Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Senin, 27 Mei 2019 17:37
ITA Riau Buka Puasa Ramadhan Bersama Seluruh ‎Korwil di Pekanbaru

Senin, 27 Mei 2019 17:33
KONI dan TRU Pekanbaru Gelar Lomba Lari 2019

Senin, 27 Mei 2019 17:01
Jelang Arus Mudik Balik, Kapolres Bengkalis Sidak Armada Roro

Senin, 27 Mei 2019 16:57
Sah, Paripurna Istimewa DPRD Riau Lantik Asri Auzar Sebagai Wakil Ketua

Senin, 27 Mei 2019 16:38
Bawaslu Riau Minta Bawaslu Kota Berikan Laporan Hasil Pemilu 2019

Senin, 27 Mei 2019 16:33
Program Kemitraan PT CPI dengan Universitas di Riau,
URP Beri Peluang Mahasiswi UIR di Korsel


Senin, 27 Mei 2019 15:23
H-7 Sampai H+7 Lebaran, BPJS Kesehatan Pastikan Masyarakat Tetap Dilayani

Senin, 27 Mei 2019 15:18
Pemerintahan MH Raih WTP ke-8 Kalinya

Senin, 27 Mei 2019 15:13
Ramadhan, Ratusan Warga Binaan Lapas Bengkalis Ikuti Kegiatan Religi

Senin, 27 Mei 2019 14:43
1.788 Napi di Riau Terima Remisi Idul Fitri


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 29 Juni 2018 18:56
Cegah Karhutla, APRIL Umumkan Periode Bahaya Api

Grup Asia Pacific Resources International Holdings (APRIL) mengumumkan 'Periode Bahaya Api' di seluruh areal konsesi di Provinsi Riau dari 1 Juli hingga 31 September 2018.

Riauterkini-PANGKALAN KERINCI - Grup Asia Pacific Resources International Holdings (APRIL) mengumumkan 'Periode Bahaya Api' di seluruh areal konsesi di Provinsi Riau dari 1 Juli hingga 31 September 2018. Pengumuman ini merupakan bagian dari pendekatan APRIL yang terintegrasi dalam pengelolaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dan komitmen perusahaan untuk meningkatkan upaya kolaboratif bersama pemerintah untuk mencegah kebakaran.

"Fokus utama APRIL adalah untuk meningkatkan kesadaran dan membantu mencegah karhutla sejak dini," ujar Direktur RAPP, Rudi Fajar.

Periode Bahaya Api ini berguna untuk karyawan dan mitra APRIL serta masyarakat lokal di Riau agar tetap dan selalu waspada terhadap bahaya karhutla di sekitarnya karena cuaca akan panas dan kering di sepanjang musim kemarau. Hal ini memberikan sinyal kepada masyarakat setempat untuk melarang melakukan pembakaraan lahan. APRIL saat ini menggunakan papan pengumuman, pertemuan desa dan alat komunikasi guna menginformasikan masyarakat tentang Periode Bahaya Kebakaran.

Director Corporate Affairs APRIL, Agung Laksamana mengatakan dalam kurun waktu 12 bulan terakhir, APRIL dan masyarakat desa berhasil membantu 80 persen kebakaran yang terjadi di lahan masyarakat. Pentingnya kerjasama ini agar setiap pihak berperan dan memahami pencegahan dan penanganan Karhutla.

Agung menuturkan pencegahan menjadi fokus utama APRIL karena bagian penting dari penanganan Karhutla. Sebab, lebih baik mencegah daripada memadamkan. Masyarakat, kata Agung, juga harus mulai menyadari bahwa bahaya Karhutla penting untuk mereka.

Dengan latar belakang ini, APRIL membangun kemitraan yang berfokus pada masyarakat dan menginisiasikan program 'Desa Bebas Api' untuk memberikan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan masyarakat lokal dalam manajemen Karhutla. Dalam program ini, masyarakat setempat masyarakat diinformasikan terkait penanganan Karhutla untuk meningkatkan pengetahuan mereka dan meningkatkan sistem pertanian terpadu yang berkelanjutan. Kedua hal ini penting untuk untuk pengelolan lahan yang bebas dari api.***(rls)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Lantai Jembatan Perbatasan Rohil-Dumai Rusak Parah
- Akan Dibawa ke Malaysia, 77,4 Ribu Bibit Baby Lobster Diamankan Polairud Polda Riau
- Jalan Sei Pakning-Dumai Rusak Parah, Usulan Perbaikan PUPR Bengkalis Belum Direspon Pemprov Riau
- Tim BBKSDA Riau Musnahkan Sawit di GSK
- Madu Asli Masih Bisa Ditemukan di Kuansing
- Tim Verifikasi KLA Sambangi Pekanbaru, Walikota Expos Visi dan Misi Smart City Madani
- Restorasi Ekosistem Riau Sukses jaga Habitat Satwa Dilindungi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com