Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 19 Oktober 2018 17:15
Diduga Gelapkan Aset Gereja, Pengalihan Penahanan Pendeta Ini Dikabulkan Hakim

Jum’at, 19 Oktober 2018 16:45
Demo di Tugu Zapin,
Belasan Massa Pendukung Jokowi tak Mau Disebut Bayaran


Jum’at, 19 Oktober 2018 16:28
Perluas Jaringan di Sumatera, Electronic City Hadir di Kota Pekanbaru

Jum’at, 19 Oktober 2018 16:25
Disdukcapil Bengkalis Tambah 15 Unit Mesin Cetak e-KTP

Jum’at, 19 Oktober 2018 16:22
Polisi Pelajari Dugaan RAPBDP 2018 yang Diubah Sepihak Oknum Pemkab Kuansing

Jum’at, 19 Oktober 2018 16:12
Pengumuman Ahad Lusa,
Ratusan Berkas Calon Peserta CPNS 2018 di Pemkab Rohul Dinilai TMS


Jum’at, 19 Oktober 2018 16:07
Komisi III DPRD Riau Usulkan Raperda Penagihan Pajak dengan Surat Paksa

Jum’at, 19 Oktober 2018 16:02
Pemprov dan Meranti Tersendiri,
Ujian CAT Peserta CPNS Dibagi Empat Titik


Jum’at, 19 Oktober 2018 14:53
Jembatan Pelanduk Akan Diperbaiki Tahun 2019, PUPR Rohul Ajukan Rp3,2 Miliar di APBD

Jum’at, 19 Oktober 2018 12:42
Ada Pemutihan Denda Pajak Kendaraan,
Wakil Rakyat di DPRD Kuansing Imbau Pemerintah Tak Persulit Masyarakat



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 7 Agustus 2018 13:11
Basarnas Riau Gelar Rakor dan Pelatihan Potensi SAR Daerah

Bertujuan sebagai sarana untuk memperkuat sinergisitas kepada dinas terkait, Badan Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas gelar Rakor SAR dan Pelatihan Potensi SAR Daerah 2018

Riauterkini - PEKANBARU - Kembali tingkatkan kekompakan dan sinergisitas, Badan Pencarian dan Pertolongan Pekanbaru gelar Rapat Koordinasi SAR dan Pelatihan Potensi SAR Daerah. Gelaran yang dibuka langsung oleh Gede Darmada selaku Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pekanbaru dilaksanakan di Pangeran Hotel Pekanbaru.

Saat berbincang bersama riauterkini.com, Selasa (07/08/18) Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pekanbaru, Gede Darmada menjelaskan gelaran Rakor SAR 2018 ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan sinergisitas dan menumbuh kembangkan koordinasi antara Basarnas dan dinas terkait. "Ini kita lakukan sebab, tidak semua bencana yang terjadi di Riau dapat kita tangani sendiri. Kita butuh kekompakan dan bantuan pihak lain," katanya.

Menurutnya dengan tumbuhnya sinergisitas dan koordinasi semua pihak, dalam penanganan bencana di lapangan tim akan saling mengenal dan juga bekerja sama. Sehingga tidak terjadi ego sektoral dan saling membanggakan "benderanya" masing-masing.

"Dalam gelaran ini, kita juga mengajak dinas terkait dalam penenganan bencana seperti BPBD, aparat kemanan yakni jajaran Polri, TNI, Dishub, serta Badan Meteorologi yang hadir memahami lebih dalam UUD tentang SAR. Sebab, saat ini kita menilai masih banyak masyarakat yang belum memahami betul tugas pokok Basarnas dan Badan Penanggulangan Bebcana Daerah (BPBD)," bebernya.

Dimaksudkan dari berbagai tamu undangan tersebut dapat meneruskan sosialisasi ke jajarannya bahkan hingga ke lingkungan masyarakat. Seperti diketahui tugas pokok Basarnas yakni masuk dalam tanggap darurat. Yaitu meliputi pencarian, pertolongan dan efakuasi. Sementara BPBD lebih mengarah diranah pemulihan. Seperti pemulihan rumah, pemulihan masyarakat dan sebagainya.

Dalam hal ini, Basarnas juga melibatkan komunitas atau praktisi yang memang kerab berada di lapangan. Tentu ini juga bertujuan membangun komunikasi yang baik kepada relawan yang dinilai sangat membantu hingga saat ini.

Sementara itu, Gede juga menjelaskan saat ini sarana dan prasarana Basarnas di Riau dinilai cukup. Dimana pihaknya memiliki 4 prahu karet, 2 rigit dengan kapasitas yg lebih besar. Ada juga 4 kapal terdiri di 1 panjang 36 meter dan 1 kapal 12 meter. "Untin 4 kapal ini kita tempatkan dibeberapa wilayah di Riau. Seperti di Dumai, Siak, dan Tembilahan. Ini kita maksudkan untuk mendekatkan diri kepada masyarakat," terangnya.

Selain Rakor SAR 2018, terdapat juga rangkaian pelatihan yang rencananya akan dilaksanakan di Danau Buatan Rumbai. Rencananya akan ada pelatihan tentangvteknik pertolongan di air baik itu bencana atau pun kecelakan. "Memang disektor air kita sedikit kesulitan dengan kondisi air sungai di wilayah Riau. Dimana airnya lebih keruh dengan penglihatan hanya beberapa meter saja. Namun, tetap kita upayakan semaksimal mungkin dalam melakukan penanganan jika terjadi bencana atau pun kecelakaan di perairan Riau," tutupnya. ***(rul)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Kadishub Keluhkan Tumpukan Sampah Di Depan Halte TMP
- Tiga Penyakit Bahaya Ini Harus Diwaspadai Pemilik Hewan di Bengkalis
- Buaya Muncul di Sungai Siak, Warga Sekitar Diimbau Tak Berenang
- Ribuan Rumah di Bonai Darussalam Terendam Banjir, Jalan Lintas Rohul-Duri Terganggu
- Usulan Aspal Jalan Akses Dua Sekokah di Bhatin Solapan Seolah Diabaikan
- Banjir Melanda Dua Kelurahan di Kecamatan Dumai Selatan
- Ribuan Rumah di Bengkalis Digenangi Banjir


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com