Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 17 Nopember 2018 17:55
Walikota Pekanbaru Panen Pedet dan Luncurkan Agrotec Farm System di Kelurahan Agrowisata

Sabtu, 17 Nopember 2018 17:25
Disnaker Riau Saksikan Penandatangan PKB Serikat Pekerja di Pelalawan

Sabtu, 17 Nopember 2018 16:51
Rusak Sepanduk LGBT, Banci Pemilik Salon Digeruduk FPI dan Jamaah Masjid

Sabtu, 17 Nopember 2018 14:12
Puting Beliung Rusak Dua Unit Rumah di Kuindra, Inhil

Sabtu, 17 Nopember 2018 14:06
‎Pelaku Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi Pernah Pulang ke Rohul

Sabtu, 17 Nopember 2018 13:24
Kenalkan Lebih Mendalam Mengani Media Siber, Riauonline.co.id Taja Seminar NuMedia Cyber

Sabtu, 17 Nopember 2018 11:35
Setelah Kampar, BKD Riau Kembali Gelar Touring Road to Siak

Sabtu, 17 Nopember 2018 11:18
Reuni Perak Alumni SMPN 4 Pekanbaru, Donor Darah dan ke Panti Asuhan

Sabtu, 17 Nopember 2018 10:58
Kejaksaan Negeri Teluk Kuantan Menjadi yang Terbaik di Riau

Sabtu, 17 Nopember 2018 10:30
Hasil Selingkuh, Polsek Minas Tangkap Pasangan Peletak Mayat Bayi di Mobil Innova


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 4 Oktober 2018 15:02
FKKM Gandeng Yayasan Belantara Gelar Ekspose Program Konservasi

Bersama Yayasan Belantara, Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat menggelar ekspose program kobservasi. Program dilaksabakan di 5 landscape.

Riauterkini-PEKANBARU-Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat (FKKM) bersama Yayasan Belantara menggelar Ekspose Program Konservasi, Proteksi, Restorasi dan Pemberdayaan Masyarakat Di Lima Ekosistem Kamis, (4/10/18). Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Konservasi Wilayah Riau Yayasan Belantara, Aiden Yusti dalam sebuah kesempatan.

Menurutnya, pelaksanaan program Konservasi, Proteksi, Restorasi dan Pemberdayaan Masyarakat Di Lima Ekosistem ini menggunakan dana sebesar Rp36,2 miliar untuk 18 unit mitra. Untuk kegiatan ekspos ini setidaknya ada 7 proposal yang masuk ke Yayasan Belantara dengan unit kerja di 51 desa di Riau.

“Program ini sudah berjalan 1 tahun. Hari ini kami ekspos kerja setahun lalu. Kira-kira implementasi program sudah berdampak sejauh mana. Ada 3 fokus dalam program ini, yakni konservasi, proteksi dan usulan perhutanan sosial,” sebutnya.

Program ini menurutnya melibatkan semua pihak, mulai dari NGO hingga seluruh stakeholder di Riau. Target dari berbagai skema kegiatan diproteksi sebanyak 500 hektar kawasan hutan. Upaya proteksi berupa patroli bersama masyarakat, pemerintah dan juga perusahaan. Patroli ini juga dimaksud untuk mengantisipasi pembalakan liar dan perburuan satwa.

Untuk restorasi kata Aiden di targetkan 800 hektar, dan untuk usulan perhutanan sosial targetnya 23-24 ribu hektar. Kanal blocking sebanyak 32 kanal yang akan diblok untuk pembahasan gambut dan mencegah ilegal loging.

"Program ini bertujuan untuk menyelamatkan hutan dan memberdayakan masyarakat. Sebagai contoh, dalam program ini Yayasan Belantara telah mensuport 4000 keranjang bibit kepiting untuk dibudidayakan masyarakat Desa Terusan Kempas dan Simpang Gaung. Bibit tersebut didapat atas kerjasama dengan Fakultas Kehutan Universitas Riau," katanya.

Jika Hutan diselamatkan, masyarakat juga ikut diberdayakan. Pendekatan seperti inilah menurut Aiden yang akan dilakukan saat ini.*(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Puting Beliung Rusak Dua Unit Rumah di Kuindra, Inhil
- Waspada Banjir dan Longsor, BMKG Prediksi Sepekan ke Depan Riau Diguyur Hujan Deras
- Berhasil Dievakuasi dari Bawah Ruko, BBKSDA Riau Kirim Harimau ke Sumbar
- Pasang Spanduk, BBKSDA Riau Peringatkan Konflik Manusia Vs Satwa
- Tim Respon Cepat BBKSDA Riau Lakukan Penyelamatan Harimau Terjebak di Inhil
- Masih Terjebak,
Tim BBKSDA Terus Berupaya Evakuasi Harimau dari Bawah Ruko di Pulau Burung, Inhil

- Bocah Diterkam Buaya di Bonai Darussalam Ditemukan Meninggal dan Penuh Luka


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com