Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Kamis, 15 Nopember 2018 14:34
Bocah Diterkam Buaya di Bonai Darussalam Ditemukan Meninggal dan Penuh Luka

Kamis, 15 Nopember 2018 14:02
Lestari Alam di Lingkungan Sekolah,
EMP Malacca Straits SA Berkolaborasi dengan SMAN 1 Sungai Apit


Kamis, 15 Nopember 2018 13:26
Ratusan Rumah di Dua Desa Kecamatan Rambah Samo Terendam Banjir

Kamis, 15 Nopember 2018 13:21
Hilang Saat Mandi,
Bocah Berusia 7 Tahun di Bonai Darussalam Diduga Diterkam Buaya


Kamis, 15 Nopember 2018 13:03
Dianggap Kuper, Sejumlah Sesepuh Masyarakat Durtim, Bengkalis Datangi PT HK di Duri

Kamis, 15 Nopember 2018 12:53
Satres Narkoba Polres Pelalalwan Amankan Pemilik 30 Kilogram Ganja

Kamis, 15 Nopember 2018 12:43
LAM Riau Enggan Terbuka Soal Rencana Pemberian Gelar Presiden

Kamis, 15 Nopember 2018 11:25
Jalan Lintas Duri - Dumai Kembali Alami Macet Horor

Kamis, 15 Nopember 2018 11:10
Mendadak Dihampiri Ketua DPRD Kuansing, Ibu-ibu di Benai Merasa Tersanjung

Kamis, 15 Nopember 2018 11:05
Maulid Nabi di Disdalduk Pekanbaru, UAS Paparkan Lima Tahapan Menuju Masyarakat Madani


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 10 Juli 2018 16:34
Alasan Rasionalisasi, BPBD Riau Coret Pembangunan Embung Senilai Rp1 Miliar

BPBD Provinsi Riau terpaksa coret rencana pembangunan embung di Kampar. Sejumlah kegiatan lainnya kemungkinan bakal menyusul karena alasan rasionalisasi.

Riauterkini - PEKANBARU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau terpaksa coret rencana pembangunan embung di Kampar. Sejumlah kegiatan lainnya kemungkinan bakal menyusul karena alasan rasionalisasi.

"Pembuatan embung, kalau nggak salah lokasinya di Kampar itu terpaksa kita coret. Karena rasionalisasi," kata Kepala BPBD Riau Edwar Sanger, Selasa (10/7/18).

Pembangunan embung ini sendiri rencanakan sebelumnya dianggarkan sebesar Rp1 miliar. Ada pun sejumlah kegiatan lainnya masih diinventarisir, mana yang dianggap bukan prioritas.

"Kita belum pastikan mana lagi. Kita masih evaluasi, yang bukan prioritas mau tidak mau kita tunda dulu," ungkap Sanger.

BPBD Riau sendiri memiliki anggaran sebesar Rp9 miliar, baik belanja langsung mau pun tidak langsung. Ada pun konsekuensi dari rasionalisasi kegiatan tersebut, Sanger memastikan tidak akan menangganggu agenda pencegahan dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di provinsi ini.

Apalagi sebagian besar dari kegiatan penanganan Karhutla itu sebagian besar ditopang dari pusat seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK). Diantaranya mendatangkan lima helikopter jenis bolcow, kamov serta sikorsky.*(mok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Bocah Diterkam Buaya di Bonai Darussalam Ditemukan Meninggal dan Penuh Luka
- Ratusan Rumah di Dua Desa Kecamatan Rambah Samo Terendam Banjir
- Hilang Saat Mandi,
Bocah Berusia 7 Tahun di Bonai Darussalam Diduga Diterkam Buaya

- Jalan Lintas Duri - Dumai Kembali Alami Macet Horor
- Dikepung Banjir, Banyak Drainase di Pekanbaru Tersumbat
- Banjir di Inhu Kembali Telan Korban Jiwa
- Banjir di Riau, Komisi V Minta BPBD Tingkatkan Penanganan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com