Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Ahad, 21 Oktober 2018 06:38
Warga Teluk Pinang, Inhil Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Kelapa

Ahad, 21 Oktober 2018 06:35
YBM PLN P3BS Bersama PKPU HI Riau Taja Kelas Ibu 1000 HPK dan Berikan Nutrisi Bagi Ibu Hamil

Sabtu, 20 Oktober 2018 20:51
KPU Kampar Sosialisasi Goes to Campus di Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Sabtu, 20 Oktober 2018 20:07
Organic Center Sulap Jajanan Favorit Jadi Sehat

Sabtu, 20 Oktober 2018 17:02
Manjakan Kaula Muda, AXIS Pop-Up Station Hadir di Pekanbaru

Sabtu, 20 Oktober 2018 16:48
Azis Zaenal Serahkan Mini Traktor ke Petani di Desa Sungai Lembu

Sabtu, 20 Oktober 2018 16:33
Warga Siak Kecil,Bengkalis Kembali Dihebohkan Bayi Dibuang

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:02
Capaian Imunisasi MR di Kampar Rendah,
Kemenkes RI dan WHO Ungkap Bahaya Campak dan Rubella


Sabtu, 20 Oktober 2018 14:31
Rumah Zakat Raih ICSB Indonesia Presidential Award 2018 Kategori Business Particioner

Sabtu, 20 Oktober 2018 13:56
PT RAPP Adakan Pelatihan Budidaya Nanas bagi 43 Petani Pulau Padang


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 29 Juni 2018 18:56
Cegah Karhutla, APRIL Umumkan Periode Bahaya Api

Grup Asia Pacific Resources International Holdings (APRIL) mengumumkan 'Periode Bahaya Api' di seluruh areal konsesi di Provinsi Riau dari 1 Juli hingga 31 September 2018.

Riauterkini-PANGKALAN KERINCI - Grup Asia Pacific Resources International Holdings (APRIL) mengumumkan 'Periode Bahaya Api' di seluruh areal konsesi di Provinsi Riau dari 1 Juli hingga 31 September 2018. Pengumuman ini merupakan bagian dari pendekatan APRIL yang terintegrasi dalam pengelolaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dan komitmen perusahaan untuk meningkatkan upaya kolaboratif bersama pemerintah untuk mencegah kebakaran.

"Fokus utama APRIL adalah untuk meningkatkan kesadaran dan membantu mencegah karhutla sejak dini," ujar Direktur RAPP, Rudi Fajar.

Periode Bahaya Api ini berguna untuk karyawan dan mitra APRIL serta masyarakat lokal di Riau agar tetap dan selalu waspada terhadap bahaya karhutla di sekitarnya karena cuaca akan panas dan kering di sepanjang musim kemarau. Hal ini memberikan sinyal kepada masyarakat setempat untuk melarang melakukan pembakaraan lahan. APRIL saat ini menggunakan papan pengumuman, pertemuan desa dan alat komunikasi guna menginformasikan masyarakat tentang Periode Bahaya Kebakaran.

Director Corporate Affairs APRIL, Agung Laksamana mengatakan dalam kurun waktu 12 bulan terakhir, APRIL dan masyarakat desa berhasil membantu 80 persen kebakaran yang terjadi di lahan masyarakat. Pentingnya kerjasama ini agar setiap pihak berperan dan memahami pencegahan dan penanganan Karhutla.

Agung menuturkan pencegahan menjadi fokus utama APRIL karena bagian penting dari penanganan Karhutla. Sebab, lebih baik mencegah daripada memadamkan. Masyarakat, kata Agung, juga harus mulai menyadari bahwa bahaya Karhutla penting untuk mereka.

Dengan latar belakang ini, APRIL membangun kemitraan yang berfokus pada masyarakat dan menginisiasikan program 'Desa Bebas Api' untuk memberikan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan masyarakat lokal dalam manajemen Karhutla. Dalam program ini, masyarakat setempat masyarakat diinformasikan terkait penanganan Karhutla untuk meningkatkan pengetahuan mereka dan meningkatkan sistem pertanian terpadu yang berkelanjutan. Kedua hal ini penting untuk untuk pengelolan lahan yang bebas dari api.***(rls)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Ditinggal Pergi ke Pekanbaru, Rumah Warga Pucuk Rantau Kuansing Dilalap Api
- Pretel-pretel, Ornamen Gerbang Main Stadium Bahayakan Pemotor
- Kadishub Keluhkan Tumpukan Sampah Di Depan Halte TMP
- Tiga Penyakit Bahaya Ini Harus Diwaspadai Pemilik Hewan di Bengkalis
- Buaya Muncul di Sungai Siak, Warga Sekitar Diimbau Tak Berenang
- Ribuan Rumah di Bonai Darussalam Terendam Banjir, Jalan Lintas Rohul-Duri Terganggu
- Usulan Aspal Jalan Akses Dua Sekokah di Bhatin Solapan Seolah Diabaikan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com