Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Ahad, 21 April 2019 20:09
Bawaslu : Otak atik Suara Peserta Pemilu, Bisa Dipidana

Ahad, 21 April 2019 19:46
Petugas Pemilu yang Berkorban

Ahad, 21 April 2019 16:59
Bakal Ditinjau Bupati,
6.086 Siswa SMP Sederajat di Pelalawan Besok Ikuti UN


Ahad, 21 April 2019 16:55
HUT ke-22, Iwara Buat Acara Meriah

Ahad, 21 April 2019 16:06
Lomba Burung Berkicau KNPI Rohul Cup 1 Diramaikan Pecinta Burung dari Tiga Provinsi

Ahad, 21 April 2019 14:47
Terkait Kematian Andri Arisko,
5 Personel Polres Kuansing Diperiksa Propam Polda Riau


Ahad, 21 April 2019 10:54
Asia Farm Resmi Dibuka, Destinasi Wisata Penuh Edukasi di Pekanbaru

Ahad, 21 April 2019 10:12
Diduga Tewas Dianiaya Polisi, POSPERA Tuntut Pengusutan Kematian Warga Jake, Kuansing

Ahad, 21 April 2019 10:05
Bupati Mursini Wisuda Ribuan Murid TPA se-Kuansing

Ahad, 21 April 2019 10:02
Bawaslu Ingatkan Pidana Setahun Penjara tak Umumkan C1 di TPS


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 9 Nopember 2018 17:28
Dinkes Rohul Temukan 19 Kasus DBD Selama Oktober dan September 2018

Sebanyak 19 kasus DBD terjadi di Rohul selama bulan Oktober dan September 2018. Tiga warga asal Kecamatan Tambusai sempat mendapat rawatan di rumah sakit.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Berdasarkan laporan diterima Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), sedikitnya telah terjadi 19 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di sejumlah desa.‎

Kepala Dinkes Kabupaten Rohul dr. Bambang Priono, melalui Seketaris Dinkes Rohul drg. Septien Asmarwiati M.Kes, mengatakan sesuai laporan pada September 2018 ada 10 kasus DBD menyerang warga.

Sedangkan di Oktober 2018 lalu, sedikitnya ada 9 kasus DBD, terdiri di Kecamatan Tambusai 3 kasus, Ujung Batu 3 kasus, Rambah 1 kasus, dan Kecamatan Tandun 3 kasus.

Dari 19 kasus DBD yang terjadi, 3 warga asal Kecamatan Tambusai yang terserang DBD sempat mendapatkan dirawat di RSUD Rohul.

Menurut Septien, perkembangbiakan nyamuk aedes aegipty atau nyamuk penyebab DBD sangat cepat, sehingga harus dilakukan pemberantasan sarang nyamuk di sekitar rumah.‎

Diakuinya, langkah efektif untuk memberantas nyamuk sebenarnya bukan dengan fogging, sebab hal itu hanya mampu memberantas nyamuk dewasa, sedangkan jentik nyamuk tidak mati.

"Cara paling ampuh untuk kita lakukan hanyalah melaksanakan tiga M, yaitu Menutup, Menguras dan Menimbun," jelas Septien.

Mencegah DBD menyebar, Septien mengimbau seluruh masyarakat Rohul untuk melaksanakan tiga M, sehingga jentik nyamuk tidak berkembang biak di dalam kaleng, ember dan ban bekas di sekitar rumah.

"Lebih baik mencegah dari pada mengobati," pungkas perempuan yang pernah menjabat Direktur RSUD Rohul ini.***(zal)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Catatan Rahman Rahim,
Riau Hijau, Solusi Permasalahan Lingkungan di Riau

- Cegah Banjir, Dinas PUPR Kerahkan Pasukan Kuning Bersihkan Drainase
- Bocah 5 Tahun di Morong Inhu Diterkam Buaya
- Terpeleset ke Sungai, Bocah 5 Tahun di Inhu Diterkam Buaya
- Buaya Tangkapan Warga Dititip di Kasang Kulim
- Manfaatkan Lahan Marginal, Warga Kualu Nenas Panen Raya Semangka 30 Ton
- Tanggulangi Karhutla, Riau Ajukan Tambahan Helikopter


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com