Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 14 Desember 2018 12:56
Beri Gelar Adat ke Jokowi, LAM Riau Mengaku Tak Tersandera

Jum’at, 14 Desember 2018 12:34
Pelajari RKPD, Dewan Kuansing Stuban ke Batam

Jum’at, 14 Desember 2018 12:26
Keempat Kali, Hera Tri Wahyuni Terpilih sebagai Ketua GOW Kabupaten Bengkalis

Jum’at, 14 Desember 2018 12:09
SKK Migas-EMP Santuni Anak Yatim Sebelum Lakukan Pengeboran di MSBY-03

Jum’at, 14 Desember 2018 10:33
Polres Meranti Akan Dirikan Pospam dan Posyan Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru

Jum’at, 14 Desember 2018 08:51
Korupsi ADD, Kades di Siak Divonis 18 Bulan Penjara.

Jum’at, 14 Desember 2018 07:40
Kesetrum.Listrik Saat Banjir, Jenazah Warga Kampar Sempat Hanyut Dua Hari

Kamis, 13 Desember 2018 21:42
Kominfotik Bengkalis Serahkan e-Mail Sanapati 11 Kecamatan

Kamis, 13 Desember 2018 21:38
Sambut Kehadiran Presiden di Riau, PWNU Imbau Masyarakat Jaga Kondusifitas dan Ketentraman

Kamis, 13 Desember 2018 20:43
Pelajar di Pinggir, Bengkalis Tewas  Tertabrak Truk


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 19 Juli 2018 19:08
Petani di Kuansing Berhasil Budidayakan Cabe Lebih Tinggi dari Orang Dewasa

Keberhasilan budidaya seorang petani di Kuansing dapat menjadi contoh. Tanaman cabai yang ditanamnya berbuah lebat dan besar lebih tinggi dari orang dewasa.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Eman (47) petani cabe asal kenegerian kopah Kecamatan Kuantan Tengah caranya bertani mesti dicontoh. Pasalnya melalui olahan tangannya cabe yang ia tanam bisa tumbuh lebih tinggi dari orang dewasa.

Kepada Riauterkini.com, Kamis (19/7/2018) petang di Telukkuantan, ia menuturkan, bahwa cara bertaninya ini sama halnya dengan petani lainnya.

Namun, yang membedakan kata Eman, hanya pemakaian pupuk. Sehingga tanaman cabe yang ia budidayakan bisa tumbuh lebih tinggi.

Pupuk tersebut, kata dia adalah merk Naza, pemakaiannya dimulai sejak umur 10 hari, sebelumnya kata dia tetap memakai pupuk kandang.

Perbandingan pupuk nasa ini, menurutnya, untuk satu botolnya ukuran 600 mililiter sama halnya dengan 10 ton pupuk kandang.

Bahan pupuk ini ia katakan, juga terbuat dari limbah pupuk kandang. Namun, sudah diolah menjadi cairan.

Untuk hasilnya, satu pokok batang cabe bisa mengahasilkan, 1,5 kg. Sehingga dari lahan yang diolanya setengah hektar sekali panen bisa mengahsilkan 120 kg.

"Masa panen baru bisa dilakukan jika cabe berumur 3 bulan kurang 10 hari. Cara panennya, sehari dipetik seharinya tidak, begitu seterusnya sampai cabe tidak produktif lagi," jelasnya.

Sampai masa akhir panen terakhir ini, ia mengakui bisa mengahasilkan 3 ton cabe. Dari hasil ini ia pernah mengantongi hasil pertaniannya sebesar 120 juta.

"Jika kita benar-benar serius menekuninya, pasti berhasil dan bisa membantu perekonomian. Apalagi kondisi saat ini, seperti harga karet dan sawit yang jatuh," pungkasnya.*** (Jok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Sejumlah Ruas Jalan Aspal Mulai Terendam, Limpahan Air PLTA Koto Panjang Tiba di Pelalawan
- Pencarian Bocah Perempuan Diduga Tenggelam di Sungai Batang Lubuh Rohul Dihentikan
- Banjir di Pelalawan Putuskan Jalan Pangkalan Kerinci-Langgam
- Kukang Korban Banjir Dilepas Liarkan BKSDA Riau
- ‎Masyarakat Diimbau Untuk Waspada, Banjir di Bantaran Sungai Kampar Pelalawan Berpotensi Lebih Satu Bulan
- Bukit Mentawai Longsor,
Akses ke Empat Desa di Kecamatan Rokan IV Koto, Rohul Terganggu

- Banjir di Sidomlyo Dipicu Pemkab Kampar Ogah Bersihkan Sungai Kelulut


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com