Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Kamis, 21 Pebruari 2019 13:26
Hari Peduli Sampah Nasional 2019 , TNI dan Polri Kompak Bersih-bersih di Bangkinang

Kamis, 21 Pebruari 2019 12:35
Polres Bengkalis Musnahkan Puluhan Bal Pakaian Bekas dan Ratusan Karung Bawang Ilegal

Kamis, 21 Pebruari 2019 10:39
PT Ramajaya Pramukti Gandeng Tiga Lembaga Wujudkan Peremajaan Kelapa.Sawit di Kampar

Kamis, 21 Pebruari 2019 09:19
Ketika Legislator Bagus Santoso Takjub Sekaligus Prihatin Melihat Obyek Wisata Air Sikabau Jaya

Kamis, 21 Pebruari 2019 08:17
237 Honorer Lulus Administrasi P3K  Pemkab Bengkalis

Rabu, 20 Pebruari 2019 23:00
Edarkan Shabu, Pasangan Suami Istri Warga Karya Indah ini diciduk Polsek Tapung

Rabu, 20 Pebruari 2019 20:51
Bupati Inhil Pimpin Rapat Penyelesaian Kredit Kelompok Tani Dengan BNI

Rabu, 20 Pebruari 2019 18:07
Bersama IBI Pekanbaru, Disdalduk KB Siap Wujudkan KKBPK

Rabu, 20 Pebruari 2019 17:50
Syamsuar dan Edy Natar Diajak Jenguk Ruang Penjara KPK

Rabu, 20 Pebruari 2019 17:36
Dinsos Bengkalis Sosialisasikan Penyaluran Bansos Rastra dan Bantuan Pangan Non Tunai


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 5 Agustus 2018 09:29
5 Rumah 'Nunggu Giliran', Abrasi Sungai Subayang Runtuhkan Rumah Janda Renta di Kampar Kiri

Seorang janda berusia 75 tahun di Kampar Kiri kehilangan tenpat tinggal. Rumahnya runtuh akibat abrasi Sungai Subayang. 5 rumah terancam senasib.

Riauterkini-LIPATKAIN – Abrasi yang terus menerus terjadi di pinggir Sungai Subayang di Kecamatan Kampar Kiri menelan korban. Satu unit rumah milik janda Siti Bungsu (75) di Desa Domo, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar roboh.

Kepala Desa Domo Firman saat dihubungi melalui telepon selulernya, Ahad (5/8/2018) pagi mengatakan, robohnya rumah nenek Siti Bungsu atau yang biasa dipanggil Nik Gantang diawali hujan deras sejak Jum'at (3/8/2018) malam. Namun rumah baru roboh Sabtu (4/8/2018) pagi sekira pukul 08.00 WIB. Rumah yang berdiri berdekatan dengan pinggiran Sungai Subayang tersebut kondisinya sudah miring dan sebagian badan rumah hampir masuk ke dalam Sungai Subayang. Bangunan yang cukup tua itu hampir semua dindingnya sudah retak.

Ia mengatakan, kondisi itu disebabkan tingginya curah hujan yang terjadi sejak Jum'at malam hingga Sabtu dinihari. Hujan yang lebat membuat tanah di dekat rumah Nik Gantang yang berdekatan dengan bibir Sungai Subayang longsor dan membuat badan rumah roboh dan sebagian miring. Namun rumah itu baru ambruk sekira pukul 08.00 WIB. Sebenarnya rumah Nek Gantang ini telah disapu abrasi di bagian dapur sejak beberapa waktu lalu. Karena kondisi rumahnya makin membahayakan makanya Nek Gantang kalau malam hari tidur di rumah anaknya di kampung itu. "Tapi kalau siang hari nenek itu tetap selalu di rumahnya itu. Kemarin nenek ni datang kepada saya menyampaikan kondisi rumahnya. Dia nangis-nangis karena katanya ini adalah satu-satunya hartanya yang tertinggal," kata Firman.

Selain rumah Nik Gantang, saat ini masih ada lima unit rumah lainnya yang terancam roboh. Rumah itu adalah rumah permanen, sama dengan rumah Siti Bungsu alias Nek Gantang. "Ada limah unit rumah milik warga kami yang hampir masuk ke sungai yang kami perkirakan hanya hitungan centimeter lagi, bukan meter, sangat dekat sekali dari bibir Sungai Subayang," beber Firman.

Kades Domo berharap kepada Pemerintahan Kabupaten Kampar agar segera turun ke lokasi melihat kejadian ini dan segera memberikan bantuan kepada korban. Untuk mengantisipasi peristiwa serupa terhadap rumah lainnya yang juga dalam kondisi membahayakan, Pemdes Domo minta kepada pemerintah daerah membangun turap mengantisipasi abrasi yang terus-menerus terjadi di pinggir Sungai Subayang. Abrasi ini adalah masalah lama yang selalu dikhawatirkan masyarakat yang berada di pinggiran Sungai Subayang. Selalu Kades ia selalu menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah daerah maupun kepada Wakil rakyat namun sampai sekarang belum digubris dan turap yang sudah dibangun belum dilanjutkan. Ia menceritakan, abrasi di Sungai Subayang cukup cepat dan sangat luas dalam Tempo waktu yang singkat. Posisi rumah yang roboh saat ini dalam hitungan lima tahun lalu masih berada sekira 30 meter dari bibir Sungai Subayang, namun saat ini benar-benar sudah berada di pinggir dinding bagian dapur rumah warga.

"Kami juga berharap turap yang telah dibangun oleh Pemerintah Provinsi sepanjang 80 meter dapat dilanjutkan. Kita juga akan mengajukan bantuan ke pemerintah daerah melalui Dinas Sosial Kabupaten Kampar untuk membantu Nenek Bungsu,” ulas Firman. 

Camat Kampar Kiri Agustar ketika dikonfirmasi mengaku sudah mendapatkan laporan langsung dari Kepala Desa Domo. "Untuk sementara kita menunggu data dari Pemerintah Desa Domo dan nanti akan kita laporkan langsung kepihak terkait Pemerintah Kabupaten Kampar," kata Agustar.*(man)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Hari Peduli Sampah Nasional 2019 , TNI dan Polri Kompak Bersih-bersih di Bangkinang
- Hujan Lebat, Beberapa Desa Kebanjiran di Kuansing
- Sambut Hari Peduli Sampah 2019, Polair, FKPM dan Netral 'Bungkus' Sampah Pantai di Bengkalis
- Lahan Gambut di Pulau Bengkalis Terbakar
- Gajah Masuk Rumbai, BBKSDA Turunkan Tim
- Dukung Status Siaga Karhutla di Riau,
BPBD Ajukan Pengadaan Helikopter Water Boombing ke Pusat

- Gubri Tetapkan Status Siaga Karhutla Hingga Oktober Mendatang


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com