Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Senin, 27 Mei 2019 15:23
H-7 Sampai H+7 Lebaran, BPJS Kesehatan Pastikan Masyarakat Tetap Dilayani

Senin, 27 Mei 2019 15:18
Pemerintahan MH Raih WTP ke-8 Kalinya

Senin, 27 Mei 2019 15:13
Ramadhan, Ratusan Warga Binaan Lapas Bengkalis Ikuti Kegiatan Religi

Senin, 27 Mei 2019 14:43
1.788 Napi di Riau Terima Remisi Idul Fitri

Senin, 27 Mei 2019 14:13
Buka Puasa Bersama KKIH Jakarta, Bupati Inhil Paparkan Program Pembangunan

Senin, 27 Mei 2019 14:10
Setiap Bulan, Disdik Pekanbaru Kumpulkan Zakat Guru Rp300 Juta

Senin, 27 Mei 2019 14:05
Terjun ke Sungai Kampar, Kandil Hilang Tenggelam

Senin, 27 Mei 2019 14:02
Hindari TB di Akhir Tahun, Pemko Pekanbaru Lakukan Rasionalisasi Anggaran

Senin, 27 Mei 2019 13:03
Mobnas ASN Bengkalis Vs Truk di Meredan, Siak

Senin, 27 Mei 2019 09:13
Hadiri Bukber Golkar Riau, Sukarmis Seolah Didaulat jadi Ketua DPRD Riau


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 30 Mei 2018 11:30
Selama Ramadhan, Produksi Sampah di Bengkalis Naik Sekitar 50 Persen

Kebersihan Pulau Bengkalis terancam sampah. Pasalnya, selama Ramadhan terjadi lonjakan produksi sampah rumah tangga hingga 50 persen.

Riauterkini-BENGKALIS- Selama Ramadhan 1439 H/2018 M, produksi sampah di beberapa kecamatan di Kabupaten Bengkalis mengalami peningkatan yang cukup drastis dibandingkan pada hari-hari biasanya.

Berdasarkan dari data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkalis, kenaikan cukup tinggi seperti produksi sampah di Kecamatan Bengkalis sebelumnya hanya sekitar 27 ton, memasuki Ramadhan ini setidaknya menjadi 41 ton pehari. Paling banyak di Kecamatan Mandau biasanya hanya 230 ton menjadi 322 ton perhari. Sedangkan untuk beberapa kecamatan lainnya produksi sampah juga mengalami kenaikan, berkisar 0,5 ton sampai 2 ton perhari dari biasanya, seperti Kecamatan Bantan dari sekitar 10 ton mencapai 10,5 ton perhari.

Menurut Kepala DLH Kabupaten Bengkalis H. Arman AA, peningkatan produksi sampah di sejumlah kecamatan itu merupakan dampak dari munculnya pedagang-pedagang dadakan dan tingginya transaksi jual beli masyarakat.

"Bukan sampah rumah tangga, sampah itu berasal dari sisa makanan, dan munculnya pedagang dadakan selama Ramadhan seperti di tepi-tepi jalan. Tidak hanya di Pulau Bengkalis tapi hampir merata di seluruh kecamatan," ungkap Arman kepada sejumlah wartawan, Rabu (30/5/18).

Meningkatnya produksi sampah ini, petugas dan angkutan yang dikerahkan untuk melakukan pembersihan juga masih seperti biasanya. Namun, ada penambahan pembilasan apabila diperlukan.

Kesempatan ini, Arman juga mengakui bahwa peran aktif masyarakat dalam pemilahan sampah organik, anorganik, basah atau kering belum memenuhi harapan.

"Kita terus mengimbau sampah dapat dipilah dan bagaimana sampah bisa menjadi uang. Saat ini belum memenuhi harapan, atau belum maksimal. Dapat saja masyarakat memilah mana sampah kering dan basah sudah cukup luar biasa," katanya lagi.***(dik)

Foto : Kepala DLH Kabupaten Bengkalis H. Arman AA (baju putih) menjelaskan data sampah.

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Lantai Jembatan Perbatasan Rohil-Dumai Rusak Parah
- Akan Dibawa ke Malaysia, 77,4 Ribu Bibit Baby Lobster Diamankan Polairud Polda Riau
- Jalan Sei Pakning-Dumai Rusak Parah, Usulan Perbaikan PUPR Bengkalis Belum Direspon Pemprov Riau
- Tim BBKSDA Riau Musnahkan Sawit di GSK
- Madu Asli Masih Bisa Ditemukan di Kuansing
- Tim Verifikasi KLA Sambangi Pekanbaru, Walikota Expos Visi dan Misi Smart City Madani
- Restorasi Ekosistem Riau Sukses jaga Habitat Satwa Dilindungi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com