Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 26 September 2018 14:58
‎DKPP Rohul Fokus Berantas Stunting dan Tingkatkan Produksi Benih Ikan

Rabu, 26 September 2018 14:53
Mantan Kadisbun Riau, Terpidana Korupsi Kebun K2i Jalani Sidang PK

Rabu, 26 September 2018 14:37
Peringati HUT ke-63 Lalu Lintas Bhayangkara, Satlantas Polres Rohul Gelar Tour De Rohul 2018

Rabu, 26 September 2018 14:33
Ini Empat Program Dispora Pekanbaru Majukan Pemuda dan Olahraga

Rabu, 26 September 2018 14:27
Dispora Pekanbaru Komit Wujudkan Kota Layak Pemuda

Rabu, 26 September 2018 14:21
Pemprov Riau Diingatkan utuk Tak Sembarang Merasionalisasi Anggaran Kegiatan

Rabu, 26 September 2018 14:02
DPRD Kampar Sahkan APBD-P 2018

Rabu, 26 September 2018 13:45
Buka Pelatihan TPID, Kadis PMD Kampar Minta Penggunaan Dana Desa Bermanfaat bagi Masyarakat

Rabu, 26 September 2018 12:56
Belum Tersangka, Terduga Penghina UAS Bakal Diperiksa Lagi

Rabu, 26 September 2018 12:52
Dewan Pertanyakan Ada Caleg Gunakan Mobnas Pemkab Kuansing


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 24 Juni 2018 21:18
Sekubik Pasir Pulau Rupat Dijual Rp250 Ribu di Pulau Bengkalis

Suplai material bangunan khusus pasir dari Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis masih terjadi. Pasir yang diperjualbelikan di Pulau Bengkalis untuk kebutuhan pembangunan itu dibandrol dengan harga Rp250 perkubik.

Riauterkini-BENGKALIS- Suplai material bangunan khusus pasir dari Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis masih terjadi. Pasir yang diperjualbelikan di Pulau Bengkalis untuk kebutuhan pembangunan itu dibandrol dengan harga Rp250 perkubik.

Di beberapa lokasi usaha material bangunan di Pulau Bengkalis meliputi Jalan Kelapapati Laut, Desa Kelapapati, Parit Bangkong Kelurahan Damon hingga Rimba Sekampung pasir asal Pulau Rupat masih tersedia.

Tidak diketahui bagaimana cara para pengusaha ini mendatangkan pasir dari Pulau Rupat tersebut hingga sampai ke Pulau Bengkalis. Apakah ilegal atau mengantongi izin resmi.

Menelusuri lokasi usaha material yang menjual pasir asal Rupat, Ahad (24/6/18) dari empat lokasi usaha, tiga tempat diantaranya masih menjual pasir itu.

"Pasir Rupat ada, harganya Rp250 perkubik," ucap salah seorang pelaku usaha material Jalan Kelapapati Laut.

Menurut pria yang menjaga pasir itu, bahwa stok pasir dari Rupat hanya sedikit di tempat usahanya. Stok yang ada merupakan stok pasir masuk pada bulan puasa kemarin.

"Ini yang bulan puasa. Entah kapan masuk lagi. Pasir Balai ada itu harga Rp295 ribu perkubik, sama dengan pasir tawar Selat Moro," imbuhnya.

Berbeda halnya dengan lokasi usaha material lainnya. Berlokasi di Parit Bangkong Kelurahan Damon, di sana tampak banyak tumpukan pasir asal Rupat. Harga penjualan sama dengan lokasi usaha material lainnya.

"Ya itu pasir Sungai Injab Rupat. Itu sekejap habislah, soal tak buka lagi, tutup (penambangan pasir). Bulan puasa tulah masuknya," ucap seorang wanita pengelola pasir wanita paruh baya.

Seperti direlease sebelumnya, Direktur Polair Polda Riau Kombes Pol Hery Wiyanto menegaskan, akan menindak tegas pelaku kegiatan ilegal yang terjadi di Perairan Sungai Injab dan Pulau Ketam, Rupat, Kabupaten Bengkalis dan melakukan penegakan hukum terhadap aksi penambangan pasir secara ilegal atau tanpa izin.

"Silahkan masyarakat melengkapi perizinan yang dibutuhkan pada saat melakukan kegiatan. Anggota Polair sudah membentuk tim untuk melakukan pengecekan di lokasi yang terdiri dari tim lidik dan Gakkum. Kapal-kapal Patroli Polair juga sudah saya siapkan kalau memang masih ada kegiatan, akan kita laksanakan Gakkum," tegasnya.

Lanjut Dir Polair, pihaknya berharap agar masyarakat dapat membantu memberikan informasi seputaran kegiatan ilegal penambangan pasir di Pulau Rupat.***(dik)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Hampir Semua di Inhil, Mumcul 38 Titik Api di Riau
- Kemarau, Petani Kuansing Keluhkan Susutnya Air Bendungan Batang Pangean
- Sebanyak 23 Hotspot Terpantau di Sumatera, 12 Diantaranya Ada di Riau
- Kolam Taman Jalur Jadi Sasaran Tempat Pembuangan Sampah
- Hewan Penular Rabies di Bengkalis Divaksin Besok
- 2018, 22 Ribu Ha Kebun Sawit di Riau Direplanting
- Kadis PUPR Pekanbaru Sebut Kesdaran Warga Masih Minim Lindungi Sungai


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com