Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 23 Januari 2019 21:07
Dugaan Perselingkuhan Oknm DPRD Kuansing,
Keluarga Terlapor Sempat Minta Mencabut Pengaduan


Rabu, 23 Januari 2019 20:58
Berbagai Gelaran Disiapkan Panitia Imlek Bersama Sambut Perayaan Imlek 2019

Rabu, 23 Januari 2019 20:53
Polsek Ukui Gagalkan Mobil Truk Pengangkut 'Illog'

Rabu, 23 Januari 2019 19:32
Sinergitas TNI-Polri, Polres Inhu Sosialisasi Bahaya Narkoba di Kodim 0302

Rabu, 23 Januari 2019 19:13
Yowan Terpilih Menjadi Ketua LPM Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru

Rabu, 23 Januari 2019 17:04
Ratusan Prajurit Kodim 0313/KPR se-Rohul‎ Jalani Minggu Militer di Pasirpangaraian

Rabu, 23 Januari 2019 16:53
Kadis PUPR Rohul Turun Tangan,
‎Jalan Provinsi di Rambah Hilir Rusak tarena tak Ada Drainese


Rabu, 23 Januari 2019 16:48
Peredaran Narkoba di LP Kelas II B Bangkinang Kembali Terungkap

Rabu, 23 Januari 2019 16:44
Bandara Sepi, Porter Andalkan Penerbangan Internasional

Rabu, 23 Januari 2019 16:34
Gubri Ingin Jembatan Siak IV Diberi Nama Pendiri Kota Pekanbaru


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 9 Nopember 2018 16:29
Diduga Buang Limbah ke Anak Sungai, DLH Siak Temukan Saluran Air tak Wajar di PT ATM

DLH Siak lakukan peninjauan adanya dugaan pembuangan limbah PT ATM di Sungai Pingai, Siak. Dinas menemukan adanya saluran air pencucian pabrik yang mengalir ke sungai.

Riauterkini-SIAK- Adanya dugaan PT Anugrah Tani Makmur (ATM) di Marekan, Kecamatan Tualang, Siak, membuang limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di anak sungai pingai, menemukan jawabannya.

Jawaban ditemukan setelah pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Siak, melalui Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup, Jumat (9/11/18) turun ke lokasi PKS PT ATM. Dilokasi ditemukan adanya saluran air pihak perusahaan yang mengalir ke anak sungai diduga tercemar air pencucian pabrik.

Keterangan Kabid Ardayani, dilokasi bahwa adanya saluran air pencucian pabrik, yang mengalir ke anak sungai, bukan air limbah yang ada di kolam. Dan pihak perusahaan berjanji akan melakukan perbaikan, agar saluran air pencucian pabrik tidak tercemar.

"Kita sudah meninjau, saluran air yang diduga limbah tersebut, ternyata itu saluran air pencucian pabrik bukan limbah seperti yang diberitakan. Kita sudah memberikan saran agar perusahaan melakukan perbaikan dan pencegahan agar air pencucian tidak terkena limbah-limbah yang lainnya," terang Ardayani.

Selain itu dikatakan Ardayani, bahwa air yang mengalir ke anak sungai tersebut tentunya kalau dipergunakan masyarakat untuk mandi tentu akan terdampak gatal-gatal.

"Ya, namanya juga air bekas cucian pabrik tentu ada sedikit banyak minyak, abu piber dan lainnya masuk ke saluran akan berdampak pada kulit, mungkin bisa gatal-gatal," kata Ardayani.

Sementara itu pihak perusahaan yakni Ferdinan, Arpan Humas PT ATM, mengatakan bahwa pihak perusahaan akan segera melakukan perbaikan, dan minta waktu hingga maksimal 3 minggu atau 21 hari kedepan.

"Kita akan melakukan perbaikan, dan minta waktu, karena tentunya dalam perbaikan diperlukan biaya-biaya, dan harus dikoordinasikan," ujar Arpan.

Permintaan waktu untuk perbaikan, diindahkan Ardayani dan memastikan sudah selesai sesuai yang dijanjikan. "Kita kasih waktu sesuai permintaan, dan kita akan datang lagi setelah waktu yang ditentukan untuk memastikannya," tambahnya.***(vila)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- BC Bengkalis Amankan Pompong Bermuatan Ribuan Kayu Teki
- Jalan Rusak Bikin Truk Angkut Sawit Terguling di Jalan Lintas Bono Pelalawan
- ESDM Sebut 10 Perusahaan Migas Hasilkan Tiga Jenis Limbah B3
- Sepanjang 2019, BRG Targetkan Restorasi 143.000 Hektare Gambut Konsesi Perusahaan Riau
- Petani Muara Bungkal Sambut Program DMPA PT AA-SMF
- Buntut Pembunuhan Burung Enggang oleh Warga,
Pemuka Adat Minta BKSDA Sosialisasikan UU Hewan Dilindungi

- Masyarakat Bandar Alai, Kuansing Dambakan Perbaikan Jakan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com