

Pada tahun 2017 program ini dilakukan di luar areal konsesi. Pada tahun tersebut difasilitasi pendampingan pada 75 desa dan kelurahan di 7 provinsi, yaitu Riau (11 desa), Jambi (10), Sumatera Selatan (15), Kalimantan Barat (16), Kalimantan Tengah (10), Kalimantan Selatan (10), Papua (3). Total luas wilayah desa dan kelurahan itu 1.180.441 hektar dengan areal lahan gambut yang dikelola masyarakat sekitar 878.326 hektar. Dari luas itu , 267.111 hektar menjadi target restorasi gambut.*(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- BMKG Deteksi 61 Hotspot di Riau
- Terparah di Meranti dan Bengkalis,
Luasan Karhutla di Riau Capai 2.006,91 Hektar

- Pagi Ini 29 Hotspot Terpantau di Riau
- BKSDA Pasang Kamera Trap Cari Keberadaan Harimau di Kampar
- Riau Turunkan Tiga Helikopter Padamkan Karhutla
- Sampah Menggunung, Warga Jalan Cendana Marpoyan Damai Ini Resah
- Di Dua Lokasi Berbeda, Terjadi Karlahut 23 Hektar di Pelalawan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com