Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 17 Oktober 2018 15:09
Berkas dan Tersangka Pembunuhan Sadis di Jalan Cipta Karya Dilimpahkan ke Jaksa

Rabu, 17 Oktober 2018 14:59
Bahagia, 377 KK di Pematang Pudu, Bengkalis Dapatkan Rastra Pusat 3 Triwulan 2018

Rabu, 17 Oktober 2018 14:52
Dimulai Pekan Depan,
Bapenda Kembali Lakukan Pemutihan Denda Pajak


Rabu, 17 Oktober 2018 14:47
Diduga Ubah Sepihak, Verifikasi RAPBD -P Kuansing Dipending Pemprov Riau

Rabu, 17 Oktober 2018 13:38
Cemarkan Nama Baik UIR, Polda Riau Optimalkan penyelidikan Terhadap EO

Rabu, 17 Oktober 2018 12:49
Pemprov dan BPH Migas Optimalkan Pemanfaatan Data Konsumsi BBM

Rabu, 17 Oktober 2018 12:42
3 Maling Motor di Rambah Hilir Diciduk Polisi Rohul

Rabu, 17 Oktober 2018 12:38
Warga Lubuk Batu Jaya, Inhu Bantu Korban Gempa Sulawesi Tenggara

Rabu, 17 Oktober 2018 12:33
Pengedar Sabu di Pedesaan di Ringkus Polres Bengkalis

Rabu, 17 Oktober 2018 11:17
Putra Asli Kampar, Letkol Aidil Amin Resmi jadi Dandim 0313/KPR


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 19 Juli 2018 19:08
Petani di Kuansing Berhasil Budidayakan Cabe Lebih Tinggi dari Orang Dewasa

Keberhasilan budidaya seorang petani di Kuansing dapat menjadi contoh. Tanaman cabai yang ditanamnya berbuah lebat dan besar lebih tinggi dari orang dewasa.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Eman (47) petani cabe asal kenegerian kopah Kecamatan Kuantan Tengah caranya bertani mesti dicontoh. Pasalnya melalui olahan tangannya cabe yang ia tanam bisa tumbuh lebih tinggi dari orang dewasa.

Kepada Riauterkini.com, Kamis (19/7/2018) petang di Telukkuantan, ia menuturkan, bahwa cara bertaninya ini sama halnya dengan petani lainnya.

Namun, yang membedakan kata Eman, hanya pemakaian pupuk. Sehingga tanaman cabe yang ia budidayakan bisa tumbuh lebih tinggi.

Pupuk tersebut, kata dia adalah merk Naza, pemakaiannya dimulai sejak umur 10 hari, sebelumnya kata dia tetap memakai pupuk kandang.

Perbandingan pupuk nasa ini, menurutnya, untuk satu botolnya ukuran 600 mililiter sama halnya dengan 10 ton pupuk kandang.

Bahan pupuk ini ia katakan, juga terbuat dari limbah pupuk kandang. Namun, sudah diolah menjadi cairan.

Untuk hasilnya, satu pokok batang cabe bisa mengahasilkan, 1,5 kg. Sehingga dari lahan yang diolanya setengah hektar sekali panen bisa mengahsilkan 120 kg.

"Masa panen baru bisa dilakukan jika cabe berumur 3 bulan kurang 10 hari. Cara panennya, sehari dipetik seharinya tidak, begitu seterusnya sampai cabe tidak produktif lagi," jelasnya.

Sampai masa akhir panen terakhir ini, ia mengakui bisa mengahasilkan 3 ton cabe. Dari hasil ini ia pernah mengantongi hasil pertaniannya sebesar 120 juta.

"Jika kita benar-benar serius menekuninya, pasti berhasil dan bisa membantu perekonomian. Apalagi kondisi saat ini, seperti harga karet dan sawit yang jatuh," pungkasnya.*** (Jok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Ribuan Rumah di Bonai Darussalam Terendam Banjir, Jalan Lintas Rohul-Duri Terganggu
- Usulan Aspal Jalan Akses Dua Sekokah di Bhatin Solapan Seolah Diabaikan
- Banjir Melanda Dua Kelurahan di Kecamatan Dumai Selatan
- Ribuan Rumah di Bengkalis Digenangi Banjir
- Bila Limbah Cair dan Asap Tak Teratasi, Masyarakat Kuansing Ancam PT SUN
- Luapan Sungai Kuantan Mulaii Rendam Pemukiman Warga Kuansing
- Tim Darat Tetap Bersiaga, Izin Pemakaian Helikopter untuk Karhutla Habis


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com