Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Kamis, 24 Januari 2019 10:11
Menjabat Sampai 19 Februari, Gubri Mulai Bicara Perpisahan

Kamis, 24 Januari 2019 09:37
Terlibat Pembunuhan Sadis, Kades dan Sekdes di Pelalawan Mulai Disidang

Kamis, 24 Januari 2019 09:30
Tanam 202 Pohon, Gubri Berharap Banyak Burung Berumah di Gedung Daerah

Rabu, 23 Januari 2019 22:29
113 Tim Ikutu Turnamen Bola Voli Pakai Kain Sarung HUT Kabupaten Kampar ke-69

Rabu, 23 Januari 2019 22:22
Empat Unit Bus Sekolah Gratis Siap Layani Pelajar di Bangkinang Sekitarnya

Rabu, 23 Januari 2019 22:16
Daya Listrik Berkurang, PLN Bengkalis Terus Gesa Perbaikan Mesin Rusak

Rabu, 23 Januari 2019 21:50
Peluncuran Program DMIJ Plus Terintegrasi, Bupati Inhil Ungkap Telah Siapkan Berbagai Terobosan

Rabu, 23 Januari 2019 21:07
Dugaan Perselingkuhan Oknm DPRD Kuansing,
Keluarga Terlapor Sempat Minta Mencabut Pengaduan


Rabu, 23 Januari 2019 20:58
Berbagai Gelaran Disiapkan Panitia Imlek Bersama Sambut Perayaan Imlek 2019

Rabu, 23 Januari 2019 20:53
Polsek Ukui Gagalkan Mobil Truk Pengangkut 'Illog'


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 16 Oktober 2018 11:30
Usulan Aspal Jalan Akses Dua Sekokah di Bhatin Solapan Seolah Diabaikan

Masyarakat Desa Petani, Bhatin Solapan sudah berulang kali meminta pengaspalan jalan akses dua sekolah, tapi diabaikan Pemkab Bengkalis.

Riauterkini - DURI - Miris, negeri yang terkenal dengan kekayaan hasil buminya ternyata tidak menjamin layaknya pra sarana insfrastruknya. Seperti yang terjadi di Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan, Bengkalis. Meski setiap tahunnya diusulkan perbaikan jalan yang menjadi akses dua sekolah, masing masing Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 dan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 7, namun hingga kini kondisi jalan yang hancur itu sama sekali belum terealisasi.

Akibatnya, hampir seluruh pengendara yang melintas tak jarang terjerambab masuk kedalam lubang hingga terpeleset dijalan sepanjang kurang lebih 1,5 Kilometer tersebut.

"Kalau masalah pengusulan perbaikan, jangan ditanya lagi. Sudah setiap tahun diusulkan, tapi inilah kenyataannya bisa kita lihat sendiri,"keluh Kepala SMAN 7, Drs Akmal saat berbincang dengan riauterkini.com, Selasa (16/10/18).

Dikatakan Akmal, bahkan sejumlah pihak sering mendatanginya guna mengabadikan akses jalan rusak itu dan berjanji mengusulkan perbaikan."Sudah sering ada yang datang dan meminta saya menjadi model dijalan rusak ini, tapi ntah kapan diperbaikinya,"tambahnya.

Menanggapi permasalahan tersebut, Anggota DPRD Bengkalis, Rianto menjelaskan jika Pemkab melakukan pembangunan secara skala prioritas dan pihaknya berjanji akan memperjuangkan usulan itu ditahun 2019 mendatang." Bukannya akses jalan itu tidak penting, tapi Pemerintah pasti punya alasan belum memperbaikinya, namun kita akan memperjuangkan mewujudkannya,"janjinya.

Hingga berita kini, akses jalan menuju dua sekolah tersebut tampak semakin memprihatinkan setelah diguyur hujan beberapa hari. Hanya tampak sejumlah titik ditimbun menggunakan bekas galian aspal jalan lintas yang dilakukan perawatan. Masyarakat disekitar jalan tersebut sangat berharap perhatian serius Pemerintah guna merealisasikan perbaikannya.*(hen)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Tanam 202 Pohon, Gubri Berharap Banyak Burung Berumah di Gedung Daerah
- BC Bengkalis Amankan Pompong Bermuatan Ribuan Kayu Teki
- Jalan Rusak Bikin Truk Angkut Sawit Terguling di Jalan Lintas Bono Pelalawan
- ESDM Sebut 10 Perusahaan Migas Hasilkan Tiga Jenis Limbah B3
- Sepanjang 2019, BRG Targetkan Restorasi 143.000 Hektare Gambut Konsesi Perusahaan Riau
- Petani Muara Bungkal Sambut Program DMPA PT AA-SMF
- Buntut Pembunuhan Burung Enggang oleh Warga,
Pemuka Adat Minta BKSDA Sosialisasikan UU Hewan Dilindungi



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com