Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 17 Nopember 2018 18:16
Diterima Pemkab Siak,
BRK Serahkan CSR Berupa Asrama Tahfidz Al Alim dan 3 RKB SD Sains Tahfizh Islamic Center


Sabtu, 17 Nopember 2018 17:55
Walikota Pekanbaru Panen Pedet dan Luncurkan Agrotec Farm System di Kelurahan Agrowisata

Sabtu, 17 Nopember 2018 17:25
Disnaker Riau Saksikan Penandatangan PKB Serikat Pekerja di Pelalawan

Sabtu, 17 Nopember 2018 16:51
Rusak Sepanduk LGBT, Banci Pemilik Salon Digeruduk FPI dan Jamaah Masjid

Sabtu, 17 Nopember 2018 14:12
Puting Beliung Rusak Dua Unit Rumah di Kuindra, Inhil

Sabtu, 17 Nopember 2018 14:06
‎Pelaku Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi Pernah Pulang ke Rohul

Sabtu, 17 Nopember 2018 13:24
Kenalkan Lebih Mendalam Mengani Media Siber, Riauonline.co.id Taja Seminar NuMedia Cyber

Sabtu, 17 Nopember 2018 11:35
Setelah Kampar, BKD Riau Kembali Gelar Touring Road to Siak

Sabtu, 17 Nopember 2018 11:18
Reuni Perak Alumni SMPN 4 Pekanbaru, Donor Darah dan ke Panti Asuhan

Sabtu, 17 Nopember 2018 10:58
Kejaksaan Negeri Teluk Kuantan Menjadi yang Terbaik di Riau


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 5 Agustus 2018 09:29
5 Rumah 'Nunggu Giliran', Abrasi Sungai Subayang Runtuhkan Rumah Janda Renta di Kampar Kiri

Seorang janda berusia 75 tahun di Kampar Kiri kehilangan tenpat tinggal. Rumahnya runtuh akibat abrasi Sungai Subayang. 5 rumah terancam senasib.

Riauterkini-LIPATKAIN – Abrasi yang terus menerus terjadi di pinggir Sungai Subayang di Kecamatan Kampar Kiri menelan korban. Satu unit rumah milik janda Siti Bungsu (75) di Desa Domo, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar roboh.

Kepala Desa Domo Firman saat dihubungi melalui telepon selulernya, Ahad (5/8/2018) pagi mengatakan, robohnya rumah nenek Siti Bungsu atau yang biasa dipanggil Nik Gantang diawali hujan deras sejak Jum'at (3/8/2018) malam. Namun rumah baru roboh Sabtu (4/8/2018) pagi sekira pukul 08.00 WIB. Rumah yang berdiri berdekatan dengan pinggiran Sungai Subayang tersebut kondisinya sudah miring dan sebagian badan rumah hampir masuk ke dalam Sungai Subayang. Bangunan yang cukup tua itu hampir semua dindingnya sudah retak.

Ia mengatakan, kondisi itu disebabkan tingginya curah hujan yang terjadi sejak Jum'at malam hingga Sabtu dinihari. Hujan yang lebat membuat tanah di dekat rumah Nik Gantang yang berdekatan dengan bibir Sungai Subayang longsor dan membuat badan rumah roboh dan sebagian miring. Namun rumah itu baru ambruk sekira pukul 08.00 WIB. Sebenarnya rumah Nek Gantang ini telah disapu abrasi di bagian dapur sejak beberapa waktu lalu. Karena kondisi rumahnya makin membahayakan makanya Nek Gantang kalau malam hari tidur di rumah anaknya di kampung itu. "Tapi kalau siang hari nenek itu tetap selalu di rumahnya itu. Kemarin nenek ni datang kepada saya menyampaikan kondisi rumahnya. Dia nangis-nangis karena katanya ini adalah satu-satunya hartanya yang tertinggal," kata Firman.

Selain rumah Nik Gantang, saat ini masih ada lima unit rumah lainnya yang terancam roboh. Rumah itu adalah rumah permanen, sama dengan rumah Siti Bungsu alias Nek Gantang. "Ada limah unit rumah milik warga kami yang hampir masuk ke sungai yang kami perkirakan hanya hitungan centimeter lagi, bukan meter, sangat dekat sekali dari bibir Sungai Subayang," beber Firman.

Kades Domo berharap kepada Pemerintahan Kabupaten Kampar agar segera turun ke lokasi melihat kejadian ini dan segera memberikan bantuan kepada korban. Untuk mengantisipasi peristiwa serupa terhadap rumah lainnya yang juga dalam kondisi membahayakan, Pemdes Domo minta kepada pemerintah daerah membangun turap mengantisipasi abrasi yang terus-menerus terjadi di pinggir Sungai Subayang. Abrasi ini adalah masalah lama yang selalu dikhawatirkan masyarakat yang berada di pinggiran Sungai Subayang. Selalu Kades ia selalu menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah daerah maupun kepada Wakil rakyat namun sampai sekarang belum digubris dan turap yang sudah dibangun belum dilanjutkan. Ia menceritakan, abrasi di Sungai Subayang cukup cepat dan sangat luas dalam Tempo waktu yang singkat. Posisi rumah yang roboh saat ini dalam hitungan lima tahun lalu masih berada sekira 30 meter dari bibir Sungai Subayang, namun saat ini benar-benar sudah berada di pinggir dinding bagian dapur rumah warga.

"Kami juga berharap turap yang telah dibangun oleh Pemerintah Provinsi sepanjang 80 meter dapat dilanjutkan. Kita juga akan mengajukan bantuan ke pemerintah daerah melalui Dinas Sosial Kabupaten Kampar untuk membantu Nenek Bungsu,” ulas Firman. 

Camat Kampar Kiri Agustar ketika dikonfirmasi mengaku sudah mendapatkan laporan langsung dari Kepala Desa Domo. "Untuk sementara kita menunggu data dari Pemerintah Desa Domo dan nanti akan kita laporkan langsung kepihak terkait Pemerintah Kabupaten Kampar," kata Agustar.*(man)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Puting Beliung Rusak Dua Unit Rumah di Kuindra, Inhil
- Waspada Banjir dan Longsor, BMKG Prediksi Sepekan ke Depan Riau Diguyur Hujan Deras
- Berhasil Dievakuasi dari Bawah Ruko, BBKSDA Riau Kirim Harimau ke Sumbar
- Pasang Spanduk, BBKSDA Riau Peringatkan Konflik Manusia Vs Satwa
- Tim Respon Cepat BBKSDA Riau Lakukan Penyelamatan Harimau Terjebak di Inhil
- Masih Terjebak,
Tim BBKSDA Terus Berupaya Evakuasi Harimau dari Bawah Ruko di Pulau Burung, Inhil

- Bocah Diterkam Buaya di Bonai Darussalam Ditemukan Meninggal dan Penuh Luka


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com