Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Ahad, 16 Juni 2019 13:48
Merujuk ke RAB,
Tim Independen UIR Rekomendasikan Bangunan DIC Gunakan Tiang Pabrikan


Ahad, 16 Juni 2019 11:13
Guru MDA Penderita Kanker Usus Dirujuk Dinkes Kampar ke Jakarta

Ahad, 16 Juni 2019 11:05
Nasib 5 Komisioner KPU Kuansing Menunggu Pleno DKPP RI

Ahad, 16 Juni 2019 11:00
Silaturahmi dengan Gubernur Riau, Apkasindo Keluhkan Harga Sawit

Ahad, 16 Juni 2019 04:26
Ops K2YD, Polsek Mandau Amankan Sejumlah Motor Balap Liar di Duri

Sabtu, 15 Juni 2019 21:53
Event Bakar Tongkang, Rohil Kedatangan Bule Perancis

Sabtu, 15 Juni 2019 20:44
Perduli Masyarakat, Polisi Bengkalis Bersih-bersih Rumah Ibadah dan Bantu Sembako

Sabtu, 15 Juni 2019 17:31
Mantap, Perpusdes Jangkang, Bengkalis Wakili Riau Lomba Tingkat Nasional

Sabtu, 15 Juni 2019 15:48
Pemkab Inhil Gelar Malam Resepsi Syukuran Milad ke-54 Tahun 2019

Sabtu, 15 Juni 2019 15:46
BLSDA Riau-Pemkab Kampar Teken MoU RPP Wisata Alam


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 6 Oktober 2018 21:37
Lapuk Dimakan Usia,
Jembatan Penghubung Sukaping-Pulau Rengas Kuansing Ambruk


Dimakan usia,jJembatan penghubung Desa Sukaping-Pulau Rengas Kecamatan Pangean mengalami ambruk dan nyaris roboh seluruhnya.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Jembatan Penghubung desa Sukaping - Pulau Rengas Kecamatan Pangean mengalami ambruk dan nyaris roboh seluruhnya, Sabtu (6/10/2018) tadi siang.

Untungnya dari kejadian ini, tidak ada menimbulkan korban jiwa. Ambruknya jembatan ini, dikarenakan materil tiang penyangga dari kayu yang sudah tua dan lapuk dimakan usia.

Hal ini juga dibenarkan, warga Sukaping, Endang (37), dari keterangannya tidak ada koraban jiwa. Sementara ambruknya jembatan, menurutnya, memang karena sudah tua.

"Ya karena sudah lama jadi ambruk. Kejadiannya siang tadi. Korban jiwa tidak ada, karena kebetulan tidak ada yang lewat," ujarnya kepada Riauterkini.com, Sabtu (6/10) malam.

Jembatan sepanjang 120 meter ini, berdiri diatas persawahan penduduk, dibangun pada Tahun 2005 oleh Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) melalui dana AMD dan Pemda.

Agus Hefrian, Babinsa desa Sukaping dan Pulau Rengas, juga membenarkan bahwa jembatan ini dibangun oleh TMMD di Tahun 2005.

Masyarakat lebih mengenal jembatan ini, dengan sebutan jembatan Nuaran. Tahun 2018 sejak dibangun jembatan ini sudah berusia 13 Tahun.

Sehari-sehari jembatan ini dimanfaatkan masyarakat untuk penghubung menuju desa Pulau Rengas. Begitu juga sebaliknya masyarakat desa Pulau Rengas ke desa Sukaping.

Jembatan ini, merupakan jalan elternatif, untuk menuju masing-masing dua desa ini, sebab jalan ini merupakan jalan pintas.

Kemudian, pada saat musim turun ke sawah jembatan ini dimanfaatkan sebagai akses mengangkut hasil panen padi.*** (Jok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- BLSDA Riau-Pemkab Kampar Teken MoU RPP Wisata Alam
- Antisipasi Tumbang, Sejumlah Dahan Pohon Tepian Jalan Telukkuantan Dipangkas
- BBKSDA Riau Giring Gajah Liar dari Peranap dan Kelayang
- Dinkes Bengkalis Hentikan Surveilans Ketat Cacar Monyet
- Api Kembali Berkobar, 3 Regu Damkar Mandau Berjibaku Padamkan Api
- Tersebab Arus Pendek,
Kebakaran Hebat di Duri, Kapolsek Mandau Tegaskan Nihil Korban Jiwa

- Terparah di Duri, Lebih 8 Rumah dan 5 Ruko Terbakar


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com