Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 25 September 2018 21:56
Malam Purna Tugas Gubri, Bupati Kuansing Berikan Kain Songket dan Miniatur Jalur

Selasa, 25 September 2018 21:45
Meski Berdamai Berujung Penjara, Korban Laka di Bengkalis Ngaku Tidak Pernah Melapor ke Satlantas

Selasa, 25 September 2018 21:39
Sejumalah Warga Pertanyakan Hasil Kebun Desa Kiab Jaya, Pelalawan

Selasa, 25 September 2018 21:27
Harga Telur di Pekanbaru Turun, Ayam dan Cabe Naik

Selasa, 25 September 2018 21:05
Berkas Dana Kampanye, KPU Riau Beri Waktu Hingga Lusa

Selasa, 25 September 2018 20:55
Kicky Arityanto Jabat Kasi Intel Kejari Kuansing

Selasa, 25 September 2018 20:36
Smester Pertama 2018, Realisasi Investasi di Pekanbaru Tembus Rp 3,7 Triliun

Selasa, 25 September 2018 19:11
e-Ticketing Roro Air Putih-Sei Selari, Bengkalis Batal Diterapkan Tahun Ini

Selasa, 25 September 2018 18:53
Jambret di Pekanbaru Dihajar Massa Usai Rampas Gelang Seorang IRT

Selasa, 25 September 2018 18:48
RAPP Latih Manajemen Sekolah Fasilitator SD di Riau


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 11 Mei 2018 17:27
BRG Beri Dai 3 Provinsi Pelatihan Restorasi Gambut

Agar lebih langsung ke sasaran, Badan Restorasi Gambut beri pelatihan restorasi gambut kepada dai se Riau, Jambi dan Sumsel.

Riauterkini-PEKANBARU-Sebagai upaya sosialisasi mengenai program restorasi gambut di Riau, Badan Restorasi Gambut melakukan edukasi dan pelatihan untuk dai dari 3 provinsi. Yaitu Riau, Jambi dan Sumsel.

Tujuannya, jika para dai memiliki pemahaman mengenai restorasi gambut, maka pemahaman itu akan langsung disampaikan kepada masyarakat dalam setiap ceramah ceramahnya.

Hal itu disampaikanKasubpokja Edukasi BRG, Deasy Efnida Westy di sela kegiatan pelatihan Dai se-Riau di salah satu hotel berbintang di Pekanbaru Jum'at (11/5/18).

Kegiatan edukasi dan pelatihan restorasi gambut bagi Dai se-Riau yang dibuka Sekda Riau, Ahmad Hijazi ini dihadiri Komisi Fatwa MUI Pusat Marifat Iman dan KH. Arwani Faisal, Sekum MUI Riau: KH. Zulhusni Domo dan PPI Universitas Nasional Jakarta Fachruddin Mangunjaya.

"Pelatihan dai ini adalah salah satu pendekatan BRG dalam mengedukasi masyarakat terkait pencegahan kebakaran gambut melalui perspektif keimanan. Dai-dai dari desa peduli gambut di regional sumatera (Riau, Jambi, Sumsel) mulai 11-14 Mei akan ada di Pekanbaru mengikuti lokalatih dai restorasi gambut," terangnya.

Menurut Deasy, Restorasi gambut yang dijalankan Badan Restorasi Gambut (BRG) menggunakan pendekatan 3R: rewetting (pembasahan kembali), revegetasi dan revitalisasi sumber mata pencaharian masyarakat. Dalam kaitan dengan pelaksanaannya di tingkat tapak bersama masyarakat , BRG menyelenggarakan Program Desa Peduli Gambut (DPG).

Pendekatan yang digunakan dalam program DPG ini adalah pembangunan desa berbasis lanskap ekosistem gambut. DPG dijalankan pada desa/kelurahan di dalam Kesatuan Hidrologis Gambut yang menjadi prioritas lokasi restorasi gambut.

BRG menargetkan 1.000 desa dan kelurahan yang berada di dalam dan sekitar areal restorasi gambut dapat didampingi di bawah naungan program DPG. Sejauh ini telah diidentifikasi ada 1.205 desa dan kelurahan di areal seluas 2,49 juta hektar yang menjadi target restorasi gambut.

Program Desa Peduli Gambut meliputi kegiatan fasilitas pembentukan kawasan perdesaan, perencanaan tata ruang desa dan kawasan perdesaan, resolusi konflik, pengakuan dan legalisasi hak dan akses, kelembagaan, penguatan pengetahuan lokal dan kesiapsiagaan masyarakat desa dalam menghadapi bencana kebakaran gambut.

Pada tahun 2017 program ini dilakukan di luar areal konsesi. Pada tahun tersebut difasilitasi pendampingan pada 75 desa dan kelurahan di 7 provinsi, yaitu Riau (11 desa), Jambi (10), Sumatera Selatan (15), Kalimantan Barat (16), Kalimantan Tengah (10), Kalimantan Selatan (10), Papua (3). Total luas wilayah desa dan kelurahan itu 1.180.441 hektar dengan areal lahan gambut yang dikelola masyarakat sekitar 878.326 hektar. Dari luas itu , 267.111 hektar menjadi target restorasi gambut.*(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Kemarau, Petani Kuansing Keluhkan Susutnya Air Bendungan Batang Pangean
- Sebanyak 23 Hotspot Terpantau di Sumatera, 12 Diantaranya Ada di Riau
- Kolam Taman Jalur Jadi Sasaran Tempat Pembuangan Sampah
- Hewan Penular Rabies di Bengkalis Divaksin Besok
- 2018, 22 Ribu Ha Kebun Sawit di Riau Direplanting
- Kadis PUPR Pekanbaru Sebut Kesdaran Warga Masih Minim Lindungi Sungai
- Badai Tropis Mangkhut Usai,
Potensi Hujan Lebat di sejumlah wilayah Indonesia Meningkat



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com