Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Ahad, 21 Oktober 2018 22:18
Mahasiswa Kuansing Juara Bulutangkis di Padang

Ahad, 21 Oktober 2018 19:58
Pemprov dan Tim Transisi Kaji Program Pendidikan dan Kesehatan Gratis

Ahad, 21 Oktober 2018 19:11
Todongkan Senpi, Perampok di Kuansing Gasak Uang Ratusan Juta dan Perhiasan

Ahad, 21 Oktober 2018 19:06
Akibat Tumpukan Arus weekend, Polisi Kerja Kerasa Urai Kemacetan di Jalur Lintas Duri - Dumai

Ahad, 21 Oktober 2018 16:40
Pemprov Riau dan Tim Transisi Kembali Bertemu Bahas Usulan Program Gubri Terpilih

Ahad, 21 Oktober 2018 15:54
Rebutkan Hadiah Mobil,
Seribuan Peserta Ikuti Lomba Memancing HUT TNI di Bengkalis


Ahad, 21 Oktober 2018 14:54
Trail Runners Pekanbaru Iringi Event Sepeda Nusantara Etape Pekanbaru

Ahad, 21 Oktober 2018 14:47
Dikepung Macet, Pagi Ini Antrean di Duri Capai 20 Kilometer

Ahad, 21 Oktober 2018 14:41
Tinggalkan Sepucuk Surat untuk Suami,
IRT di Rohul Ditemukan Tergantung di Perumahan‎ PT RAKA Desa Pauh


Ahad, 21 Oktober 2018 14:30
Bawaslu Gelar Sosialisasi AP-HPA di Area CFD


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 19 Juli 2018 19:42
Jumlah Hotspot di Riau Mulai Berkurang

BPBD Riau kerahkan enam heli untuk lakukan pemadaman Karlahut. Hari ini jumlah hotspot jauh berkurang dari hari sebelumnya.

Riauterkini - PEKANBARU - Fokus pemadaman pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih di kawasan Lubuk Gaung dan Medang Kampai, Dumai. Jumlah hotspot di Riau yang sebelumnya sempat mencapai 80 titik, hari ini jauh berkurang, tinggal 18 titik saja.

"Hari ini sudah jauh turun hotspotnya, tinggal 18 titik saja," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Riau Edwar Sanger, Kamis (19/7/18).

Berkurangnya titik hotspot yang dalam berapa hari terakhir menjadi fokus pemadaman Karhutla, menyebabkan kumparan asap terlihat menebal di titik kawasan terbakar, juga mulai menipis.

Ada pun 18 hotspot berhasil terdeteksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru yakni, di Bengkalis 9 titik, Dumai 7 titik, Rohil 2 titik.

Menurut Sanger, berkurangnya hotspot ini tak terlepas dari upaya kerja keras yang tak henti-henti melakukan pemadaman. Baik dari tim Satuan Tugas (Satgas) udara mau pun darat.

Khusus tim satgas udara, hari ini telah dikerahkan lima unit helikopter. Yakni bell 430 bell, Bell 412, sikorsky serta dua unit helikopter jenis kamov.

Selai itu, Sinarmas Forestry juga turut terlibat upaya pemadaman melalui udara menggunakan heli Super Puma. Sementara dari jalur darat, tim inti RPK darat Sinarmas Forestry juga turut berpartisipasi mengirim 97 orang yang dibagi dalam 10 regu untuk melakukan pemadaman bersama, TNI, Polri, manggala agni di titik-titik Karhutla di Dumai.*(mok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Ditinggal Pergi ke Pekanbaru, Rumah Warga Pucuk Rantau Kuansing Dilalap Api
- Pretel-pretel, Ornamen Gerbang Main Stadium Bahayakan Pemotor
- Kadishub Keluhkan Tumpukan Sampah Di Depan Halte TMP
- Tiga Penyakit Bahaya Ini Harus Diwaspadai Pemilik Hewan di Bengkalis
- Buaya Muncul di Sungai Siak, Warga Sekitar Diimbau Tak Berenang
- Ribuan Rumah di Bonai Darussalam Terendam Banjir, Jalan Lintas Rohul-Duri Terganggu
- Usulan Aspal Jalan Akses Dua Sekokah di Bhatin Solapan Seolah Diabaikan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com