Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 25 Mei 2019 07:19
Bupati Kampar Lantik 11 Pejabat Eselon II

Jum’at, 24 Mei 2019 22:02
Imigrasi Bengkalis Santuni Anak Panti Asuhan

Jum’at, 24 Mei 2019 21:49
Pemkab Bengkalis Ingatkan Seluruh Perusahaan Segera Bayarkan THR

Jum’at, 24 Mei 2019 21:41
Buka Puasa Bersama Ramadhan, PT EDI Rohul Salurkan Bantuan dan Berbagi dengan Kaum Dhuafa

Jum’at, 24 Mei 2019 21:38
Safari Ramadan 1440 H, Wagubri Shalat Tarawih dan Serahkan Bantuan di Mesjid Agung Al Huda Tembilahan

Jum’at, 24 Mei 2019 20:15
Serunya Midnight Sale di Mal SKA, Diskon Melimpah Sampai 70 Persen

Jum’at, 24 Mei 2019 19:29
Mahasiswa UR Taja Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa di SMA Negeri Pintar Provinsi Riau

Jum’at, 24 Mei 2019 19:15
Buka Bersama Pengurus, Apindo Gandeng ACI NUS Gelar Survey Daya Saing Usaha 2019

Jum’at, 24 Mei 2019 19:11
Kutuk Tindakan Represif, HMI Pekanbaru Minta Kapolri Dicopot

Jum’at, 24 Mei 2019 17:24
Berbagi Berkah Ramadan, Alumni Unri RAPP Santuni Anak Yatim


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 14 Nopember 2018 20:48
Banjir di Inhu Kembali Telan Korban Jiwa

Banjir yang melanda Inhu kembali menelan korban jiwa. Setelah dua Balita tewas, seorang bocah dua tahun meneinggal juga akibat tenggelam.

Riauterkini-RENGAT-Banjir yang melanda Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) kembali menelan korban jiwa, setelah sebelumnya dua orang bocah menjadi korban akibat kelalaian orang tua. Kali ini kembali seorang bocah berusia dua tahun meninggal tenggelam dalam banjir.

Kembali meninggalnya seorang bocah dalam banjir yang melanda Inhu ini menimpa Juna Muhammad Fauzi (2) Putra pasangan Toyok (40) dan Rini Sulasmi (28) di halaman rumahnya Jalan Lintas Rengat-Pematang Reba Desa Kuantan Babu Kecamatan Rengat, Inhu pada Rabu (14/11/18) sekira pukul 12.00 Wib.

Ibu korban Rini Sulasmi kepada awak media, Rabu (14/11/18) menceritakan kejadian nahas yang menimpa putra bungsunya tersebut berawal dari dirinya yang meninggalkan Juna didalam rumah dalam kondisi tertidur. Untuk menjemput anaknya yang sulung diseberang jalan rumahnya yang hanya berjarak lebih kurang 20 meter, seusai pulang sekolah.

"Saya mau jemput anak saya yang besar pulang sekolah di seberang jalan raya, karena anak saya tak bisa menyebrang," ujarnya.

Sementara itu kondisi di halaman rumah korban sudah terendam banjir setinggi pinggang orang dewasa. Sepulangnya menjemput anak pertamanya yang pulang sekolah, Rini sudah tidak menemukan lagi Juna di dalam rumah. Sementara posisi pintu dapur sudah terbuka.

"Saya meminta pertolongan warga sekitar untuk mencari Juna. Lima menit mencari, tetangga sebelah menemukan anak saya di bawah kolong rumah tenggelam dalam banjir. Juna sempat dibawa ke Rumah Sakit Kasih Ibu untuk mendapat pertolongan. Namun sayang nyawa anak saya sudah tidak tertolong lagi," ungkapnya. *** (guh)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Akan Dibawa ke Malaysia, 77,4 Ribu Bibit Baby Lobster Diamankan Polairud Polda Riau
- Jalan Sei Pakning-Dumai Rusak Parah, Usulan Perbaikan PUPR Bengkalis Belum Direspon Pemprov Riau
- Tim BBKSDA Riau Musnahkan Sawit di GSK
- Madu Asli Masih Bisa Ditemukan di Kuansing
- Tim Verifikasi KLA Sambangi Pekanbaru, Walikota Expos Visi dan Misi Smart City Madani
- Restorasi Ekosistem Riau Sukses jaga Habitat Satwa Dilindungi
- RAPP Paparkan Kesuksesan RER, Lestarikan Kawasan Gambut dan Cegah Karlahut


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com