Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Senin, 27 Mei 2019 15:23
H-7 Sampai H+7 Lebaran, BPJS Kesehatan Pastikan Masyarakat Tetap Dilayani

Senin, 27 Mei 2019 15:18
Pemerintahan MH Raih WTP ke-8 Kalinya

Senin, 27 Mei 2019 15:13
Ramadhan, Ratusan Warga Binaan Lapas Bengkalis Ikuti Kegiatan Religi

Senin, 27 Mei 2019 14:43
1.788 Napi di Riau Terima Remisi Idul Fitri

Senin, 27 Mei 2019 14:13
Buka Puasa Bersama KKIH Jakarta, Bupati Inhil Paparkan Program Pembangunan

Senin, 27 Mei 2019 14:10
Setiap Bulan, Disdik Pekanbaru Kumpulkan Zakat Guru Rp300 Juta

Senin, 27 Mei 2019 14:05
Terjun ke Sungai Kampar, Kandil Hilang Tenggelam

Senin, 27 Mei 2019 14:02
Hindari TB di Akhir Tahun, Pemko Pekanbaru Lakukan Rasionalisasi Anggaran

Senin, 27 Mei 2019 13:03
Mobnas ASN Bengkalis Vs Truk di Meredan, Siak

Senin, 27 Mei 2019 09:13
Hadiri Bukber Golkar Riau, Sukarmis Seolah Didaulat jadi Ketua DPRD Riau


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 12 Oktober 2018 14:10
Hampir Setiap Hari Diguyur Hujan Lebat,
Pemukiman Warga Dua Kecamatan di Bengkalis Terendam Banjir


Hampir setiap hari diguyur hujan lebat, sejumlah kawasan pemukiman warga di dua wilayah Kecamatan Bantan dan Bengkalis kebanjiran.

Riauterkini-BENGKALIS- Hampir setiap hari diguyur hujan lebat, dan Kamis (11/10/18) hingga Jum'at (12/10/18) dinihari, sejumlah kawasan pemukiman warga di dua wilayah Kecamatan Bantan dan Bengkalis mulai digenangi air atau banjir.

Banjir disebabkan, air yang dialirkan ke sungai dan berdekatan dengan pemukiman warga meluap akibat hujan lebat tersebut. Genangan terparah dilaporkan terjadi di Dusun Simpang Baru, Desa Teluk Latak, Kecamatan Bengkalis. Ketinggian air disebutkan dari setinggi lutut orang desa hingga setinggi lebih dari satu meter dan merendam ratusan rumah di wilayah itu. Dan disebutkan warga setempat banjir terparah yang pernah terjadi.

Pantauan dan informasi di lapangan, selain di Desa Teluk Latak, air hujan intensitas tinggi juga menggenangi sejumlah pemukiman warga di Desa Jangkang, Desa Bantan Tua, Kecamatan Bantan. Kemudian pemukiman warga di Desa Wonosari, Desa Senggoro, Kelurahan Damon menuju Desa Wonosari, Desa Pedekik, Kecamatan Bengkalis.

"Banjir ini paling parah, kami hanya bisa pasrah banyak barang yang sudah terendam air dan hanyut," ungkap Aris (33), salah seorang warga Desa Teluk Layak, Jum'at (12/10/18).

Banjir juga memaksa menghentikan aktivitas belajar mengajar di beberapa sekolah yang ada. Seperti di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Desa Teluk Latak, kemudian 'melumpuhkan' aktivitas usaha perabotan di Jalan Poros Bantan dan merendam beberapa areal perkantoran di Jalan Pertanian.

"Iya hujannya memang sangat deras dari semalam hingga dini hari. Sejumlah kawasan rumah sudah terendam banjir," ungkap Zulkarnain warga Desa Wonosari Barat.

Warga berharap bagi terdampak banjir parah mendapatkan bantuan dari pemerintah, untuk meringankan beban mereka. Selain itu juga melakukan menormalisasi sungai yang ada untuk meminimalisir banjir ketika hujan dengan curah yang tinggi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkalis, Drs. H. Yuhelmi ketika dikonfirmasi mengaku langsung melakukan pemantauan ke sejumlah titik banjir. Puluhan petugas dan sarana seperti perahu karet sudah dikerahkan untuk membantu warga yang terdampak banjir.

"Kita sudah kerahkan petugas untuk membantu warga. Untuk terparah baru terdata di Desa Teluk Latak Dusun Simpang Baru dan pemukiman di Jalan SD4 Kelurahan Damon menuju Wonosari Barat," katanya seraya mengimbau agar para orang tua selalu selalu mengawasi anak-anaknya ketika bermain genangan air.***(dik)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Lantai Jembatan Perbatasan Rohil-Dumai Rusak Parah
- Akan Dibawa ke Malaysia, 77,4 Ribu Bibit Baby Lobster Diamankan Polairud Polda Riau
- Jalan Sei Pakning-Dumai Rusak Parah, Usulan Perbaikan PUPR Bengkalis Belum Direspon Pemprov Riau
- Tim BBKSDA Riau Musnahkan Sawit di GSK
- Madu Asli Masih Bisa Ditemukan di Kuansing
- Tim Verifikasi KLA Sambangi Pekanbaru, Walikota Expos Visi dan Misi Smart City Madani
- Restorasi Ekosistem Riau Sukses jaga Habitat Satwa Dilindungi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com