Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 16 Pebruari 2019 22:27
Target Menang, Golkar Riau Gelar Bimtek Aplikasi Saksiku

Sabtu, 16 Pebruari 2019 19:29
Seratusan Peserta Ikuti Lomba Bertema Bahasa Mandarin di Mal Ska Pekanbaru

Sabtu, 16 Pebruari 2019 19:26
Ajudan Istri Bupati Meninggal Dunia, Pemkab Kuansing Berduka

Sabtu, 16 Pebruari 2019 15:34
TNI, Polri dan BPBD, Fire Fighter PT SRL Berjibaku Padamkan Api di Rupat

Sabtu, 16 Pebruari 2019 15:13
Kejari Bengkalis Tetapkan 4 Tersangka Kasus UEK SP Duri Mandiri Bersatu, Duri Timur

Sabtu, 16 Pebruari 2019 10:54
Goes to Campus, Cara KPU Bengkalis Ajak Pemula Gunakan Hak Pilih

Sabtu, 16 Pebruari 2019 08:53
Babinsa Koramil 07/Kuantan Hilir Goro Perbaiki Mushola di Kuansing

Sabtu, 16 Pebruari 2019 07:30
Pemkab Meranti Tegaskan Permintaan Dispensasi Embarkasi Haji Bukan Politis

Jum’at, 15 Pebruari 2019 22:43
Tabrak Truk, Pemotor di Duri Tewas Mengenaskan

Jum’at, 15 Pebruari 2019 21:14
Nelayan Myanmar Ditemukan Mengapung di Selat Bengkalis Diserahkan ke KKP Batam, Kepri


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 7 Agustus 2018 13:11
Basarnas Riau Gelar Rakor dan Pelatihan Potensi SAR Daerah

Bertujuan sebagai sarana untuk memperkuat sinergisitas kepada dinas terkait, Badan Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas gelar Rakor SAR dan Pelatihan Potensi SAR Daerah 2018

Riauterkini - PEKANBARU - Kembali tingkatkan kekompakan dan sinergisitas, Badan Pencarian dan Pertolongan Pekanbaru gelar Rapat Koordinasi SAR dan Pelatihan Potensi SAR Daerah. Gelaran yang dibuka langsung oleh Gede Darmada selaku Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pekanbaru dilaksanakan di Pangeran Hotel Pekanbaru.

Saat berbincang bersama riauterkini.com, Selasa (07/08/18) Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pekanbaru, Gede Darmada menjelaskan gelaran Rakor SAR 2018 ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan sinergisitas dan menumbuh kembangkan koordinasi antara Basarnas dan dinas terkait. "Ini kita lakukan sebab, tidak semua bencana yang terjadi di Riau dapat kita tangani sendiri. Kita butuh kekompakan dan bantuan pihak lain," katanya.

Menurutnya dengan tumbuhnya sinergisitas dan koordinasi semua pihak, dalam penanganan bencana di lapangan tim akan saling mengenal dan juga bekerja sama. Sehingga tidak terjadi ego sektoral dan saling membanggakan "benderanya" masing-masing.

"Dalam gelaran ini, kita juga mengajak dinas terkait dalam penenganan bencana seperti BPBD, aparat kemanan yakni jajaran Polri, TNI, Dishub, serta Badan Meteorologi yang hadir memahami lebih dalam UUD tentang SAR. Sebab, saat ini kita menilai masih banyak masyarakat yang belum memahami betul tugas pokok Basarnas dan Badan Penanggulangan Bebcana Daerah (BPBD)," bebernya.

Dimaksudkan dari berbagai tamu undangan tersebut dapat meneruskan sosialisasi ke jajarannya bahkan hingga ke lingkungan masyarakat. Seperti diketahui tugas pokok Basarnas yakni masuk dalam tanggap darurat. Yaitu meliputi pencarian, pertolongan dan efakuasi. Sementara BPBD lebih mengarah diranah pemulihan. Seperti pemulihan rumah, pemulihan masyarakat dan sebagainya.

Dalam hal ini, Basarnas juga melibatkan komunitas atau praktisi yang memang kerab berada di lapangan. Tentu ini juga bertujuan membangun komunikasi yang baik kepada relawan yang dinilai sangat membantu hingga saat ini.

Sementara itu, Gede juga menjelaskan saat ini sarana dan prasarana Basarnas di Riau dinilai cukup. Dimana pihaknya memiliki 4 prahu karet, 2 rigit dengan kapasitas yg lebih besar. Ada juga 4 kapal terdiri di 1 panjang 36 meter dan 1 kapal 12 meter. "Untin 4 kapal ini kita tempatkan dibeberapa wilayah di Riau. Seperti di Dumai, Siak, dan Tembilahan. Ini kita maksudkan untuk mendekatkan diri kepada masyarakat," terangnya.

Selain Rakor SAR 2018, terdapat juga rangkaian pelatihan yang rencananya akan dilaksanakan di Danau Buatan Rumbai. Rencananya akan ada pelatihan tentangvteknik pertolongan di air baik itu bencana atau pun kecelakan. "Memang disektor air kita sedikit kesulitan dengan kondisi air sungai di wilayah Riau. Dimana airnya lebih keruh dengan penglihatan hanya beberapa meter saja. Namun, tetap kita upayakan semaksimal mungkin dalam melakukan penanganan jika terjadi bencana atau pun kecelakaan di perairan Riau," tutupnya. ***(rul)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Karhutla Meluas, Bengkalis Tetapkan Status Darurat
- Suami Tewas dan Istri Kritis, Pasutri di Duri Tertabrak Truk
- Bengkalis Tetapkan Status Darurat Kabut Asap dan Karhutla
- Kabut Asap, Warga Dumai Mulai Gunakan Masker
- Dapat Laporan Jejak Harimau, Tim BBKSDA Riau Cek Lokasi
- 7 Perusahaan Tandatangani BMP
- Perkenalkan Bahaya Karhutla Sejak Dini,
PT SSL Estate Pasir Pangaraian Sosialisasi di Sekolah



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com