Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 14 Desember 2018 12:34
Pelajari RKPD, Dewan Kuansing Stuban ke Batam

Jum’at, 14 Desember 2018 12:26
Keempat Kali, Hera Tri Wahyuni Terpilih sebagai Ketua GOW Kabupaten Bengkalis

Jum’at, 14 Desember 2018 12:09
SKK Migas-EMP Santuni Anak Yatim Sebelum Lakukan Pengeboran di MSBY-03

Jum’at, 14 Desember 2018 10:33
Polres Meranti Akan Dirikan Pospam dan Posyan Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru

Jum’at, 14 Desember 2018 08:51
Korupsi ADD, Kades di Siak Divonis 18 Bulan Penjara.

Jum’at, 14 Desember 2018 07:40
Kesetrum.Listrik Saat Banjir, Jenazah Warga Kampar Sempat Hanyut Dua Hari

Kamis, 13 Desember 2018 21:42
Kominfotik Bengkalis Serahkan e-Mail Sanapati 11 Kecamatan

Kamis, 13 Desember 2018 21:38
Sambut Kehadiran Presiden di Riau, PWNU Imbau Masyarakat Jaga Kondusifitas dan Ketentraman

Kamis, 13 Desember 2018 20:43
Pelajar di Pinggir, Bengkalis Tewas  Tertabrak Truk

Kamis, 13 Desember 2018 20:32
Polres Pelalawan Sikat Dua Pelaku Judi Togel


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 20 Juli 2018 06:55
Hasil Labor Pastikan 122 Warga Kampar Keracunan Bakteri Echoli di Makanan Pesta Nikah

122 warga Kampar keracunan usai menyantap hidangan pesta nikah. Hasil labor memastikan pemicunya bakteri echoli.

Riauterkini-BANGKINANG - Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar telah menerima hasil laboratorium terhadap pemeriksaan 23 sampel makanan pada pesta pernikahan salah seorang warga Desa Koto Perambahan, Kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar yang diduga sebagai penyebab keracunan ratusan orang pada Ahad (1/7/2018) lalu.

Kepada Riauterkini.com, Kamis (19/7/2018) di Bangkinang mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium Pemerintah Provinsi Riau, dapat diduga dari 23 sampel makanan, sebanyak 13 mengandung bakteri echoli dan zat kimiawi lainnya.

"Itu bakteri yang biasanya ada di tinja manusia dan juga ada di dalam perut manusia. Echoli ini tercemar," beber Nurbit. Menurutnya bakteri ini tidak boleh ada di lambung dan usus. Jika ada di lambung atau di usus maka bisa tercemar.

"Kita tak tahu apakah orang ini mencemari sesuatu, misal air A, air A terkontaminasi air B. Misalnya ada setetes yang mencemari seteses itu kuman saja isinya sehingga semuanya ikut tercemar," imbuh mantan Asisten II Setdakab Kampar ini.

Adapun jenis sampel yang diperiksa diantaranya muntah para korban, nasi putih. Kerupuk, sate, kuah sate dan lainnya.

"Banyak kemungkinan yang diduga. Namanya aja orang baolek (pesta red)," bebernya.

Mengenai korban, seluruh korban sudah sembuh dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Ia mengungkapkan, biaya perawatan dan obat-obatan para korban sudah ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Kampar. "Sepeserpun tak ada membayar. Untuk biaya perorang bekisar antara Rp 60 juta sampai Rp 70 juta," ulasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan Kampar mencatat total warga yang diduga keracunan makanan pada pesta pernikahan di Desa Koto Perambahan, Kecamatan Kampar sebanyak 122 orang.

Mereka dirawat di empat tempat, di Bangkinang, Air Tiris, Kampa dan di Pekanbaru.

Korban terdiri dari orang dewasa 84 orang dan anak-anak 35 orang. Rinciannya, laki-laki dewasa 40 orang, perempuan dewasa 44 orang, anak-anak laki-laki 21 orang dan anak-anak perempuan 17 orang.

Mereka yang semula dirawat di Puskesmas Kampar, sebanyak 30 orang dirujuk ke tempat lain. Terbanyak ke RSIA Bunda Anisya Air Tiris Kecamatan Kampar 18 orang.

Lainnya ke RSUD Bangkinang 6 orang, RS Awal Bros Panam Pekanbaru 3 orang dan RS Aulia Hospital Pekanbaru 3 orang.*(man)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Sejumlah Ruas Jalan Aspal Mulai Terendam, Limpahan Air PLTA Koto Panjang Tiba di Pelalawan
- Pencarian Bocah Perempuan Diduga Tenggelam di Sungai Batang Lubuh Rohul Dihentikan
- Banjir di Pelalawan Putuskan Jalan Pangkalan Kerinci-Langgam
- Kukang Korban Banjir Dilepas Liarkan BKSDA Riau
- ‎Masyarakat Diimbau Untuk Waspada, Banjir di Bantaran Sungai Kampar Pelalawan Berpotensi Lebih Satu Bulan
- Bukit Mentawai Longsor,
Akses ke Empat Desa di Kecamatan Rokan IV Koto, Rohul Terganggu

- Banjir di Sidomlyo Dipicu Pemkab Kampar Ogah Bersihkan Sungai Kelulut


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com