Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 21 Agustus 2018 16:33
Pemkab Bertekad Wujudkan Anak Kuansing Jenius

Selasa, 21 Agustus 2018 16:30
Jelang Deklarasi Ganti Presiden, DPW PKS Riau Imbau Kader Tak Pakai Nama PKS

Selasa, 21 Agustus 2018 16:29
Wisata Alam Danau Tajwid, Langgam Resmi Dibuka untuk Umum

Selasa, 21 Agustus 2018 15:32
Pemuda Pancasila Ancam Segel Bandara Jika Deklarasi #2019gantipresiden Dilaksanakan di Riau

Selasa, 21 Agustus 2018 15:18
Hakim Tak Lengkap, Vonis Tiga PNS Dispenda Riau Terjerat Korupsi SPPD Fiktif Ditunda

Selasa, 21 Agustus 2018 15:12
Bupati Inhil Pimpin Rapat Pembahasan Rancangan Teknokratik RPJMD Inhil 2018-2023

Selasa, 21 Agustus 2018 14:58
Sekdaprov Ditanya Bawahan Lewat WA Soal Single Salary

Selasa, 21 Agustus 2018 14:49
Bupati Inhil Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid di PMIP

Selasa, 21 Agustus 2018 14:27
Tolak ‎Deklarasi #2019gantipresiden, Sembilan Orang Mengaku Mahasiswa Datangi Polda Riau

Selasa, 21 Agustus 2018 13:35
‎Diduga Bacok Anggotanya,
Mandor Kebun Sawit Ini Ditangkap Polsek Kepenuhan Rohul



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 5 Agustus 2018 09:29
5 Rumah 'Nunggu Giliran', Abrasi Sungai Subayang Runtuhkan Rumah Janda Renta di Kampar Kiri

Seorang janda berusia 75 tahun di Kampar Kiri kehilangan tenpat tinggal. Rumahnya runtuh akibat abrasi Sungai Subayang. 5 rumah terancam senasib.

Riauterkini-LIPATKAIN – Abrasi yang terus menerus terjadi di pinggir Sungai Subayang di Kecamatan Kampar Kiri menelan korban. Satu unit rumah milik janda Siti Bungsu (75) di Desa Domo, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar roboh.

Kepala Desa Domo Firman saat dihubungi melalui telepon selulernya, Ahad (5/8/2018) pagi mengatakan, robohnya rumah nenek Siti Bungsu atau yang biasa dipanggil Nik Gantang diawali hujan deras sejak Jum'at (3/8/2018) malam. Namun rumah baru roboh Sabtu (4/8/2018) pagi sekira pukul 08.00 WIB. Rumah yang berdiri berdekatan dengan pinggiran Sungai Subayang tersebut kondisinya sudah miring dan sebagian badan rumah hampir masuk ke dalam Sungai Subayang. Bangunan yang cukup tua itu hampir semua dindingnya sudah retak.

Ia mengatakan, kondisi itu disebabkan tingginya curah hujan yang terjadi sejak Jum'at malam hingga Sabtu dinihari. Hujan yang lebat membuat tanah di dekat rumah Nik Gantang yang berdekatan dengan bibir Sungai Subayang longsor dan membuat badan rumah roboh dan sebagian miring. Namun rumah itu baru ambruk sekira pukul 08.00 WIB. Sebenarnya rumah Nek Gantang ini telah disapu abrasi di bagian dapur sejak beberapa waktu lalu. Karena kondisi rumahnya makin membahayakan makanya Nek Gantang kalau malam hari tidur di rumah anaknya di kampung itu. "Tapi kalau siang hari nenek itu tetap selalu di rumahnya itu. Kemarin nenek ni datang kepada saya menyampaikan kondisi rumahnya. Dia nangis-nangis karena katanya ini adalah satu-satunya hartanya yang tertinggal," kata Firman.

Selain rumah Nik Gantang, saat ini masih ada lima unit rumah lainnya yang terancam roboh. Rumah itu adalah rumah permanen, sama dengan rumah Siti Bungsu alias Nek Gantang. "Ada limah unit rumah milik warga kami yang hampir masuk ke sungai yang kami perkirakan hanya hitungan centimeter lagi, bukan meter, sangat dekat sekali dari bibir Sungai Subayang," beber Firman.

Kades Domo berharap kepada Pemerintahan Kabupaten Kampar agar segera turun ke lokasi melihat kejadian ini dan segera memberikan bantuan kepada korban. Untuk mengantisipasi peristiwa serupa terhadap rumah lainnya yang juga dalam kondisi membahayakan, Pemdes Domo minta kepada pemerintah daerah membangun turap mengantisipasi abrasi yang terus-menerus terjadi di pinggir Sungai Subayang. Abrasi ini adalah masalah lama yang selalu dikhawatirkan masyarakat yang berada di pinggiran Sungai Subayang. Selalu Kades ia selalu menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah daerah maupun kepada Wakil rakyat namun sampai sekarang belum digubris dan turap yang sudah dibangun belum dilanjutkan. Ia menceritakan, abrasi di Sungai Subayang cukup cepat dan sangat luas dalam Tempo waktu yang singkat. Posisi rumah yang roboh saat ini dalam hitungan lima tahun lalu masih berada sekira 30 meter dari bibir Sungai Subayang, namun saat ini benar-benar sudah berada di pinggir dinding bagian dapur rumah warga.

"Kami juga berharap turap yang telah dibangun oleh Pemerintah Provinsi sepanjang 80 meter dapat dilanjutkan. Kita juga akan mengajukan bantuan ke pemerintah daerah melalui Dinas Sosial Kabupaten Kampar untuk membantu Nenek Bungsu,” ulas Firman. 

Camat Kampar Kiri Agustar ketika dikonfirmasi mengaku sudah mendapatkan laporan langsung dari Kepala Desa Domo. "Untuk sementara kita menunggu data dari Pemerintah Desa Domo dan nanti akan kita laporkan langsung kepihak terkait Pemerintah Kabupaten Kampar," kata Agustar.*(man)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- 148 Titik Api Kepung Sumatera, 36 di Riau
- Api Sudah Padam, Pelaku Karlahut di Bukit Suligi, Rohul Belum Tertangkap
- Kebakaran Lahan Meluas, Wagubri Langsung Telphon Bupati Rohil
- Lokasi Sulit Dijangkau dan Sumber Air Jauh, 20 Hektar Lahan di Bukit Suligi Rohul Terbakar
- Kembali Membara, BPBD Curiga Kebakaran Lahan di Lubuk Gaung Disengaja
- Satelit Terra Aqua Pantau 68 Titik Api di Riau
- 70 Hotspot di Sumatera 50 Diantaranya Ada di Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com