Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 22 Agustus 2018 14:38
Bupati dan Wabup Kampar Berkurban di Kampung Halaman

Rabu, 22 Agustus 2018 14:21
Hakim PN Pelalawan Nyatakan BPPHLHK Salah Tangkap Alat Berat Milik Seorang Warga

Rabu, 22 Agustus 2018 14:14
Hendak Dipotong, Sapi Kurban di Pasirpangaraian Ini Kabur ke Jalan

Rabu, 22 Agustus 2018 14:11
Hasil Tabungan Karyawan,
Dua RS Besar di Duri Ini Laksanakan Pemotongan Hewan Kurban


Rabu, 22 Agustus 2018 14:03
Usai Shalat Ied, Bupati dan Kapolres Langsung Tinjau Kantor Dinsos yang Terbakar

Rabu, 22 Agustus 2018 13:48
Diguyur Hujan, Shalat Ied Batal Digelar di Lapangan Limuno Kuansing

Rabu, 22 Agustus 2018 13:43
Kantor Dinas Sosial Kuansing di Lalap si Jago Merah

Rabu, 22 Agustus 2018 08:55
Sholat Idul Adha di Duri, Bupati Bengkalis Ajak Teladani Nabi Ibrahim

Rabu, 22 Agustus 2018 08:51
Pimpin Takbir Idul Adha, Bupati Kuasning Ajak Masyarakat Kian Cinta Agama

Rabu, 22 Agustus 2018 08:48
20 Mobil Hias Semarakkan Takbiran Idhul Adha di Kabupaten Pelalawan


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 19 Juli 2018 19:08
Petani di Kuansing Berhasil Budidayakan Cabe Lebih Tinggi dari Orang Dewasa

Keberhasilan budidaya seorang petani di Kuansing dapat menjadi contoh. Tanaman cabai yang ditanamnya berbuah lebat dan besar lebih tinggi dari orang dewasa.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Eman (47) petani cabe asal kenegerian kopah Kecamatan Kuantan Tengah caranya bertani mesti dicontoh. Pasalnya melalui olahan tangannya cabe yang ia tanam bisa tumbuh lebih tinggi dari orang dewasa.

Kepada Riauterkini.com, Kamis (19/7/2018) petang di Telukkuantan, ia menuturkan, bahwa cara bertaninya ini sama halnya dengan petani lainnya.

Namun, yang membedakan kata Eman, hanya pemakaian pupuk. Sehingga tanaman cabe yang ia budidayakan bisa tumbuh lebih tinggi.

Pupuk tersebut, kata dia adalah merk Naza, pemakaiannya dimulai sejak umur 10 hari, sebelumnya kata dia tetap memakai pupuk kandang.

Perbandingan pupuk nasa ini, menurutnya, untuk satu botolnya ukuran 600 mililiter sama halnya dengan 10 ton pupuk kandang.

Bahan pupuk ini ia katakan, juga terbuat dari limbah pupuk kandang. Namun, sudah diolah menjadi cairan.

Untuk hasilnya, satu pokok batang cabe bisa mengahasilkan, 1,5 kg. Sehingga dari lahan yang diolanya setengah hektar sekali panen bisa mengahsilkan 120 kg.

"Masa panen baru bisa dilakukan jika cabe berumur 3 bulan kurang 10 hari. Cara panennya, sehari dipetik seharinya tidak, begitu seterusnya sampai cabe tidak produktif lagi," jelasnya.

Sampai masa akhir panen terakhir ini, ia mengakui bisa mengahasilkan 3 ton cabe. Dari hasil ini ia pernah mengantongi hasil pertaniannya sebesar 120 juta.

"Jika kita benar-benar serius menekuninya, pasti berhasil dan bisa membantu perekonomian. Apalagi kondisi saat ini, seperti harga karet dan sawit yang jatuh," pungkasnya.*** (Jok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- 148 Titik Api Kepung Sumatera, 36 di Riau
- Api Sudah Padam, Pelaku Karlahut di Bukit Suligi, Rohul Belum Tertangkap
- Kebakaran Lahan Meluas, Wagubri Langsung Telphon Bupati Rohil
- Lokasi Sulit Dijangkau dan Sumber Air Jauh, 20 Hektar Lahan di Bukit Suligi Rohul Terbakar
- Kembali Membara, BPBD Curiga Kebakaran Lahan di Lubuk Gaung Disengaja
- Satelit Terra Aqua Pantau 68 Titik Api di Riau
- 70 Hotspot di Sumatera 50 Diantaranya Ada di Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com