Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Senin, 17 Juni 2019 14:12
Fraksi Demokrat dan PAN Kritik Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Riau 2018

Senin, 17 Juni 2019 12:57
Pererat Silaturahmi, PT BSP Halal Bihalal Bersama StakeHolders

Senin, 17 Juni 2019 12:02
Pilkada 2020, KPU Bengkalis Usulkan Rp50 Miliar

Senin, 17 Juni 2019 11:55
Tiket Pesawat Mahal, Gubri Wacanakan ke Jakarta via Malaysia

Senin, 17 Juni 2019 09:20
Nunggak Pajak, 61 Mobdin Pemprov Riau Tetap Dikandangkan

Senin, 17 Juni 2019 07:36
Terdapat 34 Titik Kerusakan Jalan dari Rantau Berangin Sampai Batas Kampar-Rohul

Senin, 17 Juni 2019 06:48
Sepekan Menghilang, Remaja KHS Kuansing Ditemukan Selamat

Ahad, 16 Juni 2019 23:22
Isu Mutasi dan Rotasi Jajaran Pemkab Inhil, Bupati: Itu Hal yang Biasa, Tunggu Saja

Ahad, 16 Juni 2019 23:14
Milad Ke - 54 Inhil, Wakil Bupati Melepas Peserta Funbike

Ahad, 16 Juni 2019 19:44
‎Perkosa Korban di Depan Pacarnya, 2 Begal Sadis di Ujung Batu Ditangkap Polisi Rohul


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 10 Desember 2018 07:25
Banjir Luapan Sungai Kampar Bikin Banyak Warga Begadang

Sungai Kampar tak mampu lagi menamping debit air. Meluap menjadi banjir. Warga yang rumahnya terendam terpaksa begadang.

Riauterkini-BANGKINANG - Bencana banjir yang dikhawatirkan masyarakat di sepanjang pinggiran Sungai Kampar beberapa hari terakhir benar-benar terjadi. Sepanjang Ahad (9/12/2018) telah banyak warga yang mengungsi dan memindahkan barang-barang mereka ke tempat yang lebih aman.

Kesibukan warga akibat banjir juga terlihat di media sosial. Berbagai postingan tentang banjir membanjiri halaman medsos. Sebagian warga tampak sibuk memindahkan barang-barang mereka, sebagian warga juga memanfaatkan banjir sebagai ajang swafoto. Di bagian lain, anak-anak asik bermain di tengah genangan.

Diantara desa yang rawan terjadi banjir akibat luapan Sungai Kampar adalah Desa Pulau Rambai Kecamatan Kampa. Kepala Desa Pulau Rambai Sahidun Firdaus kepada riauterkini.com, Ahad (9/12/2018) malam mengungkapkan, hingga sore ini sekitar 50 rumah di Dusun I telah digenangi banjir dan ada beberapa warga yang telah dievakuasi. "Memang sudah banyak rumah yang terendam namun masih sedikit yang dievakuasi karena mereka masih bertahan. Mereka telah memindahkan barang-barangnya ke tempat yang lebih tinggi sambil berharap air surut," ungkap Sahidun.

Ia menambahkan, hari ini pihak Pemerintah Kabupaten Kampar dan TNI dari Batalyon 132/Bima Sakti dan Koramil telah turun ke desanya.

Pihak Pemkab berencana akan mendirikan tenda dan dapur umum di Dusun IV namun ia meminta untuk kondisi saat ini karena masih sedikit warga yang dievakuasi dari Dusun I, maka ia berharap tenda dan dapur umum didirikan di Dusun I. "Daerah yang tinggi di Dusun IV. Tapi kalau sudah banyak warga yang dievakuasi sebaiknya tenda dan dapur umumnya di Dusun IV," terangnya.

Dari informasi yang dirangkum di lapangan, permukaan air juga telah naik di berbagai desa di Kecamatan Kampa, Kecamatan Tambang seperti di Desa Kuapan, Kecamatan Kampar, Bangkinang dan lainnya.

Heldi (30), warga Rumbio, Senin (10/12/2018) mengaku malam ini dia dan beberapa warga memilih tidak tidur karena berjaga-jaga memantau perkembangan naiknya permukaan air Sungai Kampar. "Kalau di Rumbio sudah banyak yang tergenang air bang. Desa lainnya juga. Tadi saya lihat mulai Batubelah, sampai Tanjung Rambutan, daerah sekitar Air Tiris. Yang parah di seberang sana, di Teratak dan Pulau Payung sekitarnya," beber Heldi.

Seperti diberitakan, manajemen PLTA Koto Panjang kembali menambah bukaan pintu pelimpahan spill way gate akibat naiknya permukaan air secara siginifikan di waduk PLTA Koto Panjang, Ahad (9/12/2018).

Manajer Unit Layanan PLTA Koto Panjang Muhammad Rusdi dalam keterangannya, Ahad (9/12/2018) menjelaskan, dengan di tambahnya tinggi buka pintu pelimpah, maka outflow pintu pelimpah (spillway gate) sebesar 1085 m3/detik dan di tambah outflow turbin sebesar 349 m3/detik (total outflow 1434m3/detik) diprediksi akan berdampak naiknya tinggi muka air sungai kampar antara 50 - 80 centimeter dari saat sekarang.*(man)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Terdapat 34 Titik Kerusakan Jalan dari Rantau Berangin Sampai Batas Kampar-Rohul
- Diduga Akibat Api Kayu Bakar,
Satu Rumah Papan di Bengkalis Ludes Terbakar

- BLSDA Riau-Pemkab Kampar Teken MoU RPP Wisata Alam
- Antisipasi Tumbang, Sejumlah Dahan Pohon Tepian Jalan Telukkuantan Dipangkas
- BBKSDA Riau Giring Gajah Liar dari Peranap dan Kelayang
- Dinkes Bengkalis Hentikan Surveilans Ketat Cacar Monyet
- Api Kembali Berkobar, 3 Regu Damkar Mandau Berjibaku Padamkan Api


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com