Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 21 Mei 2019 22:46
Wabup Inhil: Nuzulul Qur'an Momentum Meningkatkan Kesadaran Mengamalkan Ajaran Al Qur'an

Selasa, 21 Mei 2019 22:10
Jalin Silaturahmi, Terminal Bangkinang Gelar Buka Bersama

Selasa, 21 Mei 2019 21:06
Wali Kota Pekanbaru Kukuhkan Kepengurusan Fankoper

Selasa, 21 Mei 2019 20:51
Prime Park Hotel Pekanbaru Undang Ratusan Anak Yatin Berbuka Puasa Bersama

Selasa, 21 Mei 2019 20:49
Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Dinas PUPR Rohul Buka Puasa Ramadhan Bersama

Selasa, 21 Mei 2019 19:29
Korupsi Pengadaan Pipa Transmisi PDAM Tembilahan, Inhil, PNS dan Kontraktor Dituntut Berbeda

Selasa, 21 Mei 2019 19:26
Kejari Kuansing Gelar Bukber Bersama Dengan Awak Media

Selasa, 21 Mei 2019 18:14
Cek Jalur Mudik Lintas Barat di Kampar, Kapolda Riau Minta Pihak Kontraktor Gesa Perbaikan Jalan

Selasa, 21 Mei 2019 18:06
Santuni Anak Yatim, APHI Komda Riau Gelar Buka Bersama

Selasa, 21 Mei 2019 17:31
Demi Selamatkan MAN 1 Telukkuantan, Kepsek Baru Diminta Mundur


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 7 Desember 2018 20:31
Tahun Ini 450 Warga Bengkalis Terserang Virus TBC

Diskes Bengkalis temukan 450 penderita baru TBC hingga triwulan ketiga tahun 2018. Jumlah prevalensi sebesar 164 per100.000 jiwa penduduk.

Riauterkini-BENGKALIS- Berdasarkan dari laporan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis, hingga triwulan ketiga tahun 2018 ini ditemukan sebanyak 450 penderita baru Tuberkulosis (TBC). Sedangkan, jumlah semua kasus yang ada sebanyak 923 penderita dengan prevalensi sebesar 164 per100.000 jiwa penduduk.

"Artinya adalah ada 164 penderita TBC pada setiap 100.000 penduduk. Sedangkan Angka Keberhasilan Pengobatan sebesar 91.1 persen pada tahun 2016 dan menurun pada tahun 2017 sebesar 72,05 persen," ujar Kepala Dinkes Kabupaten Bengkalis, Supardi, S.Sos, MH melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Alwizar, SKM kepada sejumlah wartawan di Bengkalis, Jum'at (7/12/18).

Oleh karena itu, untuk mendukung eliminasi penyakit TBC di Indonesia tahun 2013 dan eradikasi penyakit TBC dari Indonesia tahun 2050, Dinkes Kabupaten Bengkalis dan Lembaga Kesehatan Nahdatul Ulama (LKNU) menggelar Focus Group Discussion (FGD), yang dilaksanakan Kamis (6/12/18) kemarin.

Kegiatan FGD ini dihadiri langsung Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis Supardi, Kepala Bidang P2P, Alwizar, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengenaian Penyakit Menular (P2PM) Abdul Mutalib, SKM dan Wasor TBC Kabupaten Bengkalis, Dewi Eka Handayani, SKM serta perwakilan 5 UPT Puskesmas dan perwakilan dari Organisasi Aisiyah Kabupaten Bengkalis dan pengurus LKNU Cabang Bengkalis.

Menuru Alwizar, kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi antara LKNU dengan Pemerintah Kabupaten Bengkalis khususnya Dinkes terkait urgensi peraturan dan kebijakan TBC untuk pengendalian TBC di Kabupaten Bengkalis. Menelaah bersama peraturan dan kebijakan TBC dan membuat rencana tindak lanjut tentang hasil telaahan peraturan dan kebijakan TBC tersebut.

"Alhamdulillah, telah diterbitkan regulasi daerah, yaitu Peraturan Bupati Bengkalis Nomor 21 Tahun 2018 tentang Penanggulangan dan Pengendalian Penyakit TBC di Kabupaten Bengkalis ini sebagai salah satu solusi dan kebijakan untuk mengatasi masalah tersebut," terangnya.

Alwizar berharap, LKNU bersinergi dengan Dinkes, agar tujuan untuk mencapai target program, penemuan kasus atau penderita TBC tercapai karena LKNU mempunyai kader yang sudah dilatih ilmu dasar dalam menentukan suspect (tersangka) TBC, mengambil sampel sputum (dahak) suspect sampai dengan mengirim sampel sputum tersebut ke Puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk didiagnose oleh dokter di Puskesmas.

"Kita berharap pihak LKNU akan berkoordinasi dengan UPT. Puskesmas ketika menjalankan tugasnya di lapangan, dan kita juga akan menyurati Puskesmas bahwa ada lembaga yang menjadi Sub-Recipient atau SR Kementerian Kesehatan untuk mendukung Eliminasi TBC," pintanya.***(dik)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Tim BBKSDA Riau Musnahkan Sawit di GSK
- Madu Asli Masih Bisa Ditemukan di Kuansing
- Tim Verifikasi KLA Sambangi Pekanbaru, Walikota Expos Visi dan Misi Smart City Madani
- Restorasi Ekosistem Riau Sukses jaga Habitat Satwa Dilindungi
- RAPP Paparkan Kesuksesan RER, Lestarikan Kawasan Gambut dan Cegah Karlahut
- Basarnas Kerahkan Penyelam, Cari Pelajar Rohul Hilang di Sungai
- Ngopi PWI Riau-KLHK Soroti Populasi Harimau dan Gajah di Sumatera


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com