Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Senin, 22 April 2019 09:02
Diserang Kelompok Bersenjata, Tiga Personil Polda Riau Luka Tusuk

Senin, 22 April 2019 07:05
Gandeng Sejumlah Komunitas, Sahabat Sungai Pekanbaru Kompak Bersihkan Sungai

Senin, 22 April 2019 06:58
Bupati Inhil Hadiri Kegiatan IKGTKI PGRI Peringati Hari Kartini 

Ahad, 21 April 2019 20:09
Bawaslu : Otak atik Suara Peserta Pemilu, Bisa Dipidana

Ahad, 21 April 2019 19:46
Petugas Pemilu yang Berkorban

Ahad, 21 April 2019 16:59
Bakal Ditinjau Bupati,
6.086 Siswa SMP Sederajat di Pelalawan Besok Ikuti UN


Ahad, 21 April 2019 16:55
HUT ke-22, Iwara Buat Acara Meriah

Ahad, 21 April 2019 16:06
Lomba Burung Berkicau KNPI Rohul Cup 1 Diramaikan Pecinta Burung dari Tiga Provinsi

Ahad, 21 April 2019 14:47
Terkait Kematian Andri Arisko,
5 Personel Polres Kuansing Diperiksa Propam Polda Riau


Ahad, 21 April 2019 10:54
Asia Farm Resmi Dibuka, Destinasi Wisata Penuh Edukasi di Pekanbaru


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 14 September 2018 15:04
Terjerat Perangkap Babi Hutan,
BBKSDA Riau Evakuasi Intan


Tim BBKSDA Riau mengevakuasi Intan. Anak gajah yang terjerat di jeratan babi hutan di Mandau.

Riauterkini-PEKANBARU-Tim BBKSDA Riau melakukan evakuasi satwa Gajah Sumatera _(Elephas maximus sumatranus), Kamis (13/9/18). Evakuasi bermula dari laporan masyarakat pada tanggal 23 Agustus 2018, melalui call center Balai Besar KSDA Riau bahwa  ada seekor anak gajah liar yg terperangkap dalam jeratan babi hutan di kebun masyarakat sekitar wilayah Mandau Kabupaten Siak.

Pada hari itu juga, Kepala Balai Besar KSDA Riau memerintahkan Tim Rescue untuk turun menangani dan berhasil melepaskan jeratan serta melakukan pengobatan pada kaki kanan anak gajah yg terluka akibat jeratan tersebut.

Setelah pengobatan, anak gajah dilepaskan kembali di lokasi semula dengan harapan dapat bergabung dengan kelompoknya. Namun selama dua minggu pengamatan, anak gajah hanya berputar putar di lokasi semula, sementara kelompoknya telah berada di lokasi lain dengan perkiraan jarak 57 km dari keberadaan anak gajah yg tertinggal.

Berdasarkan laporan petugas yg mengamati keberadaan anak gajah, terdapat kecenderungan berat badan satwa makin menurun serta diare yg terlihat dari kotorannya, sehingga  dikhawatirkan anak gajah akan semakin memburuk kondisinya.

Mempertimbangkan kondisi anak gajah di atas, melalui rapat internal lingkup Balai Besar KSDA Riau tanggal 12 September 2018 yang dipimpin Kepala Balai Besar KSDA Riau, memutuskan  untuk segera mengevakuasi dan membawa anak gajah tersebut ke PLG Riau di Minas untuk pengobatan dan perawatan lebih lanjut.

Tim evakuasi dan pengobatan yg dikoordinir Kepala Bidang KSDA Wil. II, Heru Sutmantoro dengan didampingi drh. Rini Deswita, drh. Danang dan dibantu seorang dokter hewan dari Yayasan Asyari, drh. Dita serta beberapa perawat satwa, mahout, PEH, Polhut dan personil RAPP, dengan menggunakan satu gajah binaan bernama Indah segera melakukan penggiringan.

Tepat pukul 17.00 Wib, anak gajah telah naik di atas truk. Evakuasi berjalan lancar dan tiba di Pusat Latihan Gajah Riau di Minas  pada pukul 21.00 Wib.

Kepala Balai Besar KSDA Riau pada saat menerima Tim evakuasi di PLG Riau menyampaikan apresiasi terhadap tim yg telah bekerja keras dengan hasil maksimal, serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu kelancaran evakuasi anak gajah tersebut. 

Selanjutnya akan dilakukan pengobatan lanjutan dan perawatan intensif terhadap anak gajah  yang diberi nama Intan di PLG Riau di Minas untuk memulihkan kesehatannya. *(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Gandeng Sejumlah Komunitas, Sahabat Sungai Pekanbaru Kompak Bersihkan Sungai
- Catatan Rahman Rahim,
Riau Hijau, Solusi Permasalahan Lingkungan di Riau

- Cegah Banjir, Dinas PUPR Kerahkan Pasukan Kuning Bersihkan Drainase
- Bocah 5 Tahun di Morong Inhu Diterkam Buaya
- Terpeleset ke Sungai, Bocah 5 Tahun di Inhu Diterkam Buaya
- Buaya Tangkapan Warga Dititip di Kasang Kulim
- Manfaatkan Lahan Marginal, Warga Kualu Nenas Panen Raya Semangka 30 Ton


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com