Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Kamis, 20 September 2018 22:18
BUMDes di Kampar Diminta Berinovasi Kembangkan Usaha

Kamis, 20 September 2018 22:10
Pria Setengah Abad di Duri, Bengkalis Ditemukan Tewas Tergantung

Kamis, 20 September 2018 20:18
Wagubri Sempat Menangis Ceritakan Pertama Kenal Andi Rachman

Kamis, 20 September 2018 20:03
KPU Kampar Umumkan DCT Pileg DPRD Kampar 2019

Kamis, 20 September 2018 19:59
Soal GP Anshor, LAM Riau Tetap Inginkan Harmonisasi

Kamis, 20 September 2018 19:55
KPU Kuansing Tetapkan 431 DCT Pileg 2019

Kamis, 20 September 2018 19:19
KPU Bengkalis Tetapkan 638 DCT Caleg 2019

Kamis, 20 September 2018 18:58
Kadiskoperasi : APBD Pekanbaru Minim untuk Pemberdayaan Masyarakat Usia Produktif

Kamis, 20 September 2018 18:55
Tabrakan Truck Tangki Vs Fuso Macetkan Jalan Lintas Duri - Dumai

Kamis, 20 September 2018 17:21
Tingkatkan Kualitas,
30 Petugas RSUD Bengkalis Digembleng Pelatihan Komunikasi Efektif



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 9 Juli 2018 12:56
Warga 3 Kelurahan di Mandau Terganggu Suara Bising Mesin Pompa Perusahaan Minyak

Kebisingan diduga bersumber dari mesin pompa milik perusahaan mintak yang beroperasi di Mandau. Dampaknya mengganggu ketenangan warga di tiga kelurahan.

Riauterkini - DURI - Akibat suara bising yang berasal dari areal IX Operasional PT Chevron Pacific Indonesia (CPI), warga di tiga Kelurahan yang berdekatan dengan areal tersebut masing masing Kelurahan Duri Timur, Babussalam dan Air Jamban mengaku sangat terganggu. Diduga, Suara menyerupai suara horor itu berasal dari Pompa minyak angguk yang minim perawatan namun masih difungsikan.

"Suaranya sangat mengganggu, seperti horor. Anak anak sampai takut. Dugaan banyak masyarakat, Suara itu berasal dari alat pompa minyak dari lokasi sebelah dan sudah berlansung selama sepekan ini,"aku Rizal warga Kelurahan Duri Timur yang mengaku takut akan asal suara tersebut.

Senada, hal tersebut juga dikatakan warga Kelurahan Babussalam, Ferri. Menurutnya radius suara yang keluar dari areal perusahaan raksasa asal Negeri Pamansam itu hingga berkilometer.

"Ini sudah sangat mengganggu. Kita harus protes. Masak perusahaan kaya tidak mampu merawat alat kerjanya hingga suaranya keluar mengganggu ketenangan masyarakat disekitarnya,"keluhnya.

Menanggapi hal tersebut, Spesialist Communication PT Chevron Pacific Indonesia (CPI), Yulia Rintawati berjanji akan menindaklanjuti keluhan masyarakat tersebut."Terimakasih infonya. Aku cek dulu, mesin ini baru hidup apa udah lama,"jawabnya.*(hen)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Badai Tropis Mangkhut Usai,
Potensi Hujan Lebat di sejumlah wilayah Indonesia Meningkat

- Pekan Pertama September, Kasus DBD di Pekanbaru Sudah 242
- Bersama Forum RTRW, Lurah Airputih Siap Wujudkan Aksi Pekanbaru Bersih
- Dinas PUPR Pekanbaru Imbau Warga Tak Dirikan Bangunan di Bantaran Sungai
- BKSDA Riau Gelar Konsultasi Publik Penyusunan RPJP TN Zamrud
- Bikin Jera Pembuang Sampah Sembarangan, Pemko Pekanbaru Ancam Sanksi Maksimal
- Ini dia Penyebab Banjir di Sungai Sail:
Bangunan di Tengah Sungai, Sampah dan Ketidak Pedulian Masyarakat



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com