Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 22 Januari 2019 06:48
Bupati Inhil Harapkan Pembangunan Desa Berjalan Maksimal

Senin, 21 Januari 2019 22:13
9.319 Siswa dan Santri di Kampar Terima Bantuan Kartu Indonesia Pintar

Senin, 21 Januari 2019 20:44
DPRD Riau Sebut Ada Indikasi Kecurangan Perusahaan Terhadap Pajak Air Permukaan

Senin, 21 Januari 2019 20:37
Pemko Pekanbaru Segera Bayarkan Insentif RT dan RW

Senin, 21 Januari 2019 20:34
Pemecatan 17 ASN Mantan Napi Tipikor Dilingkup Pemda Pelalawan Menunggu Eksekusi

Senin, 21 Januari 2019 20:29
Deputi KemenPAN-RB Kunjungi MPP Pekanbaru

Senin, 21 Januari 2019 20:25
Idris Laena Puji Kepemimpinan Sukarmis Selama Dua Periode

Senin, 21 Januari 2019 20:22
ISEI, Bank Indonesia dan Pemprov Gelar Bedah APBD Provinsi Riau 2019

Senin, 21 Januari 2019 18:23
Pemkab Rohul Tanda Tangani MoU Kasda Online dengan Bank Riau Kepri dan BPKP Riau

Senin, 21 Januari 2019 18:15
2019, SBT Targetkn 4000 Unit Mobil Suzuki Terjual di Riau


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 11 Desember 2018 10:50
Elevasi Menurun, Bukaan Pintu Pelimpahan PLTA Koto Panjang Dipertahankan

Tinggi permukaan air atau elevasi PLTA Koto Panjang menurun. Meski demikian bukaan air pelimpahan dipertahankan.

Riauterkini-BANGKINANG - Meski pagi ini elevasi waduk PLTA Koto Panjang  terpantau mengalami penurunan dibandingkan pagi Senin (10/12/2018) dan elevasi waduk masih diatas normal, namun pihak Manajemen Unit Layanan PLTA Koto Panjang memutuskan hari ini, Selasa (12/12/2018) untuk tetap mempertahankan tinggi buka pintu pelimpah (spillway gate) di 5 pintu x 150 centimeter.

Manajemen Unit Layanan PLTA Koto Panjang Muhammad Rusdi dalam rilis yang disampaikan kepada media,Selasa (12/12/2018) menyampaikan,  elevasi normal 82.50 mDPL, elevasi pagi ini  83.80 mDPL, inflow rata-rata 1404 m3/detik, outflow rata-rata1399 m3/detik.

Ia mengharapkan bagi masyarakat yang beraktifitas dan bertempat tinggal di sepanjang aliran Sungai Kampar untuk tetap berhati-hati dan terus waspada dengan masih tingginya elevasi sungai dan masih derasnya aliran sungai Kampar. 

“Mencegah atau mengawasi anak anak yang bermain di aliran yang deras," ungkap Rusdi.

Sementara itu, dari pantauan di beberapa desa, banjir masih menggenangi sejumlah pemukiman warga. Ketinggian air bervariasi, sebagian ada yang mencapai 1 meter. Salah satu daerah yang masih digenangi banjir adalah Desa Tanjung Rambutan, Kecamatan Kampar. 

Menurut salah seorang warga, Fadriansyah, ketinggian air masih sama dengan sore kemarin. "Tadi saya lewat di jalan itu setinggi pusar, kira-kira satu meterlah ada. Di sini daerah yang terisolir itu di Dusun IV. Kalau kita mau keluar terpaksa ganti baju lagi," katanya.

Dari pantauan, masih banyak desa yang cukup parah dihantam banjir akibat luapan Sungai Kampar diantaranya di Kecamatan Kampar, Kampar Utara, Rumbio Jaya, Kampa dan Tambang. Masyarakat sebagian telah mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan sebagian lagi masih bertahan di rumahnya masing-masing dan mengamankan barang-barang mereka ke tempat yang lebih tinggi di dalam rumah.(man)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Sepanjang 2019, BRG Targetkan Restorasi 143.000 Hektare Gambut Konsesi Perusahaan Riau
- Petani Muara Bungkal Sambut Program DMPA PT AA-SMF
- Buntut Pembunuhan Burung Enggang oleh Warga,
Pemuka Adat Minta BKSDA Sosialisasikan UU Hewan Dilindungi

- Masyarakat Bandar Alai, Kuansing Dambakan Perbaikan Jakan
- FERT RAPP Siap Antisipasi Karhutla Selama El Nino  
- Banjir Melanda, Sejumlah Desa di Dua Kecamatan di Kampar Terisolir
- RAPP Lakukan Penghijauan di Seluruh Kecamatan di Kuansing


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com