Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 22 Agustus 2018 14:38
Bupati dan Wabup Kampar Berkurban di Kampung Halaman

Rabu, 22 Agustus 2018 14:21
Hakim PN Pelalawan Nyatakan BPPHLHK Salah Tangkap Alat Berat Milik Seorang Warga

Rabu, 22 Agustus 2018 14:14
Hendak Dipotong, Sapi Kurban di Pasirpangaraian Ini Kabur ke Jalan

Rabu, 22 Agustus 2018 14:11
Hasil Tabungan Karyawan,
Dua RS Besar di Duri Ini Laksanakan Pemotongan Hewan Kurban


Rabu, 22 Agustus 2018 14:03
Usai Shalat Ied, Bupati dan Kapolres Langsung Tinjau Kantor Dinsos yang Terbakar

Rabu, 22 Agustus 2018 13:48
Diguyur Hujan, Shalat Ied Batal Digelar di Lapangan Limuno Kuansing

Rabu, 22 Agustus 2018 13:43
Kantor Dinas Sosial Kuansing di Lalap si Jago Merah

Rabu, 22 Agustus 2018 08:55
Sholat Idul Adha di Duri, Bupati Bengkalis Ajak Teladani Nabi Ibrahim

Rabu, 22 Agustus 2018 08:51
Pimpin Takbir Idul Adha, Bupati Kuasning Ajak Masyarakat Kian Cinta Agama

Rabu, 22 Agustus 2018 08:48
20 Mobil Hias Semarakkan Takbiran Idhul Adha di Kabupaten Pelalawan


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 20 Juli 2018 06:55
Hasil Labor Pastikan 122 Warga Kampar Keracunan Bakteri Echoli di Makanan Pesta Nikah

122 warga Kampar keracunan usai menyantap hidangan pesta nikah. Hasil labor memastikan pemicunya bakteri echoli.

Riauterkini-BANGKINANG - Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar telah menerima hasil laboratorium terhadap pemeriksaan 23 sampel makanan pada pesta pernikahan salah seorang warga Desa Koto Perambahan, Kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar yang diduga sebagai penyebab keracunan ratusan orang pada Ahad (1/7/2018) lalu.

Kepada Riauterkini.com, Kamis (19/7/2018) di Bangkinang mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium Pemerintah Provinsi Riau, dapat diduga dari 23 sampel makanan, sebanyak 13 mengandung bakteri echoli dan zat kimiawi lainnya.

"Itu bakteri yang biasanya ada di tinja manusia dan juga ada di dalam perut manusia. Echoli ini tercemar," beber Nurbit. Menurutnya bakteri ini tidak boleh ada di lambung dan usus. Jika ada di lambung atau di usus maka bisa tercemar.

"Kita tak tahu apakah orang ini mencemari sesuatu, misal air A, air A terkontaminasi air B. Misalnya ada setetes yang mencemari seteses itu kuman saja isinya sehingga semuanya ikut tercemar," imbuh mantan Asisten II Setdakab Kampar ini.

Adapun jenis sampel yang diperiksa diantaranya muntah para korban, nasi putih. Kerupuk, sate, kuah sate dan lainnya.

"Banyak kemungkinan yang diduga. Namanya aja orang baolek (pesta red)," bebernya.

Mengenai korban, seluruh korban sudah sembuh dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Ia mengungkapkan, biaya perawatan dan obat-obatan para korban sudah ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Kampar. "Sepeserpun tak ada membayar. Untuk biaya perorang bekisar antara Rp 60 juta sampai Rp 70 juta," ulasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan Kampar mencatat total warga yang diduga keracunan makanan pada pesta pernikahan di Desa Koto Perambahan, Kecamatan Kampar sebanyak 122 orang.

Mereka dirawat di empat tempat, di Bangkinang, Air Tiris, Kampa dan di Pekanbaru.

Korban terdiri dari orang dewasa 84 orang dan anak-anak 35 orang. Rinciannya, laki-laki dewasa 40 orang, perempuan dewasa 44 orang, anak-anak laki-laki 21 orang dan anak-anak perempuan 17 orang.

Mereka yang semula dirawat di Puskesmas Kampar, sebanyak 30 orang dirujuk ke tempat lain. Terbanyak ke RSIA Bunda Anisya Air Tiris Kecamatan Kampar 18 orang.

Lainnya ke RSUD Bangkinang 6 orang, RS Awal Bros Panam Pekanbaru 3 orang dan RS Aulia Hospital Pekanbaru 3 orang.*(man)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- 148 Titik Api Kepung Sumatera, 36 di Riau
- Api Sudah Padam, Pelaku Karlahut di Bukit Suligi, Rohul Belum Tertangkap
- Kebakaran Lahan Meluas, Wagubri Langsung Telphon Bupati Rohil
- Lokasi Sulit Dijangkau dan Sumber Air Jauh, 20 Hektar Lahan di Bukit Suligi Rohul Terbakar
- Kembali Membara, BPBD Curiga Kebakaran Lahan di Lubuk Gaung Disengaja
- Satelit Terra Aqua Pantau 68 Titik Api di Riau
- 70 Hotspot di Sumatera 50 Diantaranya Ada di Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com