Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 23 Oktober 2018 16:15
Alat Berat Sudah Dikerahkan ke Lokasi Longsor Lintas Riau-Sumbar

Selasa, 23 Oktober 2018 16:10
Bupati Inhil Pimpin Rakor Pejabat Pemda Bersama Forkopimda

Selasa, 23 Oktober 2018 16:06
Ikut Deklarasi Dukung Jokowi, Bupati Harris Siap Hadapi Panggilan Bawaslu

Selasa, 23 Oktober 2018 15:58
Konflik Lahan,
BPN Riau Didesak Segera Mediasi Masyarakat Banja Ladang Pasungan dengan PTPN V


Selasa, 23 Oktober 2018 15:03
Polda Riau Buru Tersangka Korupsi Pipa Transmisi Inhil

Selasa, 23 Oktober 2018 14:56
Pemda, LAM dan MUI Sepakat,
Permainan Ketangkasan di Meranti Terindikasi 'Judi', Direkomendasikan Ditutup


Selasa, 23 Oktober 2018 14:51
Salurkan Beasiswa, Apkasindo Kuliahkan Anak Buruh Tani Sawit

Selasa, 23 Oktober 2018 14:17
Longsor di Rantau Berangin, Jalur Riau-Sumbar Tersendat

Selasa, 23 Oktober 2018 13:34
Pertama Digelar, Sidang Sengketa Informasi SKK Migas Dilanjutkan Akhir Oktober Mendatang

Selasa, 23 Oktober 2018 13:19
Berakhir 30 November 2018,
Catat, Ini Persyaratan Pemutihan Denda Pajak Kendaraan di Kantor Samsat Rohul



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 10 Oktober 2018 16:32
Karyawan Kontraktor PT Arara Abadi Selamatkan Seekor Anak Beruang

Karyawan kontraktor PT Arara Abadi temukan anak beruang. Setelah tak temukan induknya, anak beruang diserahkan ke BBKSDA Riau.

Riauterkini-PEKANBARU-Seekor anak beruang _(Helarctos malayanus)_betina berumur sekitar 2 bulan ditemukan oleh karyawan kontraktor PT. Arara Abadi di areal HTI yang sedang panen di Desa Dundangan, Kecamatan Pangkaran Kuras, Kabupaten Pelalawan. Pada saat ditemukan, anak beruang masih sangat kecil.

Karena di areal tersebut sedang dilakukan pemanenan dan terdapat alat berat yang sedang bekerja, maka anak beruang diselamatkan terlebih dahulu setelah sebelumnya karyawan tersebut berupaya mencari dan  berharap induk beruang akan datang untuk membawa anaknya. Namun induk yang diharapkan muncul tidak terlihat.

Karena karyawan takut jika anak beruang ditinggalkan akan mati atau dimangsa satwa lain, maka salah satu karyawan  berinisiatif membawanya pulang untuk diberi susu kaleng.

Setelah menunggu cukup lama tidak juga muncul induknya di areal tersebut, maka bayi beruang segera diserahkan ke PT Arara Abadi.

Humas PT Arara Abadi, Nurul Huda mengatakan bahwa sesuai dengan SOP di PT Arara Abadi bahwa setiap satwa yang dilindungi ditemukan, harus diserahkan ke pemerintah dalam hal ini Balai Besar KSDA Riau.

Anak beruang itu  menurut Nurul Huda akhirnya diserahkan ke Balai Besar KSDA Riau pada Senin tanggal 8 Oktober 2018 pukul 15.00 Wib.

"Di sekitar lokasi temuan, pencarian induk beruang  masih terus dilakukan," terang humas PT Arara Badi, Nurul Huda, Rabu (10/10/19).

Untuk saat ini terdapat tiga ekor anak beruang di kandang transit Balai  Besar KSDA Riau, setelah sebelumnya ada dua ekor anak beruang yang diserahkan. Satu ekor beruang betina berumur kurang lebih 5 bulan berasal dari penyerahan warga di Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu dan satu ekor anak beruang jantan berumur sekitar 3 bulan  diserahkan oleh seorang karyawan PT. Arara Abadi  saat yang bersangkutan melakukan pemanenan di areal HTI di Perawang, Kabupaten Siak.

Menurut keterangan drh. Rini Deswita, ketiga anak beruang saat ini dalam kondisi sehat dan belum dapat dilepasliarkan mengingat ketiganya masih terlalu kecil sehingga harus diberi asupan susu sampai berumur sekitar dua tahun dan betul betul siap untuk dilepasliarkan.*(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Longsor di Rantau Berangin, Jalur Riau-Sumbar Tersendat
- Hasil Uji BPOM, Anggur Murah Asal China tak Mengandung Formalin
- BBKSDA Identifikasi Buaya di Sungai Siak adalah Sinyulong
- Terkait Dugaan Pencemaran Sungai Gondai Oleh PT PSJ,
Legislator Pelalawan Nazaruddin Arnazh Desak DLH Turun ke Lapangan

- Warga Langgam Temukan Limbah Pabrik Kelapa Sawit Mengalir ke Sungai Gondai
- Ditinggal Pergi ke Pekanbaru, Rumah Warga Pucuk Rantau Kuansing Dilalap Api
- Pretel-pretel, Ornamen Gerbang Main Stadium Bahayakan Pemotor


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com