Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 17 Oktober 2018 14:47
Diduga Ubah Sepihak, Verifikasi RAPBD -P Kuansing Dipending Pemprov Riau

Rabu, 17 Oktober 2018 13:38
Cemarkan Nama Baik UIR, Polda Riau Optimalkan penyelidikan Terhadap EO

Rabu, 17 Oktober 2018 12:49
Pemprov dan BPH Migas Optimalkan Pemanfaatan Data Konsumsi BBM

Rabu, 17 Oktober 2018 12:42
3 Maling Motor di Rambah Hilir Diciduk Polisi Rohul

Rabu, 17 Oktober 2018 12:38
Warga Lubuk Batu Jaya, Inhu Bantu Korban Gempa Sulawesi Tenggara

Rabu, 17 Oktober 2018 12:33
Pengedar Sabu di Pedesaan di Ringkus Polres Bengkalis

Rabu, 17 Oktober 2018 11:17
Putra Asli Kampar, Letkol Aidil Amin Resmi jadi Dandim 0313/KPR

Rabu, 17 Oktober 2018 10:46
KPU Gelar Pemasangan APK Simbolik Bersama 16 Parpol

Rabu, 17 Oktober 2018 10:18
Polisi di Robul Tangkap Residivis di Kontrakan dan Sita 11 Paket Sabu

Rabu, 17 Oktober 2018 10:12
Bawaslu Pekanbaru Laksanakan Gerakan AP-HPA


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 20 Juli 2018 06:55
Hasil Labor Pastikan 122 Warga Kampar Keracunan Bakteri Echoli di Makanan Pesta Nikah

122 warga Kampar keracunan usai menyantap hidangan pesta nikah. Hasil labor memastikan pemicunya bakteri echoli.

Riauterkini-BANGKINANG - Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar telah menerima hasil laboratorium terhadap pemeriksaan 23 sampel makanan pada pesta pernikahan salah seorang warga Desa Koto Perambahan, Kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar yang diduga sebagai penyebab keracunan ratusan orang pada Ahad (1/7/2018) lalu.

Kepada Riauterkini.com, Kamis (19/7/2018) di Bangkinang mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium Pemerintah Provinsi Riau, dapat diduga dari 23 sampel makanan, sebanyak 13 mengandung bakteri echoli dan zat kimiawi lainnya.

"Itu bakteri yang biasanya ada di tinja manusia dan juga ada di dalam perut manusia. Echoli ini tercemar," beber Nurbit. Menurutnya bakteri ini tidak boleh ada di lambung dan usus. Jika ada di lambung atau di usus maka bisa tercemar.

"Kita tak tahu apakah orang ini mencemari sesuatu, misal air A, air A terkontaminasi air B. Misalnya ada setetes yang mencemari seteses itu kuman saja isinya sehingga semuanya ikut tercemar," imbuh mantan Asisten II Setdakab Kampar ini.

Adapun jenis sampel yang diperiksa diantaranya muntah para korban, nasi putih. Kerupuk, sate, kuah sate dan lainnya.

"Banyak kemungkinan yang diduga. Namanya aja orang baolek (pesta red)," bebernya.

Mengenai korban, seluruh korban sudah sembuh dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Ia mengungkapkan, biaya perawatan dan obat-obatan para korban sudah ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Kampar. "Sepeserpun tak ada membayar. Untuk biaya perorang bekisar antara Rp 60 juta sampai Rp 70 juta," ulasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan Kampar mencatat total warga yang diduga keracunan makanan pada pesta pernikahan di Desa Koto Perambahan, Kecamatan Kampar sebanyak 122 orang.

Mereka dirawat di empat tempat, di Bangkinang, Air Tiris, Kampa dan di Pekanbaru.

Korban terdiri dari orang dewasa 84 orang dan anak-anak 35 orang. Rinciannya, laki-laki dewasa 40 orang, perempuan dewasa 44 orang, anak-anak laki-laki 21 orang dan anak-anak perempuan 17 orang.

Mereka yang semula dirawat di Puskesmas Kampar, sebanyak 30 orang dirujuk ke tempat lain. Terbanyak ke RSIA Bunda Anisya Air Tiris Kecamatan Kampar 18 orang.

Lainnya ke RSUD Bangkinang 6 orang, RS Awal Bros Panam Pekanbaru 3 orang dan RS Aulia Hospital Pekanbaru 3 orang.*(man)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Ribuan Rumah di Bonai Darussalam Terendam Banjir, Jalan Lintas Rohul-Duri Terganggu
- Usulan Aspal Jalan Akses Dua Sekokah di Bhatin Solapan Seolah Diabaikan
- Banjir Melanda Dua Kelurahan di Kecamatan Dumai Selatan
- Ribuan Rumah di Bengkalis Digenangi Banjir
- Bila Limbah Cair dan Asap Tak Teratasi, Masyarakat Kuansing Ancam PT SUN
- Luapan Sungai Kuantan Mulaii Rendam Pemukiman Warga Kuansing
- Tim Darat Tetap Bersiaga, Izin Pemakaian Helikopter untuk Karhutla Habis


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com