Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 15 Desember 2018 18:04
Digelar di Aula Pustaka Unilak, Ujian Profesi Advokat Peradi Digelar Serentak se Indonesia

Sabtu, 15 Desember 2018 17:54
Jaman Minta Bangunkan Jembatan Pulau Bengkalis-Sumatera ke Jokowi

Sabtu, 15 Desember 2018 17:06
Sajikan Makanan Jepang dan Western, Zenbu dan Beatrice Quarters Hadir di Mal SKA Pekanbaru

Sabtu, 15 Desember 2018 16:15
Jelang Akhir Tahun 2018,
Management Grand Meranti Hotel dan Paragon Sambangi Panti Asuhan


Sabtu, 15 Desember 2018 16:11
Ribuan Warga Kampar Sambut Kedatangan SBY dan Rombongan di Tapung

Sabtu, 15 Desember 2018 14:39
Serahkan Sertifikat Tanah, Jokowi Minta Jangan 'Cepat Disekolahkan'

Sabtu, 15 Desember 2018 13:56
Polisi Tangkap Satu Orang Perusak Atribut Partai Demokrat

Sabtu, 15 Desember 2018 13:02
Masyarakat Kecewa, Jokowi tak Kunjungi Korban Banjir

Sabtu, 15 Desember 2018 11:41
Jokowi Berterima Kasih Diberi Gelar Adat LAM Riau

Sabtu, 15 Desember 2018 11:35
Baleho dan Bendera PD Dirusak, Hinca Tuding untuk Ganggu Kunjungan SBY


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 6 Oktober 2018 21:37
Lapuk Dimakan Usia,
Jembatan Penghubung Sukaping-Pulau Rengas Kuansing Ambruk


Dimakan usia,jJembatan penghubung Desa Sukaping-Pulau Rengas Kecamatan Pangean mengalami ambruk dan nyaris roboh seluruhnya.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Jembatan Penghubung desa Sukaping - Pulau Rengas Kecamatan Pangean mengalami ambruk dan nyaris roboh seluruhnya, Sabtu (6/10/2018) tadi siang.

Untungnya dari kejadian ini, tidak ada menimbulkan korban jiwa. Ambruknya jembatan ini, dikarenakan materil tiang penyangga dari kayu yang sudah tua dan lapuk dimakan usia.

Hal ini juga dibenarkan, warga Sukaping, Endang (37), dari keterangannya tidak ada koraban jiwa. Sementara ambruknya jembatan, menurutnya, memang karena sudah tua.

"Ya karena sudah lama jadi ambruk. Kejadiannya siang tadi. Korban jiwa tidak ada, karena kebetulan tidak ada yang lewat," ujarnya kepada Riauterkini.com, Sabtu (6/10) malam.

Jembatan sepanjang 120 meter ini, berdiri diatas persawahan penduduk, dibangun pada Tahun 2005 oleh Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) melalui dana AMD dan Pemda.

Agus Hefrian, Babinsa desa Sukaping dan Pulau Rengas, juga membenarkan bahwa jembatan ini dibangun oleh TMMD di Tahun 2005.

Masyarakat lebih mengenal jembatan ini, dengan sebutan jembatan Nuaran. Tahun 2018 sejak dibangun jembatan ini sudah berusia 13 Tahun.

Sehari-sehari jembatan ini dimanfaatkan masyarakat untuk penghubung menuju desa Pulau Rengas. Begitu juga sebaliknya masyarakat desa Pulau Rengas ke desa Sukaping.

Jembatan ini, merupakan jalan elternatif, untuk menuju masing-masing dua desa ini, sebab jalan ini merupakan jalan pintas.

Kemudian, pada saat musim turun ke sawah jembatan ini dimanfaatkan sebagai akses mengangkut hasil panen padi.*** (Jok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Sejumlah Ruas Jalan Aspal Mulai Terendam, Limpahan Air PLTA Koto Panjang Tiba di Pelalawan
- Pencarian Bocah Perempuan Diduga Tenggelam di Sungai Batang Lubuh Rohul Dihentikan
- Banjir di Pelalawan Putuskan Jalan Pangkalan Kerinci-Langgam
- Kukang Korban Banjir Dilepas Liarkan BKSDA Riau
- ‎Masyarakat Diimbau Untuk Waspada, Banjir di Bantaran Sungai Kampar Pelalawan Berpotensi Lebih Satu Bulan
- Bukit Mentawai Longsor,
Akses ke Empat Desa di Kecamatan Rokan IV Koto, Rohul Terganggu

- Banjir di Sidomlyo Dipicu Pemkab Kampar Ogah Bersihkan Sungai Kelulut


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com