Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 23 Januari 2019 19:32
Sinergitas TNI-Polri, Polres Inhu Sosialisasi Bahaya Narkoba di Kodim 0302

Rabu, 23 Januari 2019 19:13
Yowan Terpilih Menjadi Ketua LPM Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru

Rabu, 23 Januari 2019 17:04
Ratusan Prajurit Kodim 0313/KPR se-Rohul‎ Jalani Minggu Militer di Pasirpangaraian

Rabu, 23 Januari 2019 16:53
Kadis PUPR Rohul Turun Tangan,
‎Jalan Provinsi di Rambah Hilir Rusak tarena tak Ada Drainese


Rabu, 23 Januari 2019 16:48
Peredaran Narkoba di LP Kelas II B Bangkinang Kembali Terungkap

Rabu, 23 Januari 2019 16:44
Bandara Sepi, Porter Andalkan Penerbangan Internasional

Rabu, 23 Januari 2019 16:34
Gubri Ingin Jembatan Siak IV Diberi Nama Pendiri Kota Pekanbaru

Rabu, 23 Januari 2019 16:24
Sesuai Letaknya,
Waka DPRD Riau Kordias Pasaribu Usulkan Nama Pelita untuk Jembatan Siak IV


Rabu, 23 Januari 2019 16:21
Diduga DL Massal, Kantor Bupati dan DPRD Pelalawan Lengang Mencekam

Rabu, 23 Januari 2019 16:16
Anggota DPRD Riau Dapil Pekanbaru Sebut Jembatan Siak IV Sudah Rampung


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 7 Nopember 2018 14:15
Banjir Berangsur Surut,
Hari Kelima, Warga Mulai Diserang Gatal-gatal


Walaupun permukaan banjir berangsur surut, namun sejumlah warga Kuansing yang menjadi korban mulai diserang gatal-gatal.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Sejumlah warga di Kuansing korban banjir, mulai diserang penyakit gatal-gatal. Namun, kondisi air saat ini telah mulai berangsur surut.

"Iya, air sudah agak surut dari semalam. Namun, ada beberapa warga kita diserang penyakit. Mereka mengalami gatal-gatal," ujar Ison, warga Sukaping Kecamtan Pangean, Rabu (7/11/2018) siang kepada Riauterkini.com.

Menurut Ison, penyakit yang menyerang masyarakat ini, disebabkan air kotor yang membanjiri pemukiman masyarakat selama 5 hari lalu, sejak Sabtu lalu.

Tidak hanya diserang penyakit, warga menurutnya juga kesulitan air bersih, karena sejumlah sumur terendam banjir.

Sejauh ini, kata Ison meskipun telah ditetapkan status bencana banjir oleh Pemkab. Namun, tidak satupun bantuan yang diterima.

"Ya kita, juga tidak berharap lagi. Yang jelas kita masih tetap bisa bertahan tanpa bantuan mereka. Kita juga dengar katanya cepat tanggap, tanggap yang mana maksudnya tak jelas juga," kata Ison.*** (Jok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- BC Bengkalis Amankan Pompong Bermuatan Ribuan Kayu Teki
- Jalan Rusak Bikin Truk Angkut Sawit Terguling di Jalan Lintas Bono Pelalawan
- ESDM Sebut 10 Perusahaan Migas Hasilkan Tiga Jenis Limbah B3
- Sepanjang 2019, BRG Targetkan Restorasi 143.000 Hektare Gambut Konsesi Perusahaan Riau
- Petani Muara Bungkal Sambut Program DMPA PT AA-SMF
- Buntut Pembunuhan Burung Enggang oleh Warga,
Pemuka Adat Minta BKSDA Sosialisasikan UU Hewan Dilindungi

- Masyarakat Bandar Alai, Kuansing Dambakan Perbaikan Jakan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com