Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Ahad, 21 April 2019 20:09
Bawaslu : Otak atik Suara Peserta Pemilu, Bisa Dipidana

Ahad, 21 April 2019 19:46
Petugas Pemilu yang Berkorban

Ahad, 21 April 2019 16:59
Bakal Ditinjau Bupati,
6.086 Siswa SMP Sederajat di Pelalawan Besok Ikuti UN


Ahad, 21 April 2019 16:55
HUT ke-22, Iwara Buat Acara Meriah

Ahad, 21 April 2019 16:06
Lomba Burung Berkicau KNPI Rohul Cup 1 Diramaikan Pecinta Burung dari Tiga Provinsi

Ahad, 21 April 2019 14:47
Terkait Kematian Andri Arisko,
5 Personel Polres Kuansing Diperiksa Propam Polda Riau


Ahad, 21 April 2019 10:54
Asia Farm Resmi Dibuka, Destinasi Wisata Penuh Edukasi di Pekanbaru

Ahad, 21 April 2019 10:12
Diduga Tewas Dianiaya Polisi, POSPERA Tuntut Pengusutan Kematian Warga Jake, Kuansing

Ahad, 21 April 2019 10:05
Bupati Mursini Wisuda Ribuan Murid TPA se-Kuansing

Ahad, 21 April 2019 10:02
Bawaslu Ingatkan Pidana Setahun Penjara tak Umumkan C1 di TPS


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 4 Oktober 2018 15:02
FKKM Gandeng Yayasan Belantara Gelar Ekspose Program Konservasi

Bersama Yayasan Belantara, Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat menggelar ekspose program kobservasi. Program dilaksabakan di 5 landscape.

Riauterkini-PEKANBARU-Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat (FKKM) bersama Yayasan Belantara menggelar Ekspose Program Konservasi, Proteksi, Restorasi dan Pemberdayaan Masyarakat Di Lima Ekosistem Kamis, (4/10/18). Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Konservasi Wilayah Riau Yayasan Belantara, Aiden Yusti dalam sebuah kesempatan.

Menurutnya, pelaksanaan program Konservasi, Proteksi, Restorasi dan Pemberdayaan Masyarakat Di Lima Ekosistem ini menggunakan dana sebesar Rp36,2 miliar untuk 18 unit mitra. Untuk kegiatan ekspos ini setidaknya ada 7 proposal yang masuk ke Yayasan Belantara dengan unit kerja di 51 desa di Riau.

“Program ini sudah berjalan 1 tahun. Hari ini kami ekspos kerja setahun lalu. Kira-kira implementasi program sudah berdampak sejauh mana. Ada 3 fokus dalam program ini, yakni konservasi, proteksi dan usulan perhutanan sosial,” sebutnya.

Program ini menurutnya melibatkan semua pihak, mulai dari NGO hingga seluruh stakeholder di Riau. Target dari berbagai skema kegiatan diproteksi sebanyak 500 hektar kawasan hutan. Upaya proteksi berupa patroli bersama masyarakat, pemerintah dan juga perusahaan. Patroli ini juga dimaksud untuk mengantisipasi pembalakan liar dan perburuan satwa.

Untuk restorasi kata Aiden di targetkan 800 hektar, dan untuk usulan perhutanan sosial targetnya 23-24 ribu hektar. Kanal blocking sebanyak 32 kanal yang akan diblok untuk pembahasan gambut dan mencegah ilegal loging.

"Program ini bertujuan untuk menyelamatkan hutan dan memberdayakan masyarakat. Sebagai contoh, dalam program ini Yayasan Belantara telah mensuport 4000 keranjang bibit kepiting untuk dibudidayakan masyarakat Desa Terusan Kempas dan Simpang Gaung. Bibit tersebut didapat atas kerjasama dengan Fakultas Kehutan Universitas Riau," katanya.

Jika Hutan diselamatkan, masyarakat juga ikut diberdayakan. Pendekatan seperti inilah menurut Aiden yang akan dilakukan saat ini.*(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Catatan Rahman Rahim,
Riau Hijau, Solusi Permasalahan Lingkungan di Riau

- Cegah Banjir, Dinas PUPR Kerahkan Pasukan Kuning Bersihkan Drainase
- Bocah 5 Tahun di Morong Inhu Diterkam Buaya
- Terpeleset ke Sungai, Bocah 5 Tahun di Inhu Diterkam Buaya
- Buaya Tangkapan Warga Dititip di Kasang Kulim
- Manfaatkan Lahan Marginal, Warga Kualu Nenas Panen Raya Semangka 30 Ton
- Tanggulangi Karhutla, Riau Ajukan Tambahan Helikopter


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com