Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 23 Januari 2019 21:07
Dugaan Perselingkuhan Oknm DPRD Kuansing,
Keluarga Terlapor Sempat Minta Mencabut Pengaduan


Rabu, 23 Januari 2019 20:58
Berbagai Gelaran Disiapkan Panitia Imlek Bersama Sambut Perayaan Imlek 2019

Rabu, 23 Januari 2019 20:53
Polsek Ukui Gagalkan Mobil Truk Pengangkut 'Illog'

Rabu, 23 Januari 2019 19:32
Sinergitas TNI-Polri, Polres Inhu Sosialisasi Bahaya Narkoba di Kodim 0302

Rabu, 23 Januari 2019 19:13
Yowan Terpilih Menjadi Ketua LPM Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru

Rabu, 23 Januari 2019 17:04
Ratusan Prajurit Kodim 0313/KPR se-Rohul‎ Jalani Minggu Militer di Pasirpangaraian

Rabu, 23 Januari 2019 16:53
Kadis PUPR Rohul Turun Tangan,
‎Jalan Provinsi di Rambah Hilir Rusak tarena tak Ada Drainese


Rabu, 23 Januari 2019 16:48
Peredaran Narkoba di LP Kelas II B Bangkinang Kembali Terungkap

Rabu, 23 Januari 2019 16:44
Bandara Sepi, Porter Andalkan Penerbangan Internasional

Rabu, 23 Januari 2019 16:34
Gubri Ingin Jembatan Siak IV Diberi Nama Pendiri Kota Pekanbaru


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 9 Nopember 2018 17:28
Dinkes Rohul Temukan 19 Kasus DBD Selama Oktober dan September 2018

Sebanyak 19 kasus DBD terjadi di Rohul selama bulan Oktober dan September 2018. Tiga warga asal Kecamatan Tambusai sempat mendapat rawatan di rumah sakit.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Berdasarkan laporan diterima Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), sedikitnya telah terjadi 19 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di sejumlah desa.‎

Kepala Dinkes Kabupaten Rohul dr. Bambang Priono, melalui Seketaris Dinkes Rohul drg. Septien Asmarwiati M.Kes, mengatakan sesuai laporan pada September 2018 ada 10 kasus DBD menyerang warga.

Sedangkan di Oktober 2018 lalu, sedikitnya ada 9 kasus DBD, terdiri di Kecamatan Tambusai 3 kasus, Ujung Batu 3 kasus, Rambah 1 kasus, dan Kecamatan Tandun 3 kasus.

Dari 19 kasus DBD yang terjadi, 3 warga asal Kecamatan Tambusai yang terserang DBD sempat mendapatkan dirawat di RSUD Rohul.

Menurut Septien, perkembangbiakan nyamuk aedes aegipty atau nyamuk penyebab DBD sangat cepat, sehingga harus dilakukan pemberantasan sarang nyamuk di sekitar rumah.‎

Diakuinya, langkah efektif untuk memberantas nyamuk sebenarnya bukan dengan fogging, sebab hal itu hanya mampu memberantas nyamuk dewasa, sedangkan jentik nyamuk tidak mati.

"Cara paling ampuh untuk kita lakukan hanyalah melaksanakan tiga M, yaitu Menutup, Menguras dan Menimbun," jelas Septien.

Mencegah DBD menyebar, Septien mengimbau seluruh masyarakat Rohul untuk melaksanakan tiga M, sehingga jentik nyamuk tidak berkembang biak di dalam kaleng, ember dan ban bekas di sekitar rumah.

"Lebih baik mencegah dari pada mengobati," pungkas perempuan yang pernah menjabat Direktur RSUD Rohul ini.***(zal)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- BC Bengkalis Amankan Pompong Bermuatan Ribuan Kayu Teki
- Jalan Rusak Bikin Truk Angkut Sawit Terguling di Jalan Lintas Bono Pelalawan
- ESDM Sebut 10 Perusahaan Migas Hasilkan Tiga Jenis Limbah B3
- Sepanjang 2019, BRG Targetkan Restorasi 143.000 Hektare Gambut Konsesi Perusahaan Riau
- Petani Muara Bungkal Sambut Program DMPA PT AA-SMF
- Buntut Pembunuhan Burung Enggang oleh Warga,
Pemuka Adat Minta BKSDA Sosialisasikan UU Hewan Dilindungi

- Masyarakat Bandar Alai, Kuansing Dambakan Perbaikan Jakan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com