Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Ahad, 21 Oktober 2018 06:38
Warga Teluk Pinang, Inhil Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Kelapa

Ahad, 21 Oktober 2018 06:35
YBM PLN P3BS Bersama PKPU HI Riau Taja Kelas Ibu 1000 HPK dan Berikan Nutrisi Bagi Ibu Hamil

Sabtu, 20 Oktober 2018 20:51
KPU Kampar Sosialisasi Goes to Campus di Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Sabtu, 20 Oktober 2018 20:07
Organic Center Sulap Jajanan Favorit Jadi Sehat

Sabtu, 20 Oktober 2018 17:02
Manjakan Kaula Muda, AXIS Pop-Up Station Hadir di Pekanbaru

Sabtu, 20 Oktober 2018 16:48
Azis Zaenal Serahkan Mini Traktor ke Petani di Desa Sungai Lembu

Sabtu, 20 Oktober 2018 16:33
Warga Siak Kecil,Bengkalis Kembali Dihebohkan Bayi Dibuang

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:02
Capaian Imunisasi MR di Kampar Rendah,
Kemenkes RI dan WHO Ungkap Bahaya Campak dan Rubella


Sabtu, 20 Oktober 2018 14:31
Rumah Zakat Raih ICSB Indonesia Presidential Award 2018 Kategori Business Particioner

Sabtu, 20 Oktober 2018 13:56
PT RAPP Adakan Pelatihan Budidaya Nanas bagi 43 Petani Pulau Padang


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 26 Juni 2018 12:09
Ninik Mamak dan Anak Kemenakan Minta Aktivitas di Kebun Tanah Ulayat Kenegarian Lipatkain Dihentikan

Tanah ulayat Kenegerian Lipatkain kterancam punah. Karena itu, Ninik Mamak dan anak kemenakan minta aktifitas perkebunan di kawasan tersebut distop.

Riauterkini- BANGKINANG - Pucuk Adat Kenegerian Lipatkain Andi Rowasi Datuk Marajo bersama sembilan ninik mamak dari sembilan suku dan perwakilan anak kemenakan minta seluruh aktivitas di atas kebun tanah ulayat Kenegerian Lipatkain dihentikan.

Demikian disampaikan Pucuk Adat Kenegerian Lipatkain Andi Rowasi Datuk Marajo didampingi perwakilan anak kemenakan DR H Warzukni, Budi Haryanto,SH,MH, sejumlah ninik mamak dari sembilan suku dan anggota DPRD Kampar dari Daerah Pemilihan Kampar Kiri Repol dalam konferensi pers di Bangkinang, Senin (25/6/2018) malam.

Konferensi pers digelar sejumlah tokoh adat dan anak kemenakan ini setelah pertemuan maraton digelar di Mapolres Kampar pada Senin siang. Pertemuan ini dipimpin Kapolres Kampar dan beberapa pihak yang bersilang pendapat atas kebun kelapa sawit di atas Lahan Ulayat Kenegerian Lipatkain.

Pertemuan di Mapolres ini juga dihadiri pihak yang menginginkan kebun Kenegarian dikelola oleh koperasi yakni kubu Dirhamzah, Amirudin, Fauzi Busni, Yuslinar dan Suhardi.

DR H Warzukni, salah seorang anak kemenakan Kenegarian Lipatkain yang juga menggagas pertemuan dan islah antara kedua kubu di Kenegarian Lipatkain yang menginginkan kebun dikelola oleh koperasi dikubu Hendri dkk dan kubu yang ingin kebun dikelola oleh yayasan dikubu Pucuk Kenegarian dan ninik mamak yang sembilan menegaskan, saat ini ada sekelompok anak kemenakan yang masih ngotot agar kebun di atas tanah ulayat ini diurus oleh koperasi. Bahkan pihak ini melibatkan oknum salah satu organisasi masyarakat untuk membackup kegiatan panen di kebun ulayat.

"Kami minta kepada Kapolres (Kampar red) minimal kalau belum selesai persoalan ini jangan panen dulu. Sehingga tak memancing kemenakan yang banyak. Karena ini milik orang banyak, ada ribuan orang yang punya," tegas Warzukni.

Ia mengungkapkan, pertemuan yang digelar di Mapolres Kampar Senin siang belum membuahkan kesepakatan antara kedua belah pihak.

Dalam pertemuan ini Kapolres Kampar meminta pihaknya yang menjembatani perselisihan kedua kubu untuk mengkomunikasikan lagi hal ini ke bawah dengan melakukan upaya persuasif.

Menurut Warzukni, mereka dan para ninik mamak yakni Datuk Marajo dan datuk-datuk lainnya yang sembilan berharap kebun yang luasnya hanya lebih kurang 300 hektare ini dikelola oleh yayasan karena kalau dikelola koperasi dan dibagikan ke anak kemenakan lahannya tidak mencukupi. Lagipula yang memiliki hak atas tanah ulayat ini adalah perangkat adat.

Pucuk Negeri Lipatkain Andi Rowasi Datuk Marajo menegaskan, yang berhak di atas lahan itu adalah ninik mamak. "Kalau koperasi tidak mencakup dengan adat. Kalau yayasan mencakup dengan adat. Dengan pembina datuk yang sembilan," ujarnya.

Ia mengaku optimis bisa menyelesaikan masalah pengelolaan kebun yang bermitra dengan PT Ganda Buanindo ini. "Saya akan coba lakukan mediasi dan pendekatan secara persuasif. Yang bersikeras saat ini termasuk ibu-ibu. Kalau langkah persuasif mentok, kami tetap berusaha mendekati mereka. Tetapi kalau mereka tidak mau apa boleh buat, terpaksa proses hukum yang akan bertindak," tegas Datuk Marajo atau sering disebut Datuk Majo itu.

Perwakilan anak kemenakan lainnya Budi Haryanto,SH,MH menyebutkan, upaya hukum telah dilakukan kubu yang menginginkan kebun ulayat dikelola oleh koperasi namun laporan mereka telah di SP3 atau dihentikan penyelidikannya oleh Polda Riau. "Kalau tuduhan terhadap yayasan, mereka sudah melakukan upaya hukum namun laporannya sudah di SP3," beber Budi.

Ninik mamak lainnya, Abdul Manan Mamak Limbago mengungkapkan, para ninik mamak sebelumnya telah sepakat memberikan mandat kepada Warzukni, Budi dkk sebagai perpanjangan tangan ninik mamak dengan memberikan mandat tertulis dari pemangku adat untuk menyelesaikan persoalan ini.

"Kami nggak ada kepentingan karena kebun yang 300 hektare adalah harapan dari anak kemenakan. Ada sebagian anak kemenakan yang melakukan itu sudah di luar kewajaran dan melanggar adat istiadat. Selama ini semacam ada pembiaran. Ini masalah krusial bahkan sebelum Lebaran hampir bentrok fisik antar anak kemenakan," bebernya.

Ia minta aparat keamanan mengambil langkah persuasif dan hukum. "Aset perlu diamankan, kalau memang di sini pihak polisi ada keraguan, bukan tak mungkin kami minta pengamanan dari pihak yang lain sebab ini dampaknya sangat besar, bukan main-main," pungkasnya.***(man)

Foto: Perwakilan anak kemenakan Kenegarian Lipatkain DR H Warzukni didampingi Pucuk Adat Kenegerian Lipatkain Andi Rowasi Datuk Marajo, anggota DPRD Kampar Repol dan sejumlah ninik mamak memberikan keterangan kepada wartawan di Bangkinang, Senin (25/6/2018) malam.

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Ditinggal Pergi ke Pekanbaru, Rumah Warga Pucuk Rantau Kuansing Dilalap Api
- Pretel-pretel, Ornamen Gerbang Main Stadium Bahayakan Pemotor
- Kadishub Keluhkan Tumpukan Sampah Di Depan Halte TMP
- Tiga Penyakit Bahaya Ini Harus Diwaspadai Pemilik Hewan di Bengkalis
- Buaya Muncul di Sungai Siak, Warga Sekitar Diimbau Tak Berenang
- Ribuan Rumah di Bonai Darussalam Terendam Banjir, Jalan Lintas Rohul-Duri Terganggu
- Usulan Aspal Jalan Akses Dua Sekokah di Bhatin Solapan Seolah Diabaikan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com