Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 19 Pebruari 2019 07:18
Jaringan Pulih, Pelayanan Pembuatan KTP El di Kuansing Pulih

Senin, 18 Pebruari 2019 21:32
Tabrak Truk, Pelajar di Pinggir, Bengkalis Tewas Mengenaskan

Senin, 18 Pebruari 2019 21:04
KPU Riau Gelar Pleno DPTb

Senin, 18 Pebruari 2019 20:13
Mendadak Sakit, Tuntutan Hukuman Pengusaha Terjerat Pemalsuan Sertifikat Lahan Ditunda Sehari

Senin, 18 Pebruari 2019 19:34
SK Penetapan Kuansing Tuan Rumah Porprov Diterima Bupati

Senin, 18 Pebruari 2019 19:31
Melalui MoU, Kejati Beri Pendampingan Penyelesaian Kredit Macet di BRK

Senin, 18 Pebruari 2019 18:19
Maling Kotak Infak di Bengkalis di Tangkap Warga

Senin, 18 Pebruari 2019 18:16
Diduga Bakar Lahan Sembarangan, Polisi Tangkap Seorang Pekerja Kebun di Pulau Rupat

Senin, 18 Pebruari 2019 18:10
Pacu Jalur Tak Masuk Kalender Pariwisata, Kader PPP Kritik Pemkab Jangan Hanya Sekedar Kunker

Senin, 18 Pebruari 2019 17:53
Hasil RDP DPRD Rohul, Kendaraan Berat Dilarang Melintas Saat Jam Belajar Sebelum Kurangi Tonase


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 5 Desember 2018 07:40
Tolong, Lobang Menganga di U-Turn Dekat Proyek Fly Over Arengka Menyusahkan

Lobang besar sudah berbulan di biarkan menganga di putaran dekat proyek jalan layang Arengka. Rakyat kecewa pemerintah tak peduli.

Riauterkini-PEKANBARU- Kemacetan di Jalan Soekarno-Hatta Pekanbaru, tepatnya selepas proyek fly over Pasar Arengka pagi ini, Rabu (5/12/18) lebih parah dari biasa. Pemicunya, ada truk interkuler yang nyangkut. Roda depannya terperosok di lobang besar di ujung belokan atau U-Turn.

Karena tersangkut, seluruh bagian truk menutup badan jalan ke arah Pasar Pagi. Beruntung ada lahan kosong yang bisa digunakan jadi jalan alternatif. Sementara dari arah sebaliknya yang terpicu macet parah. Karena mobil dari HR Soebrantas yang akan ke arah luar kota bertambah lama saat memutar.

Lobang besar menganga itu sudah berbulan-bulan tanpa ada yang peduli. Terutama dari pemerintah. Pernah ada warga yang coba menutup lobang tersebut dengan coran semen, namun muncul lobang baru yang lebih besar.

"Sudah banyak mobil yang terperosok. Tak terhitunglah. Tapi tak juga lobang ini diperbaiki," keluh Safri, penambal ban yang berlokasi di kawasan tersebut.

Safri dan warga yang main melontarkan kekecewaan serupa pada pemerintah yang tak peduli pada kesusahan rakyat akibat jalan dibiarkan rusak.

"Ajab kami Bang. Aturan sudah sampai subuh tadi, sampai sekarang masih di sini," keluh Ucok, kenek truk yang mengaku mengangkut jeruk dari Berastagi, Sumatera Utara.

Menurut warga, tak banyak biaya untuk sekedar menutup lobang besar itu, tapi anehnya pemerintah tak mau melakukan dan membiarkan warga terus disusahkan.

"Tolonglah Pak Pemerintah, perbaiki jalan ini. Susah kami dibuatnya," pinta Ucok yang diamini warga lainnya.

Sebagai informasi, U-Turn tersebut sangat fital keberadaanya, karena selama proyek jalan layang, seluruh kendaraan dari Jalan HR Soebrantas menuju Jalan Soekarno Hatta arah luar kota atau menuju Jalan Adi Sucipto harus melewatinya. Karena itu, mendesak dilakukan perbaikan penutupan lobang di tepi jalan tersebut. Jika tidak pemeintah, mungkin kontraktor fly over bisa melakukannya.***(mad)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Cuaca Buruk Tunda MoU Bidang Perdata dan TUN BRK dengan Kejati Riau
- Dinas PUPR Kuansing Jamin Perbaiki Jalan Ambalas di Kuantan Tengah
- Menuju Hari Peduli Sampah Nasional 2019,
Sahabat Sungai Pekanbaru Gelar Aksi Bersih di Sungai Senapelan

- Karhutla Meluas, Bengkalis Tetapkan Status Darurat
- Suami Tewas dan Istri Kritis, Pasutri di Duri Tertabrak Truk
- Bengkalis Tetapkan Status Darurat Kabut Asap dan Karhutla
- Kabut Asap, Warga Dumai Mulai Gunakan Masker


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com