Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 23 Oktober 2018 20:11
MUI Bengkalis Sesalkan Bendera Bertuliskan Tauhid Dibakar Oknum Banser

Selasa, 23 Oktober 2018 17:57
Cuaca Buruk Jadi Kendala Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Pakning, Bengkalis

Selasa, 23 Oktober 2018 17:51
Korupsi Kredit Fiktif BRI Agro Pekanbaru, Mantan Kacab Diadili

Selasa, 23 Oktober 2018 17:34
Peduli Korban Banjir‎ di Rohul, BRK Pasirpangaraian Salurkan 100 Paket Sembako

Selasa, 23 Oktober 2018 17:23
Hilangkan Kesan 'Kejam',
Lapas Bengkalis Siapkan Fasilitas Taman Bermain Anak-anak Pengunjung


Selasa, 23 Oktober 2018 16:59
Diperiksa Bawaslu, Walikota Pekanbaru Akui Dukung Jokowi

Selasa, 23 Oktober 2018 16:55
Ini Pesan Kadisdikpora Rohul kepada 55 Kepsek‎ yang Baru Dilantik Bupati Sukiman

Selasa, 23 Oktober 2018 16:15
Alat Berat Sudah Dikerahkan ke Lokasi Longsor Lintas Riau-Sumbar

Selasa, 23 Oktober 2018 16:10
Bupati Inhil Pimpin Rakor Pejabat Pemda Bersama Forkopimda

Selasa, 23 Oktober 2018 16:06
Ikut Deklarasi Dukung Jokowi, Bupati Harris Siap Hadapi Panggilan Bawaslu


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 6 Oktober 2018 21:37
Lapuk Dimakan Usia,
Jembatan Penghubung Sukaping-Pulau Rengas Kuansing Ambruk


Dimakan usia,jJembatan penghubung Desa Sukaping-Pulau Rengas Kecamatan Pangean mengalami ambruk dan nyaris roboh seluruhnya.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Jembatan Penghubung desa Sukaping - Pulau Rengas Kecamatan Pangean mengalami ambruk dan nyaris roboh seluruhnya, Sabtu (6/10/2018) tadi siang.

Untungnya dari kejadian ini, tidak ada menimbulkan korban jiwa. Ambruknya jembatan ini, dikarenakan materil tiang penyangga dari kayu yang sudah tua dan lapuk dimakan usia.

Hal ini juga dibenarkan, warga Sukaping, Endang (37), dari keterangannya tidak ada koraban jiwa. Sementara ambruknya jembatan, menurutnya, memang karena sudah tua.

"Ya karena sudah lama jadi ambruk. Kejadiannya siang tadi. Korban jiwa tidak ada, karena kebetulan tidak ada yang lewat," ujarnya kepada Riauterkini.com, Sabtu (6/10) malam.

Jembatan sepanjang 120 meter ini, berdiri diatas persawahan penduduk, dibangun pada Tahun 2005 oleh Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) melalui dana AMD dan Pemda.

Agus Hefrian, Babinsa desa Sukaping dan Pulau Rengas, juga membenarkan bahwa jembatan ini dibangun oleh TMMD di Tahun 2005.

Masyarakat lebih mengenal jembatan ini, dengan sebutan jembatan Nuaran. Tahun 2018 sejak dibangun jembatan ini sudah berusia 13 Tahun.

Sehari-sehari jembatan ini dimanfaatkan masyarakat untuk penghubung menuju desa Pulau Rengas. Begitu juga sebaliknya masyarakat desa Pulau Rengas ke desa Sukaping.

Jembatan ini, merupakan jalan elternatif, untuk menuju masing-masing dua desa ini, sebab jalan ini merupakan jalan pintas.

Kemudian, pada saat musim turun ke sawah jembatan ini dimanfaatkan sebagai akses mengangkut hasil panen padi.*** (Jok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Longsor di Rantau Berangin, Jalur Riau-Sumbar Tersendat
- Hasil Uji BPOM, Anggur Murah Asal China tak Mengandung Formalin
- BBKSDA Identifikasi Buaya di Sungai Siak adalah Sinyulong
- Terkait Dugaan Pencemaran Sungai Gondai Oleh PT PSJ,
Legislator Pelalawan Nazaruddin Arnazh Desak DLH Turun ke Lapangan

- Warga Langgam Temukan Limbah Pabrik Kelapa Sawit Mengalir ke Sungai Gondai
- Ditinggal Pergi ke Pekanbaru, Rumah Warga Pucuk Rantau Kuansing Dilalap Api
- Pretel-pretel, Ornamen Gerbang Main Stadium Bahayakan Pemotor


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com