Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 23 Januari 2019 22:29
113 Tim Ikutu Turnamen Bola Voli Pakai Kain Sarung HUT Kabupaten Kampar ke-69

Rabu, 23 Januari 2019 22:22
Empat Unit Bus Sekolah Gratis Siap Layani Pelajar di Bangkinang Sekitarnya

Rabu, 23 Januari 2019 22:16
Daya Listrik Berkurang, PLN Bengkalis Terus Gesa Perbaikan Mesin Rusak

Rabu, 23 Januari 2019 21:50
Peluncuran Program DMIJ Plus Terintegrasi, Bupati Inhil Ungkap Telah Siapkan Berbagai Terobosan

Rabu, 23 Januari 2019 21:07
Dugaan Perselingkuhan Oknm DPRD Kuansing,
Keluarga Terlapor Sempat Minta Mencabut Pengaduan


Rabu, 23 Januari 2019 20:58
Berbagai Gelaran Disiapkan Panitia Imlek Bersama Sambut Perayaan Imlek 2019

Rabu, 23 Januari 2019 20:53
Polsek Ukui Gagalkan Mobil Truk Pengangkut 'Illog'

Rabu, 23 Januari 2019 19:32
Sinergitas TNI-Polri, Polres Inhu Sosialisasi Bahaya Narkoba di Kodim 0302

Rabu, 23 Januari 2019 19:13
Yowan Terpilih Menjadi Ketua LPM Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru

Rabu, 23 Januari 2019 17:04
Ratusan Prajurit Kodim 0313/KPR se-Rohul‎ Jalani Minggu Militer di Pasirpangaraian


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 4 Oktober 2018 15:02
FKKM Gandeng Yayasan Belantara Gelar Ekspose Program Konservasi

Bersama Yayasan Belantara, Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat menggelar ekspose program kobservasi. Program dilaksabakan di 5 landscape.

Riauterkini-PEKANBARU-Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat (FKKM) bersama Yayasan Belantara menggelar Ekspose Program Konservasi, Proteksi, Restorasi dan Pemberdayaan Masyarakat Di Lima Ekosistem Kamis, (4/10/18). Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Konservasi Wilayah Riau Yayasan Belantara, Aiden Yusti dalam sebuah kesempatan.

Menurutnya, pelaksanaan program Konservasi, Proteksi, Restorasi dan Pemberdayaan Masyarakat Di Lima Ekosistem ini menggunakan dana sebesar Rp36,2 miliar untuk 18 unit mitra. Untuk kegiatan ekspos ini setidaknya ada 7 proposal yang masuk ke Yayasan Belantara dengan unit kerja di 51 desa di Riau.

“Program ini sudah berjalan 1 tahun. Hari ini kami ekspos kerja setahun lalu. Kira-kira implementasi program sudah berdampak sejauh mana. Ada 3 fokus dalam program ini, yakni konservasi, proteksi dan usulan perhutanan sosial,” sebutnya.

Program ini menurutnya melibatkan semua pihak, mulai dari NGO hingga seluruh stakeholder di Riau. Target dari berbagai skema kegiatan diproteksi sebanyak 500 hektar kawasan hutan. Upaya proteksi berupa patroli bersama masyarakat, pemerintah dan juga perusahaan. Patroli ini juga dimaksud untuk mengantisipasi pembalakan liar dan perburuan satwa.

Untuk restorasi kata Aiden di targetkan 800 hektar, dan untuk usulan perhutanan sosial targetnya 23-24 ribu hektar. Kanal blocking sebanyak 32 kanal yang akan diblok untuk pembahasan gambut dan mencegah ilegal loging.

"Program ini bertujuan untuk menyelamatkan hutan dan memberdayakan masyarakat. Sebagai contoh, dalam program ini Yayasan Belantara telah mensuport 4000 keranjang bibit kepiting untuk dibudidayakan masyarakat Desa Terusan Kempas dan Simpang Gaung. Bibit tersebut didapat atas kerjasama dengan Fakultas Kehutan Universitas Riau," katanya.

Jika Hutan diselamatkan, masyarakat juga ikut diberdayakan. Pendekatan seperti inilah menurut Aiden yang akan dilakukan saat ini.*(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- BC Bengkalis Amankan Pompong Bermuatan Ribuan Kayu Teki
- Jalan Rusak Bikin Truk Angkut Sawit Terguling di Jalan Lintas Bono Pelalawan
- ESDM Sebut 10 Perusahaan Migas Hasilkan Tiga Jenis Limbah B3
- Sepanjang 2019, BRG Targetkan Restorasi 143.000 Hektare Gambut Konsesi Perusahaan Riau
- Petani Muara Bungkal Sambut Program DMPA PT AA-SMF
- Buntut Pembunuhan Burung Enggang oleh Warga,
Pemuka Adat Minta BKSDA Sosialisasikan UU Hewan Dilindungi

- Masyarakat Bandar Alai, Kuansing Dambakan Perbaikan Jakan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com