Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Senin, 22 Oktober 2018 07:17
Peringati HUT ke-54 Golkar di Kuansing Digelar di Desa Terisolir

Ahad, 21 Oktober 2018 22:18
Mahasiswa Kuansing Juara Bulutangkis di Padang

Ahad, 21 Oktober 2018 19:58
Pemprov dan Tim Transisi Kaji Program Pendidikan dan Kesehatan Gratis

Ahad, 21 Oktober 2018 19:11
Todongkan Senpi, Perampok di Kuansing Gasak Uang Ratusan Juta dan Perhiasan

Ahad, 21 Oktober 2018 19:06
Akibat Tumpukan Arus weekend, Polisi Kerja Kerasa Urai Kemacetan di Jalur Lintas Duri - Dumai

Ahad, 21 Oktober 2018 16:40
Pemprov Riau dan Tim Transisi Kembali Bertemu Bahas Usulan Program Gubri Terpilih

Ahad, 21 Oktober 2018 15:54
Rebutkan Hadiah Mobil,
Seribuan Peserta Ikuti Lomba Memancing HUT TNI di Bengkalis


Ahad, 21 Oktober 2018 14:54
Trail Runners Pekanbaru Iringi Event Sepeda Nusantara Etape Pekanbaru

Ahad, 21 Oktober 2018 14:47
Dikepung Macet, Pagi Ini Antrean di Duri Capai 20 Kilometer

Ahad, 21 Oktober 2018 14:41
Tinggalkan Sepucuk Surat untuk Suami,
IRT di Rohul Ditemukan Tergantung di Perumahan‎ PT RAKA Desa Pauh



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 31 Juli 2018 14:16
BKSDA Riau Ditarget Dongkrak Populasi Harimau Sumatera Hingga 10 Persen

Populasi harimau sumatera sudah kritis, BBKSDA ditarget untuk meningkatkan populasi harimau sumatera hingga 10 persen.

Riauterkini-PEKANBARU-Kepala Balai Besar KSDA Riau, Suharyono Selasa (31/7/18) mengatakan bahwa perkembanganbiakan Harimau sumatera yang tertangkap kamera adalah kabar baik. Karena BKSDA punya target meningkatkan populasi Harimau yang merupakan salah satu diantara 25 satwa terancam punah hingga 10 % sesuai dengan indikator kinerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan seperti yang dimandatkan oleh Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya.

Untuk menaikkan populasi Harimau Sumatera, tambahnya, Balai Besar BKSDA Riau telah bekerja sama dengan banyak pihak, diantaranya dengan WWF Indonesia, Para pemerhati Harimau, dan masyarakat lokal.

"Untuk mencapai TX2 atau menambah jumlah dua kali lipat, kita sangat membutuhkan bantuan masyarakat lokal dan setiap orang yang peduli Harimau untuk mendukung usaha-usaha konservasi Harimau," terang Suharyono.

Keberadaan Harimau saat ini berstatus kritis, tambahnya, hanya tersisa sekitar 3.900 individu harimau liar di dunia. Itu berarti hanya bisa ditemukan sekitar 5 % dari jangkauan mereka, jika dibandingkan dengan seabad lalu.

Perdagangan ilegal menurutnya tetap menjadi salah satu ancaman terbesar dan paling cepat terhadap Harimau di alam liar. Hukum harus ditegakkan, kejahatan terhadap satwa liar harus dihentikan. Inisiatif-inisiatif yang bertujuan mengubah perilaku dibutuhkan untuk mengurangi permintaan terhadap bagian-bagian tubuh Harimau dan produk-produknya.

Direktur Sumatera Wildlife WWF Indonesia, Suhandri menyampaikan bahwa adanya video perkembangbiakan harimau sumatera membuktikan Harimau sumatera yang sehat ini dapat berkembang biak dengan baik di Sumatera Tengah.

"Hal ini juga menunjukkan komitmen yang kuat dari Pemerintah Indonesia untuk menyelamatkan Harimau dan habitatnya," terangnya.*(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Ditinggal Pergi ke Pekanbaru, Rumah Warga Pucuk Rantau Kuansing Dilalap Api
- Pretel-pretel, Ornamen Gerbang Main Stadium Bahayakan Pemotor
- Kadishub Keluhkan Tumpukan Sampah Di Depan Halte TMP
- Tiga Penyakit Bahaya Ini Harus Diwaspadai Pemilik Hewan di Bengkalis
- Buaya Muncul di Sungai Siak, Warga Sekitar Diimbau Tak Berenang
- Ribuan Rumah di Bonai Darussalam Terendam Banjir, Jalan Lintas Rohul-Duri Terganggu
- Usulan Aspal Jalan Akses Dua Sekokah di Bhatin Solapan Seolah Diabaikan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com