Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 21 Mei 2019 22:46
Wabup Inhil: Nuzulul Qur'an Momentum Meningkatkan Kesadaran Mengamalkan Ajaran Al Qur'an

Selasa, 21 Mei 2019 22:10
Jalin Silaturahmi, Terminal Bangkinang Gelar Buka Bersama

Selasa, 21 Mei 2019 21:06
Wali Kota Pekanbaru Kukuhkan Kepengurusan Fankoper

Selasa, 21 Mei 2019 20:51
Prime Park Hotel Pekanbaru Undang Ratusan Anak Yatin Berbuka Puasa Bersama

Selasa, 21 Mei 2019 20:49
Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Dinas PUPR Rohul Buka Puasa Ramadhan Bersama

Selasa, 21 Mei 2019 19:29
Korupsi Pengadaan Pipa Transmisi PDAM Tembilahan, Inhil, PNS dan Kontraktor Dituntut Berbeda

Selasa, 21 Mei 2019 19:26
Kejari Kuansing Gelar Bukber Bersama Dengan Awak Media

Selasa, 21 Mei 2019 18:14
Cek Jalur Mudik Lintas Barat di Kampar, Kapolda Riau Minta Pihak Kontraktor Gesa Perbaikan Jalan

Selasa, 21 Mei 2019 18:06
Santuni Anak Yatim, APHI Komda Riau Gelar Buka Bersama

Selasa, 21 Mei 2019 17:31
Demi Selamatkan MAN 1 Telukkuantan, Kepsek Baru Diminta Mundur


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 1 Agustus 2018 13:04
Poktan Mandiri Simpang Gaung, Inhil Buktikan Serius Wujudkan Kerjasama Normalisasi Parit

Muncul tudingan Kelompok Tani Mandiri Simpang Gaung, Inhil tak punya itikad baik wujudkan normalisasi parit. Dipastikan tudingan itu tak benar dan pengerjaannya sudah dibayar lebih dari cukup.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Kelompok Tani (Poktan) Mandiri Simpang Kanan Parit 8 Dusun Sentosa, Desa Simpang Gaung, Kecamatan Gaung membantah tidak memiliki itikad baik dalam kegiatan normalisasi parit dengan Salman Ependi. Kegiatan ini murni swadaya masyarakat tanpa adanya keterlibatan pihak desa.

"Tidak benar kalau kami tidak memiliki itikad baik dalam kerjasama normalisasi parit dengan saudara Salman Ependi. Bahkan, kami sudah membayarkan melebihi dari galian yang sudah dikerjakan mereka, " tegas Ketua Kelompok Tani Mandiri, Masdianto didampingi pengurus lainnya M Ali, Selasa (31/7/18) saat berada Kantor Hukum Maryanto SH di Tembilahan.

Kegiatan normalisasi parit ini murni swadaya petani dengan pihak Salman Ependi dan tidak ada kaitannya dengan Kepala Desa Simpang Gaung dan perangkatnya, mereka hanya sekedar mengetahui adanya normalisasi ini. Sehingga kalau pun terjadi permasalahan di lapangan, sebagai aparatur pemerintah mereka hanya sebagai fasilitator penyelesaianya.

Dijelaskan, kesepakatan kegiatan normalisasi parit ini bermula sekira bulan Maret 2018 lalu, saat itu disepakati pihak kedua (Salman Ependi) akan mengerjakan galian parit sepanjang 3,5 kilometer dengan bayaran Rp 30.000 permeternya.

"Lahan yang akan dikerjakan ini merupakan milik warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Mandiri yang telah dikelola sejak tahun 80-an, jadi bukan merupakan lahan sengketa, " ujarnya.

Namun, saat pengerjaan normalisasi baru sepanjang 1,7 kilometer atau sekira bulan Mei 2018, tiba-tiba sekelompok orang mengaku lahan yang sedang diakukan penggalian parit ini, milik mereka. Sehingga pengerjaan terhenti selama lebih kurang satu bulan, artinya penghentian ini dilakukan pihak lain dan diluar kehendak Kelompok Tani Mandiri.

"Jadi, tidak tepat kalau tiba-tiba secara sepihak ditekankan kami harus mengganti kerugian karena alat mereka tidak bekerja dan memang tidak ada kesepakatan tersebut," sebut Anto.

Padahal, selama dimulai pekerjaan sejak bulan Maret sampai Juni 2018 lalu, pihaknya selalu mengakomodir pinjaman uang yang diminta saudara Salman Ependi dengan total keseluruhan Rp 92.745.500. Artinya, jumlah pinjaman Salman Ependi melebihi dari hasil pekerjaan penggalian parit sepanjang 1,7 kilometer yakni sekira Rp 51.000.000.

"Jadi, sekali lagi selama ini kami selalu proaktif dan memenuhi keperluan selama alat berat tersebut bekerja. Bahkan, selama ini kami selalu menempuh cara kekeluargaan untuk permasalahan ini," imbuhnya.

Diakuinya, memang terjadi mediasi bersama Kades Simpang Gaung dan Kapolsek Gaung, petani pada prinsipnya bersedia menempuh cara kekeluargaan dan memberikan 'bantuan' sesuai kemampuan. Justru dalam hal ini pihak Salman Ependi sepertinya justru tidak punya itikad baik, tetap bersikukuh terhadap tuntutan mereka yang sangat memberatkan, dan tentunya tidak dapat diakomodir petani.***(mar).

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Tim BBKSDA Riau Musnahkan Sawit di GSK
- Madu Asli Masih Bisa Ditemukan di Kuansing
- Tim Verifikasi KLA Sambangi Pekanbaru, Walikota Expos Visi dan Misi Smart City Madani
- Restorasi Ekosistem Riau Sukses jaga Habitat Satwa Dilindungi
- RAPP Paparkan Kesuksesan RER, Lestarikan Kawasan Gambut dan Cegah Karlahut
- Basarnas Kerahkan Penyelam, Cari Pelajar Rohul Hilang di Sungai
- Ngopi PWI Riau-KLHK Soroti Populasi Harimau dan Gajah di Sumatera


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com