Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Kamis, 20 Juni 2019 14:15
Tak Kantongi IMB, Satpol PP Pekanbaru Segel Satu Bangunan di Jalan Sudirman

Kamis, 20 Juni 2019 14:09
Sharing tentang Pembahasan APBD Perubahan, DPRD Kota Solok Berkunjung ke Dewan Kuansing

Kamis, 20 Juni 2019 13:28
Dukcapil Bengkalis Komit Benahi Mutu Layanan

Kamis, 20 Juni 2019 13:18
Tersandung Berbagai Kasus, Sejumlah Kades di Pelalawan Dibayang-Bayangi Penjara

Kamis, 20 Juni 2019 13:00
HUT ke-235 Pekanbaru, Walikota Pimpin Aksi Bersih-bersih Sungai Siak

Kamis, 20 Juni 2019 12:48
Juli-Oktober Riau Diprediksi Panas Ekstrim, Pencegahan Dioptimalkan Hadapi Karhutla

Kamis, 20 Juni 2019 11:41
Bupati Kuansing Perintahkan Segera Tuntaskan Jalan Akses ke Pasar Modern

Kamis, 20 Juni 2019 10:48
HUT ke-73 Bhayangkara, Personil Polres Kuansing Gotong-royong Bersihkan Pasar

Kamis, 20 Juni 2019 10:43
Satu dari Dua Buronan 'Big Bos' PT MAL Sudah Dieksekusi Kajari Pelalawan

Kamis, 20 Juni 2019 10:06
Bawaslu Riau Hormati Proses Hukum Komisioner Bawaslu Inhu


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 11 Desember 2018 10:50
Elevasi Menurun, Bukaan Pintu Pelimpahan PLTA Koto Panjang Dipertahankan

Tinggi permukaan air atau elevasi PLTA Koto Panjang menurun. Meski demikian bukaan air pelimpahan dipertahankan.

Riauterkini-BANGKINANG - Meski pagi ini elevasi waduk PLTA Koto Panjang  terpantau mengalami penurunan dibandingkan pagi Senin (10/12/2018) dan elevasi waduk masih diatas normal, namun pihak Manajemen Unit Layanan PLTA Koto Panjang memutuskan hari ini, Selasa (12/12/2018) untuk tetap mempertahankan tinggi buka pintu pelimpah (spillway gate) di 5 pintu x 150 centimeter.

Manajemen Unit Layanan PLTA Koto Panjang Muhammad Rusdi dalam rilis yang disampaikan kepada media,Selasa (12/12/2018) menyampaikan,  elevasi normal 82.50 mDPL, elevasi pagi ini  83.80 mDPL, inflow rata-rata 1404 m3/detik, outflow rata-rata1399 m3/detik.

Ia mengharapkan bagi masyarakat yang beraktifitas dan bertempat tinggal di sepanjang aliran Sungai Kampar untuk tetap berhati-hati dan terus waspada dengan masih tingginya elevasi sungai dan masih derasnya aliran sungai Kampar. 

“Mencegah atau mengawasi anak anak yang bermain di aliran yang deras," ungkap Rusdi.

Sementara itu, dari pantauan di beberapa desa, banjir masih menggenangi sejumlah pemukiman warga. Ketinggian air bervariasi, sebagian ada yang mencapai 1 meter. Salah satu daerah yang masih digenangi banjir adalah Desa Tanjung Rambutan, Kecamatan Kampar. 

Menurut salah seorang warga, Fadriansyah, ketinggian air masih sama dengan sore kemarin. "Tadi saya lewat di jalan itu setinggi pusar, kira-kira satu meterlah ada. Di sini daerah yang terisolir itu di Dusun IV. Kalau kita mau keluar terpaksa ganti baju lagi," katanya.

Dari pantauan, masih banyak desa yang cukup parah dihantam banjir akibat luapan Sungai Kampar diantaranya di Kecamatan Kampar, Kampar Utara, Rumbio Jaya, Kampa dan Tambang. Masyarakat sebagian telah mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan sebagian lagi masih bertahan di rumahnya masing-masing dan mengamankan barang-barang mereka ke tempat yang lebih tinggi di dalam rumah.(man)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- HUT ke-235 Pekanbaru, Walikota Pimpin Aksi Bersih-bersih Sungai Siak
- Juli-Oktober Riau Diprediksi Panas Ekstrim, Pencegahan Dioptimalkan Hadapi Karhutla
- HUT 235 Pekanbaru, Gubri dan Walikota Bersama Ribuan Pegawai Bersiap Bersih-bersih Sungai Siak
- Sempena HUT Kodam I BB ke-69, Kodim 0314/Inhil Tanam Pohon Ekonomis
- Indro dan Rahman, Dua Gajah Terlatih Bertugas Tarik Simpati Kawanannya di TNTN
- Polisi Investigasi Dugaan Perambahan Hutan Kerumutan Oleh PT RIA
- Kembali, Pipa Minyak Mentah CPI di Bathin Solapan, Bengkalis Bocor


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com