Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 19 Januari 2019 18:27
Disaksikan Wagub Terpilih, Sekdaprov Kukuhkan Ketua LAKTA

Sabtu, 19 Januari 2019 18:24
Adipura Bengkalis Kota Kecil Terbersih Akan Diarak Keliling dan Gelar Syukuran

Sabtu, 19 Januari 2019 15:51
Bupati Bengkalis: Jangan 'Sunat' Bantuan Kesejahteraan Guru Honor Madrasah

Sabtu, 19 Januari 2019 15:47
Satlantas Polres Kuansing Deklarasikan MRSF

Sabtu, 19 Januari 2019 15:38
Polres Rohil Hadiri Pertemuan Silarurrahmi PWI Rohil

Sabtu, 19 Januari 2019 14:05
Pemkab Inhil Audiensi ke Kemenristek Dikti,
Pusat Akan Jadikan Inhil Kluster Kelapa Nasional


Sabtu, 19 Januari 2019 14:01
Satu 'Kurir' Sabu 10 Kg di Bengkalis Bebas dari Pidana Mati

Jum’at, 18 Januari 2019 21:51
Pemkab Kuansing Jajaki Kerjasama Membatik ke Balai Industri Padang

Jum’at, 18 Januari 2019 21:34
Belum Miliki Identitas, Seribuan Napi Lapas Bengkalis Jadi Target Rekam KTP El

Jum’at, 18 Januari 2019 19:02
Plt Bupati Kampar Serahkan DPA 2019 kepada Seluruh OPD


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 10 Juli 2018 16:34
Alasan Rasionalisasi, BPBD Riau Coret Pembangunan Embung Senilai Rp1 Miliar

BPBD Provinsi Riau terpaksa coret rencana pembangunan embung di Kampar. Sejumlah kegiatan lainnya kemungkinan bakal menyusul karena alasan rasionalisasi.

Riauterkini - PEKANBARU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau terpaksa coret rencana pembangunan embung di Kampar. Sejumlah kegiatan lainnya kemungkinan bakal menyusul karena alasan rasionalisasi.

"Pembuatan embung, kalau nggak salah lokasinya di Kampar itu terpaksa kita coret. Karena rasionalisasi," kata Kepala BPBD Riau Edwar Sanger, Selasa (10/7/18).

Pembangunan embung ini sendiri rencanakan sebelumnya dianggarkan sebesar Rp1 miliar. Ada pun sejumlah kegiatan lainnya masih diinventarisir, mana yang dianggap bukan prioritas.

"Kita belum pastikan mana lagi. Kita masih evaluasi, yang bukan prioritas mau tidak mau kita tunda dulu," ungkap Sanger.

BPBD Riau sendiri memiliki anggaran sebesar Rp9 miliar, baik belanja langsung mau pun tidak langsung. Ada pun konsekuensi dari rasionalisasi kegiatan tersebut, Sanger memastikan tidak akan menangganggu agenda pencegahan dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di provinsi ini.

Apalagi sebagian besar dari kegiatan penanganan Karhutla itu sebagian besar ditopang dari pusat seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK). Diantaranya mendatangkan lima helikopter jenis bolcow, kamov serta sikorsky.*(mok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Sepanjang 2019, BRG Targetkan Restorasi 143.000 Hektare Gambut Konsesi Perusahaan Riau
- Petani Muara Bungkal Sambut Program DMPA PT AA-SMF
- Buntut Pembunuhan Burung Enggang oleh Warga,
Pemuka Adat Minta BKSDA Sosialisasikan UU Hewan Dilindungi

- Masyarakat Bandar Alai, Kuansing Dambakan Perbaikan Jakan
- FERT RAPP Siap Antisipasi Karhutla Selama El Nino  
- Banjir Melanda, Sejumlah Desa di Dua Kecamatan di Kampar Terisolir
- RAPP Lakukan Penghijauan di Seluruh Kecamatan di Kuansing


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com