Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 20 Pebruari 2019 18:07
Bersama IBI Pekanbaru, Disdalduk KB Siap Wujudkan KKBPK

Rabu, 20 Pebruari 2019 17:50
Syamsuar dan Edy Natar Diajak Jenguk Ruang Penjara KPK

Rabu, 20 Pebruari 2019 17:36
Dinsos Bengkalis Sosialisasikan Penyaluran Bansos Rastra dan Bantuan Pangan Non Tunai

Rabu, 20 Pebruari 2019 17:34
Dilantik Presiden,
Bupati Bengkalis Siap Dukung Visi Misi Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Baru


Rabu, 20 Pebruari 2019 17:28
Hujan Lebat, Beberapa Desa Kebanjiran di Kuansing

Rabu, 20 Pebruari 2019 17:25
Miris, Gedung Parkir Senilai Rp 4,7 Miliar di Duri, Bengkalis Mulai Beralih Fungsi

Rabu, 20 Pebruari 2019 16:54
Pemkab Rohul Punya 4 Target Pembangunan Daerah Tahun 2020, Perbankan Siap Backup

Rabu, 20 Pebruari 2019 15:28
Datangi KPK Pasca Dilantik, Syamsuar Berkomitmen Lawan Korupsi

Rabu, 20 Pebruari 2019 15:19
Dilantik sebagai Gubri dan Wagubri,
Fraksi PAN: Semoga Syamsuar-Edy Natar Jadi Pemimpin dengan Komitmen dan Integritas Tinggi


Rabu, 20 Pebruari 2019 14:31
Usai Dilantik, Syamsuar Tegaskan Dukungannya untuk Jokowi


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 7 Desember 2018 20:31
Tahun Ini 450 Warga Bengkalis Terserang Virus TBC

Diskes Bengkalis temukan 450 penderita baru TBC hingga triwulan ketiga tahun 2018. Jumlah prevalensi sebesar 164 per100.000 jiwa penduduk.

Riauterkini-BENGKALIS- Berdasarkan dari laporan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis, hingga triwulan ketiga tahun 2018 ini ditemukan sebanyak 450 penderita baru Tuberkulosis (TBC). Sedangkan, jumlah semua kasus yang ada sebanyak 923 penderita dengan prevalensi sebesar 164 per100.000 jiwa penduduk.

"Artinya adalah ada 164 penderita TBC pada setiap 100.000 penduduk. Sedangkan Angka Keberhasilan Pengobatan sebesar 91.1 persen pada tahun 2016 dan menurun pada tahun 2017 sebesar 72,05 persen," ujar Kepala Dinkes Kabupaten Bengkalis, Supardi, S.Sos, MH melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Alwizar, SKM kepada sejumlah wartawan di Bengkalis, Jum'at (7/12/18).

Oleh karena itu, untuk mendukung eliminasi penyakit TBC di Indonesia tahun 2013 dan eradikasi penyakit TBC dari Indonesia tahun 2050, Dinkes Kabupaten Bengkalis dan Lembaga Kesehatan Nahdatul Ulama (LKNU) menggelar Focus Group Discussion (FGD), yang dilaksanakan Kamis (6/12/18) kemarin.

Kegiatan FGD ini dihadiri langsung Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis Supardi, Kepala Bidang P2P, Alwizar, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengenaian Penyakit Menular (P2PM) Abdul Mutalib, SKM dan Wasor TBC Kabupaten Bengkalis, Dewi Eka Handayani, SKM serta perwakilan 5 UPT Puskesmas dan perwakilan dari Organisasi Aisiyah Kabupaten Bengkalis dan pengurus LKNU Cabang Bengkalis.

Menuru Alwizar, kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi antara LKNU dengan Pemerintah Kabupaten Bengkalis khususnya Dinkes terkait urgensi peraturan dan kebijakan TBC untuk pengendalian TBC di Kabupaten Bengkalis. Menelaah bersama peraturan dan kebijakan TBC dan membuat rencana tindak lanjut tentang hasil telaahan peraturan dan kebijakan TBC tersebut.

"Alhamdulillah, telah diterbitkan regulasi daerah, yaitu Peraturan Bupati Bengkalis Nomor 21 Tahun 2018 tentang Penanggulangan dan Pengendalian Penyakit TBC di Kabupaten Bengkalis ini sebagai salah satu solusi dan kebijakan untuk mengatasi masalah tersebut," terangnya.

Alwizar berharap, LKNU bersinergi dengan Dinkes, agar tujuan untuk mencapai target program, penemuan kasus atau penderita TBC tercapai karena LKNU mempunyai kader yang sudah dilatih ilmu dasar dalam menentukan suspect (tersangka) TBC, mengambil sampel sputum (dahak) suspect sampai dengan mengirim sampel sputum tersebut ke Puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk didiagnose oleh dokter di Puskesmas.

"Kita berharap pihak LKNU akan berkoordinasi dengan UPT. Puskesmas ketika menjalankan tugasnya di lapangan, dan kita juga akan menyurati Puskesmas bahwa ada lembaga yang menjadi Sub-Recipient atau SR Kementerian Kesehatan untuk mendukung Eliminasi TBC," pintanya.***(dik)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Hujan Lebat, Beberapa Desa Kebanjiran di Kuansing
- Sambut Hari Peduli Sampah 2019, Polair, FKPM dan Netral 'Bungkus' Sampah Pantai di Bengkalis
- Lahan Gambut di Pulau Bengkalis Terbakar
- Gajah Masuk Rumbai, BBKSDA Turunkan Tim
- Dukung Status Siaga Karhutla di Riau,
BPBD Ajukan Pengadaan Helikopter Water Boombing ke Pusat

- Gubri Tetapkan Status Siaga Karhutla Hingga Oktober Mendatang
- Cuaca Buruk Tunda MoU Bidang Perdata dan TUN BRK dengan Kejati Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com