Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 22 Januari 2019 22:09
Disaksikan Bupati Harris, Pengurus PGRI Kecamatan Ukui Dilantik

Selasa, 22 Januari 2019 22:03
Tuntutan Tak Dipenuhi, Kepala BPN Riau Dianggap Kangkangi Perintah Presiden Jokowi

Selasa, 22 Januari 2019 21:37
Mahasiswa Siap Kawal Proses Hukum Dugaan Mesum Oknum Dewan Kuansing

Selasa, 22 Januari 2019 21:14
Bupati Inhil Lepas Ekspor Perdana Siput Menuju Negeri Jiran, Malaysia

Selasa, 22 Januari 2019 21:11
DMIJ Plus Terintegrasi, Role Model Pembangunan Ekonomi Kawasan Perdesaan

Selasa, 22 Januari 2019 21:06
Silaturrahmi Kerakyatan, Ribuan Masyarakat Padati Kediaman Kordias Pasaribu

Selasa, 22 Januari 2019 18:13
Dikukuhkan Jadi Komut, Masperi Diberi Amanah Kembangkan PT Jamkrida

Selasa, 22 Januari 2019 18:10
Tak Hadir Acara Seminar ISEI, Pimpinan DPRD Riau Punya Alasan

Selasa, 22 Januari 2019 18:07
Masuki Era Industri 4.0, Perusahaan Terapkan Zero Fatality

Selasa, 22 Januari 2019 17:19
BC Bengkalis Amankan Pompong Beruatan Ribuan Kayu Teki


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 3 Agustus 2018 07:47
Dua Pekan Petugas Berjibaku, Kebakaran Lahan di Inhu tak Kunjung Padam

Kebakaran lahan masih terjadi di Inhu. Padahal sudah dua pekan petugas berjibaku memadamkannya.

Riauterkini-RENGAT-Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tak kunjung padam, 13 hari sudah upaya pemadaman dilakukan Satgas Kantor Penanggulangan Bencana Daerah (KPBD) Inhu, dengan melibatkan satu unit helikopter dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau.

Tak kunjung padamnya kebakaran lahan di Desa Penyaguan, Kecamatan Batang Gansal, Inhu walau sudah dilakukan upaya pemadaman selama 13 hari dengan melibatkan helikopter milik BPBD Riau untuk melakukan water bombing. Disampaikan Kepala KPBD Inhu, Widodo kepada awak media Kamis (2/8/18).

"Kalau dihitung hingga hari Kamis ini sudah 13 hari kita melakukan pemadaman api di Desa Penyaguhan," ujarnya.

Diungkapkanya, pihaknya tidak bisa memperkirakan luasan lahan yang terbakar. Kondisi lahan di Desa Penyaguhan merupakan lahan gambut. Selain itu kedalaman gambut di Desa Penyaguhan tersebut diperkirakan lebih dari satu meter. Sehingga api sulit dipadamkan.

"Kondisi lahan gambut, jadi kita sulit memadamkan. Namun karena hujan pada Rabu (1/8/18) malam cukup membantu pemadaman," ungkapnya.

Selain menurunkan petugasnya, KPBD Inhu juga dibantu satu unit helikopter dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau. Dimana ada tiga orang petugas yang ditempatkan di lokasi untuk memandu helikopter dalam melakukan water bombing. Tambahnya.

Selama bulan Juli 2018 kemarin, KPBD Inhu juga mencatat sejumlah titik api yang muncul di beberapa lokasi, diantaranya Desa Alim, Kecamatan Batang Cenaku dan Kecamatan Batang Peranap, Inhu.

"Di Desa Alim memang sempat terdeteksi ada hotspot, namun petugas langsung sigap dan melakukan pemadaman dan tuntas dilakukan satu hari," tegasnya.

KPBD Inhu juga membuka posko siaga Karlahut yang dipusatkan di Kantor KPBD Inhu, hingga Kamis (2/8/18) kemarin diketahui bahwa di Provinsi Riau, hanya Kabupaten Inhu yang masih terdapat titik api dan masih melakukan pemadaman. Jelasnya. *** (guh)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- BC Bengkalis Amankan Pompong Beruatan Ribuan Kayu Teki
- Jalan Rusak Bikin Truk Angkut Sawit Terguling di Jalan Lintas Bono Pelalawan
- ESDM Sebut 10 Perusahaan Migas Hasilkan Tiga Jenis Limbah B3
- Sepanjang 2019, BRG Targetkan Restorasi 143.000 Hektare Gambut Konsesi Perusahaan Riau
- Petani Muara Bungkal Sambut Program DMPA PT AA-SMF
- Buntut Pembunuhan Burung Enggang oleh Warga,
Pemuka Adat Minta BKSDA Sosialisasikan UU Hewan Dilindungi

- Masyarakat Bandar Alai, Kuansing Dambakan Perbaikan Jakan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com