Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 23 Januari 2019 22:29
113 Tim Ikutu Turnamen Bola Voli Pakai Kain Sarung HUT Kabupaten Kampar ke-69

Rabu, 23 Januari 2019 22:22
Empat Unit Bus Sekolah Gratis Siap Layani Pelajar di Bangkinang Sekitarnya

Rabu, 23 Januari 2019 22:16
Daya Listrik Berkurang, PLN Bengkalis Terus Gesa Perbaikan Mesin Rusak

Rabu, 23 Januari 2019 21:50
Peluncuran Program DMIJ Plus Terintegrasi, Bupati Inhil Ungkap Telah Siapkan Berbagai Terobosan

Rabu, 23 Januari 2019 21:07
Dugaan Perselingkuhan Oknm DPRD Kuansing,
Keluarga Terlapor Sempat Minta Mencabut Pengaduan


Rabu, 23 Januari 2019 20:58
Berbagai Gelaran Disiapkan Panitia Imlek Bersama Sambut Perayaan Imlek 2019

Rabu, 23 Januari 2019 20:53
Polsek Ukui Gagalkan Mobil Truk Pengangkut 'Illog'

Rabu, 23 Januari 2019 19:32
Sinergitas TNI-Polri, Polres Inhu Sosialisasi Bahaya Narkoba di Kodim 0302

Rabu, 23 Januari 2019 19:13
Yowan Terpilih Menjadi Ketua LPM Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru

Rabu, 23 Januari 2019 17:04
Ratusan Prajurit Kodim 0313/KPR se-Rohul‎ Jalani Minggu Militer di Pasirpangaraian


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 18 Oktober 2018 21:49
Tiga Penyakit Bahaya Ini Harus Diwaspadai Pemilik Hewan di Bengkalis

Distan Bengkalis temukan enam penyakit hewan berbahaya di daerahnya. Yakni penyakit keguguran pada ternak, antraks, hotkolera pada babi, rabies, jembrana dan flu burung.

Riauterkini-BENGKALIS- Ada enam jenis penyakit berbahaya yang dialami oleh hewan, yakni penyakit keguguran pada ternak, antraks, hotkolera pada babi, rabies, jembrana dan flu burung, ada tiga jenis diantaranya sudah ditemukan di Bengkalis dan 'menghantui' khususnya hewan ternak dan peliharaan di Kabupaten Bengkalis. Yakni, penyakit rabies, jembrana pada sapi dan flu burung.

Dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Bengkalis, Sapon melalui Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Hewan (Keswan) H.M.Mardani, bahwa tiga penyakit hewan tersebut sudah ditemukan beberapa kasus di daerah ini dan harus dilakukan kontrol.

Pemberian vaksinasinya seperti rabies untuk hewan kucing dan anjing, jembrana yang sering terjadi pada sapi Bali juga harus dilakukan pemeriksaan rutin terhadap sapinya. Dan umumnya sapi Bali mendominasi di Kabupaten Bengkalis, dan terakhir penyakit flu burung yang pernah ditemui terhadap ayam beberapa waktu lalu.

"Tiga jenis penyakit hewan yang ditemukan di Kabupaten Bengkalis ini rutin kita vaksinasi, sementara tiga penyakit lagi meskipun tidak ditemukan kita terus lakukan monitoring agar apabila ada akan cepat ditindaklanjuti," kata H.M.Mardani Kasi Keswan Dinas Pertanian Bengkalis, Kamis, (18/10/18).

Sambung pria yang akrab disapa Heni ini, Distan selain memberikan vaksinasi terhadap hewan, juga rutin melakukan sosialisasi agar masyarakat mengetahui bahaya virus tersebut menyerang ternak mereka.

Seperti jembrana yang sering terjadi pada jenis sapi Bali menyerang kekebalan tubuh sapi dan mengakibatkan kematian.

"Untuk mencegah agar sapi bali ini tidak terserang jembrana minimal harus mendapatkan vaksinasi selama 4 tahun berturut turut, dalam satu tahun harus mendapatkan 2 x vaksin dengan rentang jarak 1 bulan sekali," terangnya. Ditambahkan Heni, di Kabupaten Bengkalis sejak 2016 penyakit jembrana tersebut sudah tidak ditemukan, namun Distan tetap melakukan vaksinasi secara intens terhadap sapi khusus sapi Bali.

"Di Kabupaten Bengkalis hampir 90 persen populasinya sapi Bali. Sampai saat ini sapi yang terserang jembrana masih dibawah angka 5 persen. Tetapi melihat dari dampaknya, harus dilakukan penanganan yang lebih, agar produksi sapi terus meningkat," katanya lagi.***(dik)

Foto : Pemberian vaksinasi jembrana terhadap sapi Bali oleh petugas Distan Bengkalis.

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- BC Bengkalis Amankan Pompong Bermuatan Ribuan Kayu Teki
- Jalan Rusak Bikin Truk Angkut Sawit Terguling di Jalan Lintas Bono Pelalawan
- ESDM Sebut 10 Perusahaan Migas Hasilkan Tiga Jenis Limbah B3
- Sepanjang 2019, BRG Targetkan Restorasi 143.000 Hektare Gambut Konsesi Perusahaan Riau
- Petani Muara Bungkal Sambut Program DMPA PT AA-SMF
- Buntut Pembunuhan Burung Enggang oleh Warga,
Pemuka Adat Minta BKSDA Sosialisasikan UU Hewan Dilindungi

- Masyarakat Bandar Alai, Kuansing Dambakan Perbaikan Jakan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com