Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 17 Nopember 2018 17:55
Walikota Pekanbaru Panen Pedet dan Luncurkan Agrotec Farm System di Kelurahan Agrowisata

Sabtu, 17 Nopember 2018 17:25
Disnaker Riau Saksikan Penandatangan PKB Serikat Pekerja di Pelalawan

Sabtu, 17 Nopember 2018 16:51
Rusak Sepanduk LGBT, Banci Pemilik Salon Digeruduk FPI dan Jamaah Masjid

Sabtu, 17 Nopember 2018 14:12
Puting Beliung Rusak Dua Unit Rumah di Kuindra, Inhil

Sabtu, 17 Nopember 2018 14:06
‎Pelaku Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi Pernah Pulang ke Rohul

Sabtu, 17 Nopember 2018 13:24
Kenalkan Lebih Mendalam Mengani Media Siber, Riauonline.co.id Taja Seminar NuMedia Cyber

Sabtu, 17 Nopember 2018 11:35
Setelah Kampar, BKD Riau Kembali Gelar Touring Road to Siak

Sabtu, 17 Nopember 2018 11:18
Reuni Perak Alumni SMPN 4 Pekanbaru, Donor Darah dan ke Panti Asuhan

Sabtu, 17 Nopember 2018 10:58
Kejaksaan Negeri Teluk Kuantan Menjadi yang Terbaik di Riau

Sabtu, 17 Nopember 2018 10:30
Hasil Selingkuh, Polsek Minas Tangkap Pasangan Peletak Mayat Bayi di Mobil Innova


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 4 Oktober 2018 14:16
Akhir 2018, 100 Pelanggan PGN Sayang Ibu di Dumai Bisa Nikmati Gas Bumi

Untuk membantu masyarakat khususnya para ibu rumah tangga berhemat dalam pengeluaran biaya pembelian bahan bakar sehari-hari, PT Perusahaan Gas Negara Tbk meluncurkan proyek PGN Sayang Ibu di Kota Dumai.

Riauterkini-DUMAI - Untuk membantu masyarakat khususnya para ibu rumah tangga berhemat dalam pengeluaran biaya pembelian bahan bakar sehari-hari, PT Perusahaan Gas Negara Tbk meluncurkan proyek PGN Sayang Ibu di Kota Dumai, Provinsi Riau.

Proyek PGN Sayang Ibu sebagai salah satu program yang nantinya mengaliri sedikitnya 100 sambungan gas rumah tangga di Kelurahan Sukajadi dan Kelurahan Bintan, Kota Dumai. Lokasi ini menjadi percontohan untuk sambungan gas bumi rumah tangga untuk wilayah Kota Dumai.

Proyek PGN Sayang Ibu merupakan program pembangunan satu juta sambungan pipa gas rumah tangga yang telah diluncurkan sejak 2014 silam. Pembangunan ini ditargetkan rampung pada akhir tahun 2018.

"Kami berharap pembangunan 100 sambungan pipa gas rumah tangga perdana ini bisa menjadi penyemangat masyarakat Dumai karena baru pertama kali ini gas untuk rumah tangga melalui pipa dialirkan," kata Sales Area Head PGN Pekanbaru-Dumai, Arif Nurachman, Rabu (4/10/18).

Arif mengatakan, masuknya proyek PGN Sayang Ibu di Dumai diharapkan bisa mendukung program besar pemerintah untuk mempercepat penyaluran gas bumi ke rumah tangga.

Selain itu, kehadiran gas pipa untuk masyarakat ini juga sebagai upaya untuk membantu perekonomian masyarakat. Sebab, dibandingkan menggunakan minyak tanah ataupun gas elpiji, penggunaan gas alam ini lebih membantu masyarakat berhemat dalam pengeluaran rumah tangga.

Menurut Arif, dalam sebulan, dapat menghemat biaya sampai dengan 40% jika dibandingkan pemakaian bahan bakar gas elpiji non subsidi. "Dengan penghematan itu, ekonomi kelompok rumah tangga dapat terbantu karena mendapatkan manfaat lebih dari gas bumi, yakni lebih murah, aman, dan pasokan yang terjamin, ujar Arif.

Tak hanya itu, Tim Pemasaran PGN Area Pekanbaru-Dumai berkesempatan untuk membagikan informasi kepada masyarakat mengenai cara menjadi pelanggan PGN. Arif mengatakan, masyarakat hanya perlu melalui lima tahap mulai dari mendaftar hingga penyaluran gas.

Tahap pertama yakni, calon pelanggan mengisi formulir berlangganan gas yang bisa didapat melalui PGN Contact Center 1 500 645 atau kantor area PGN terdekat. Kemudian di langkah kedua, petugas dari PGN akan melakukan survei lokasi dan mendiskusikan kebutuhan penggunaan gas.

Setelah melakukan survei, pada tahap ketiga PGN akan memulai persiapan jaringan gas mulai dari jaringan pipa induk sampai dengan meter gas tempat calon pelanggan.

Di tahap keempat, PGN akan memulai pembangunan pipa instalasi, yakni pipa dari meter gas hingga ke jaringan pipa induk. Untuk pembangunan pipa instalasi ini menjadi tanggung jawab calon pelanggan. Barulah di tahap terakhir ketika jaringan induk dan pipa instalasi sudah terhubung, PGN akan menyalurkan pengaliran gas ke pelanggan (gas in).

Secara nasional, PGN tercatat telah berhasil menyalurkan gas bumi sebesar 1.505 MMSCFD. Penyaluran gas tersebar kepada 196.221 pelanggan dari berbagai segmen, seperti industri manufaktur dan pembangkit listrik, komersial (hotel, restoran, rumah sakit) dan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Tak hanya itu saja, serta rumah tangga di Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara dan Sorong Papua.

PGN adalah satu-satunya badan usaha yang menyalurkan gas bumi ke berbagai segmen pelanggan, mulai dari rumah tangga, UKM, hotel, mal, restoran, rumah sakit, industri, pembangkit listrik dan transportasi. Saat ini PGN telah memiliki dan mengoperasikan pipa gas bumi sepanjang 7.453 km atau setara 80 persen pipa gas bumi hilir nasional.

Sementara mengenai pembangunan jaringan gas (Jargas) program PGN Sayang Ibu, Arif mengatakan pembangunan jargas hampir sama dengan jaringan air minum. Pelanggan tinggal buka keran maka gasnya mengalir.

Menurutnya, progres pembangunan jargas sudah berjalan dengan baik. Jargas ini ke depannya untuk mengurangi penggunaan maupun ketergantungan gas elpiji pada masyarakat maupun sektor industri.

Percayalah, dengan mengganti sumber energi di rumah dengan Gas bumi saja, maka berarti para Ibu Rumah Tangga telah turut serta menjadi pahlawan keuangan rumah tangga, pahlawan devisa negara, bahkan pahlawan bagi kelestarian planet bumi tercinta.

Leni, seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Bintan, mengaku begitu menantikan realisasi penyaluran gas bumi ini. Menurutnya penggunaan gas bumi dalam jangka panjang akan menguntungkan dirinya. Terlebih saat elpiji semakin mahal dan langka.

"Soalnya saya juga membuka usaha warung kopi. Setidaknya tiap bulan memakai 2 sampai 3 tabung gas elpiji ukuran 12 kilogram. Kalau pakai gas bumi kan katanya lebih hemat, aman dan menguntungkang," katanya kepada media ini.

Warga lainnya di Sukajadi, Devi mengatakan, saat ini pipa penyaluran gas bumi sudah tertanam di depan rumahnya. Dia berharap proses pengerjaan proyek jargas bisa rampung tepat waktu dan secepatnya mengaliri gas bumi kepada pelanggan rumah tangga.

"Ya mudah-mudahan cepat teraliri gas bumi yang katanya lebih hemat dan lebih murah dari elpiji ini. Jadi pengeluaran dapur bisa ditekan serta bisa digunakan untuk membiayai keperluan lain," ujarnya ketika dimintai komentarnya soal gas bumi PGN.

*Gas Alam Lebih Ramah Lingkungan*

Wali Kota Dumai Zulkifli As sangat mendukung keberadaan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk yang mengembangkan bisnis mereka ke Dumai. Apalagi Dumai dikenal sebagai kota industri yang sangat memerlukan gas alam. Gas alam juga dinilai lebih ramah lingkungan.

Dengan adanya gas alam masuk ke Dumai membuat industri di Kota Dumai lebih ramah lingkungan. Selama ini perusahaan industri yang ada di Kota Dumai menggunakan cangkang sawit dan batu bara untuk proses pengolahan CPO dan itu rentan dengan polusi udara.

Wali Kota Dumai Zulkifli As juga menilai PGN menunjukkan itikad baik dalam berinvestasi di Kota Dumai. Sudah banyak kegiatan yang dilakukan perusahaan semi plat merah tersebut meski secara bisnis PGN belum meraih laba di Kota Dumai.

"Saya mengajak semua pihak mendukung PGN dalam berinveatasi dan menjalankan bisnis mereka di Kota Dumai. Mudah-mudahan dengan hadirinya PGN ini bisa memberikan dampak positif bagi perusahaan maupun masyarakat," terangnya.

Orang nomor satu di Kota Dumai ini berharap ke depannya selama menjalankan usahanya PGN tetap melibatkan masyarakat sesuai keperluan PGN dan keahlian masyarakat Dumai yang diperlukan oleh PGN.

"Intinya dengan adanya gas yang disediakan oleh PG akan membuat industri lebih ramah lingkungan, sehingga Dumai tidak lagi dicemari dengan polusi udara akibat proses pengelohan CPO, mereka juga menyiapkan gas untuk rumah tangga," tutupnya.****(SUHADI)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Puting Beliung Rusak Dua Unit Rumah di Kuindra, Inhil
- Waspada Banjir dan Longsor, BMKG Prediksi Sepekan ke Depan Riau Diguyur Hujan Deras
- Berhasil Dievakuasi dari Bawah Ruko, BBKSDA Riau Kirim Harimau ke Sumbar
- Pasang Spanduk, BBKSDA Riau Peringatkan Konflik Manusia Vs Satwa
- Tim Respon Cepat BBKSDA Riau Lakukan Penyelamatan Harimau Terjebak di Inhil
- Masih Terjebak,
Tim BBKSDA Terus Berupaya Evakuasi Harimau dari Bawah Ruko di Pulau Burung, Inhil

- Bocah Diterkam Buaya di Bonai Darussalam Ditemukan Meninggal dan Penuh Luka


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com