Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 14 Nopember 2018 22:34
PT CPI Taja Pelatihan Pemanfaatan Sampah Rumah Tangga di Pinggir, Bengkalis

Rabu, 14 Nopember 2018 21:34
Realisasi DAK Riau Masih 52,78 Persen

Rabu, 14 Nopember 2018 20:48
Banjir di Inhu Kembali Telan Korban Jiwa

Rabu, 14 Nopember 2018 19:52
Besok, UAS Beri Tausiah di Dinas Dalduk KB Pekanbaru

Rabu, 14 Nopember 2018 19:09
Sekda: Pemko Pekanbaru Turut Berduka Atas Insiden Pagar Rubuh di SDN 141

Rabu, 14 Nopember 2018 18:39
Tuntas Lakukan Perbaikan Panel Terbakar, PLN ULP Bengkalis Gelar Syukuran

Rabu, 14 Nopember 2018 18:34
Makan dan Minum SMA Plus Dihentikan, Waka DPRD Riau Tak Yakin Karena Anggaran

Rabu, 14 Nopember 2018 17:35
Dinsos Serahkan Bantuan Rp263 Juta untuk Korban Gempa dan Tsunami di Palu, Sigi, Donggala

Rabu, 14 Nopember 2018 16:42
3 Lagi Kabur,
Dua Sindikat Pencuri Pakaian Antar Provinsi Ditangkap Warga Pasirpangaraian


Rabu, 14 Nopember 2018 16:39
Rakor Sehari,
DPMP Rohul Harapkan Panwas Bisa Selesaikan Sengketa Pilkades Serentak 2018



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 16 Oktober 2018 11:30
Usulan Aspal Jalan Akses Dua Sekokah di Bhatin Solapan Seolah Diabaikan

Masyarakat Desa Petani, Bhatin Solapan sudah berulang kali meminta pengaspalan jalan akses dua sekolah, tapi diabaikan Pemkab Bengkalis.

Riauterkini - DURI - Miris, negeri yang terkenal dengan kekayaan hasil buminya ternyata tidak menjamin layaknya pra sarana insfrastruknya. Seperti yang terjadi di Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan, Bengkalis. Meski setiap tahunnya diusulkan perbaikan jalan yang menjadi akses dua sekolah, masing masing Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 dan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 7, namun hingga kini kondisi jalan yang hancur itu sama sekali belum terealisasi.

Akibatnya, hampir seluruh pengendara yang melintas tak jarang terjerambab masuk kedalam lubang hingga terpeleset dijalan sepanjang kurang lebih 1,5 Kilometer tersebut.

"Kalau masalah pengusulan perbaikan, jangan ditanya lagi. Sudah setiap tahun diusulkan, tapi inilah kenyataannya bisa kita lihat sendiri,"keluh Kepala SMAN 7, Drs Akmal saat berbincang dengan riauterkini.com, Selasa (16/10/18).

Dikatakan Akmal, bahkan sejumlah pihak sering mendatanginya guna mengabadikan akses jalan rusak itu dan berjanji mengusulkan perbaikan."Sudah sering ada yang datang dan meminta saya menjadi model dijalan rusak ini, tapi ntah kapan diperbaikinya,"tambahnya.

Menanggapi permasalahan tersebut, Anggota DPRD Bengkalis, Rianto menjelaskan jika Pemkab melakukan pembangunan secara skala prioritas dan pihaknya berjanji akan memperjuangkan usulan itu ditahun 2019 mendatang." Bukannya akses jalan itu tidak penting, tapi Pemerintah pasti punya alasan belum memperbaikinya, namun kita akan memperjuangkan mewujudkannya,"janjinya.

Hingga berita kini, akses jalan menuju dua sekolah tersebut tampak semakin memprihatinkan setelah diguyur hujan beberapa hari. Hanya tampak sejumlah titik ditimbun menggunakan bekas galian aspal jalan lintas yang dilakukan perawatan. Masyarakat disekitar jalan tersebut sangat berharap perhatian serius Pemerintah guna merealisasikan perbaikannya.*(hen)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Banjir di Inhu Kembali Telan Korban Jiwa
- Banjir di Riau, Komisi V Minta BPBD Tingkatkan Penanganan
- Warga Waspada,
Seekor Harimau Terjebak di Bawah Ruko di Pulau Burung, Inhil

- Proyek 'Box Culvert' Jalintim desa Kemang Pelalawan Biang Kemacetan
- Baru Siap Dikerjakan, Proyek Jalan Hot Mix Senilai Rp2,4 Miliar di Duri Mulai Rusak
- Longsor lagi, Satu Rumah Warga Kuala Enok, Inhil Rusak
- Puso Karena Banjir, 426 Hektar Sawah di Kuansing Terpaksa Tanam Ulang


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com