Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 20 Maret 2019 22:08
Lahan Gambut di Kawasan 7 Kecamatan Kembali Terbakar

Rabu, 20 Maret 2019 22:04
Bupati Kampar Tandatangani Zona Integritas di BPN Kampar

Rabu, 20 Maret 2019 21:15
Jelang Kampanye Terbuka, Bawaslu Bengkalis Ajak Kawal Pemilu

Rabu, 20 Maret 2019 20:48
Bupati Kuansing Berharap Sejumlah Usulan Musrenbang Bisa Menjadi Skala Prioritas Provinsi

Rabu, 20 Maret 2019 19:10
Paska Tujuh Tahanan Kabur, Proses Sidang di PN Pelalawan Berjalan Normal

Rabu, 20 Maret 2019 19:07
Peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut se-Dunia 2019, Ribuan Murid SD di Rohul Sikat Gigi Massal

Rabu, 20 Maret 2019 19:02
DPTb Diplenokan, Bawaslu Bengkalis Sampaikan 5 Poin Rekomendasi ke KPU

Rabu, 20 Maret 2019 18:57
Musrenbang 2020, Bupati Bengkalis Sebut Capaian RPJMD 2016-2021 Akan Dievaluasi

Rabu, 20 Maret 2019 18:32
PN Pasirpangaraian Canangkan Zona Integritas untuk Mewujudkan WBK WBBM

Rabu, 20 Maret 2019 18:26
Penyalaan Belum Normal, PLN Bengkalis Gesa Perbaikan Mesin Rusak


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 4 Januari 2019 12:17
Minim Ketersediaan Air,
Cegah Kebakaran Meluas, Polisi Gunakan Blok Sementara


Petugas terpaksa membuat blok sementara untuk mengisolasi api agar kebakaran tidak meluas. Hal ini dilakukan di Desa Mumugo, Rohil, akibat minimnya ketersediaan air.

Riauterkini- PEKANBARU - Sulitnya ketersediaan air di wilayah kebakaran lahan gambut yang terjadi di Desa Mumugo, kecamatan Tanah Putih, Rokan Hilir, membuat kepolisian Resor Rokan Hilir membuat blok sementara. Hal ini dilakukan sebagai pencegahan agar kebakaran tidak meluas.

Hal tersebut dijelaskan langsung oleh Kepala Polsek Tanah Putih, Kompol L Simatupang kepada riauterkini.com. "Sumber air sangat sulit, hari ini kita buat blok agar api tidak meluas. Besok kita baru akan buat sumur bor di lokasi," terangnya.

Lanjutnya, upaya pemadaman api yang hingga kini telah membakar 15 lahan gambut ini, pihaknya bekerjasama dengan TNI, Manggala Agni dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Selain membuat blok, pihaknya juga telah memasang garis polisi. "Tentu selama kita pasang garis polisi ini, lahan dalam penyelidikan dan pengolahan lahan juga belum dibenarkan," paparnya.

Dirincinya, lahan ini merupakan milik masyarakat yang saat kejadian, pemilik tidak berada di tempat tersebut. Namun, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala Desa setempat untuk mengetahui pemilik lahan tersebut.

Sebelumnya, dalam pemaparan kinerja akhir tahun Polda Riau, Senin (31/12) kemarin Kapolda Riau, Irjen Widodo Eko Prihastopo mengatakan jumlah kasus karhutla tahun 2018 dibanding 2017 meningkat sebanyak 8 kasus atau 38 persen. "2017 ada 21 kasus dengan 20 orang tersangka. Sedangkan 2018 ada 2019 kasus dengan 35 orang tersangka," katanya.

Seiring dengan itu, kenaikan juga terjadi dalam penyelesaian kasus tersebut. Kenaikan mencapai 33,3 persen atau sebanyak 7 kasus. Sementara 1 kasus masih dalam proses. *(rul)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Lahan Gambut di Kawasan 7 Kecamatan Kembali Terbakar
- Kodim 0314/Inhil Gelar Doa Bersama Minta Hujan
- Terpantau 5 Hotspot di Kabupaten Rohul Pekan Ini
- Janji Pemkab Rohil Pasang Papan Peringatan “Awas Banyak Buaya” Isapan Jempol Belaka
- Karlahut Meluas, Muncul 165 Titik Api di Riau
- Muncul 88 Hotspot di Riau, Satgas Upayakan Hujan Buatan
- Dumai Diselimuti Asap, Jarak Pandang Hanya 5 Km


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com