Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 23 Maret 2019 21:10
Bupati Bengkalis Buka Turnamen Sepakbola Antar Pelajar di Duri

Sabtu, 23 Maret 2019 20:31
PJC Pekanbaru Semangati Wartawan Bengkalis Untuk Sajikan Berita Yang Santun dan Menarik

Sabtu, 23 Maret 2019 15:02
UKW PWI Riau 2019 Berjalan Sukses

Sabtu, 23 Maret 2019 14:57
2019, DAK Fisik dan ADD Kuansing Meningkat

Sabtu, 23 Maret 2019 11:10
Ternyata Asri Auzar Sudah Minta DPRD Riau Ganti Waka Dedet

Sabtu, 23 Maret 2019 06:52
Tinggal Pakaian di Badan, Rumah Warga Kubu Babussalam Rohil Terbakar

Jum’at, 22 Maret 2019 21:50
‎Buka MTQ XIX Kecamatan Rambah, Sekda Rohul Mengajak Masyarakat Bumikan Alqur'an

Jum’at, 22 Maret 2019 19:05
Program 100 Hari Kerja, Bupati Inhil Hadiri Pembukaan Operasi Katarak Gratis di RSUD Puri Husada

Jum’at, 22 Maret 2019 18:27
Gubri Resmikan Masjid Al Anshor, Wakaf Mantan Bupati Siak Arwis AS

Jum’at, 22 Maret 2019 17:35
Bengkalis Komit Tingkatkan Kapabilitas dan Kapasitas APIP


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 11 Desember 2018 10:50
Elevasi Menurun, Bukaan Pintu Pelimpahan PLTA Koto Panjang Dipertahankan

Tinggi permukaan air atau elevasi PLTA Koto Panjang menurun. Meski demikian bukaan air pelimpahan dipertahankan.

Riauterkini-BANGKINANG - Meski pagi ini elevasi waduk PLTA Koto Panjang  terpantau mengalami penurunan dibandingkan pagi Senin (10/12/2018) dan elevasi waduk masih diatas normal, namun pihak Manajemen Unit Layanan PLTA Koto Panjang memutuskan hari ini, Selasa (12/12/2018) untuk tetap mempertahankan tinggi buka pintu pelimpah (spillway gate) di 5 pintu x 150 centimeter.

Manajemen Unit Layanan PLTA Koto Panjang Muhammad Rusdi dalam rilis yang disampaikan kepada media,Selasa (12/12/2018) menyampaikan,  elevasi normal 82.50 mDPL, elevasi pagi ini  83.80 mDPL, inflow rata-rata 1404 m3/detik, outflow rata-rata1399 m3/detik.

Ia mengharapkan bagi masyarakat yang beraktifitas dan bertempat tinggal di sepanjang aliran Sungai Kampar untuk tetap berhati-hati dan terus waspada dengan masih tingginya elevasi sungai dan masih derasnya aliran sungai Kampar. 

“Mencegah atau mengawasi anak anak yang bermain di aliran yang deras," ungkap Rusdi.

Sementara itu, dari pantauan di beberapa desa, banjir masih menggenangi sejumlah pemukiman warga. Ketinggian air bervariasi, sebagian ada yang mencapai 1 meter. Salah satu daerah yang masih digenangi banjir adalah Desa Tanjung Rambutan, Kecamatan Kampar. 

Menurut salah seorang warga, Fadriansyah, ketinggian air masih sama dengan sore kemarin. "Tadi saya lewat di jalan itu setinggi pusar, kira-kira satu meterlah ada. Di sini daerah yang terisolir itu di Dusun IV. Kalau kita mau keluar terpaksa ganti baju lagi," katanya.

Dari pantauan, masih banyak desa yang cukup parah dihantam banjir akibat luapan Sungai Kampar diantaranya di Kecamatan Kampar, Kampar Utara, Rumbio Jaya, Kampa dan Tambang. Masyarakat sebagian telah mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan sebagian lagi masih bertahan di rumahnya masing-masing dan mengamankan barang-barang mereka ke tempat yang lebih tinggi di dalam rumah.(man)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Air Pasang, PKL Batu Enam Rohil Kocar-kacir Selamatkan Dagangan
- Chevron Sigap Bantu Kebakaran Lahan di Tanah Putih Tanjung Melawan Rohil
- Musim Kemarau, PDAM TD Duri Kekurangan Pasokan Air Baku
- Diguyur Hujan, Karhutla di Bengkalis Nyaris Padam Total
- Titik Api Kembali Muncul, Dewan Nilai Pemprov Riau Sedang 'Terlena'
- Peringati HPSN DLH,
Bupati Kuansing Serta Seluruh OPD Komitmen Gunakan Pemakaian Tombler

- Korban Sampan Terbalik Belum Ditemukan, Tim Sar Gabungan Lakukan Pencarian


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com