Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 22 Januari 2019 09:43
Perkosa Siswi SMP, Remaja 14 Tahun di Kampar Ditangkap

Selasa, 22 Januari 2019 09:20
Hasan Tua Jelang Pensiuan, Bupati Pelalawan Kesulitan Cari Pengganti Kadis PUPR

Selasa, 22 Januari 2019 09:13
Fitnah PWI Bengkalis Lewat Medsos, Simon Parlaungan Ditangkap di Duri

Selasa, 22 Januari 2019 06:48
Bupati Inhil Harapkan Pembangunan Desa Berjalan Maksimal

Senin, 21 Januari 2019 22:13
9.319 Siswa dan Santri di Kampar Terima Bantuan Kartu Indonesia Pintar

Senin, 21 Januari 2019 20:44
DPRD Riau Sebut Ada Indikasi Kecurangan Perusahaan Terhadap Pajak Air Permukaan

Senin, 21 Januari 2019 20:37
Pemko Pekanbaru Segera Bayarkan Insentif RT dan RW

Senin, 21 Januari 2019 20:34
Pemecatan 17 ASN Mantan Napi Tipikor Dilingkup Pemda Pelalawan Menunggu Eksekusi

Senin, 21 Januari 2019 20:29
Deputi KemenPAN-RB Kunjungi MPP Pekanbaru

Senin, 21 Januari 2019 20:25
Idris Laena Puji Kepemimpinan Sukarmis Selama Dua Periode


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 4 Januari 2019 12:17
Minim Ketersediaan Air,
Cegah Kebakaran Meluas, Polisi Gunakan Blok Sementara


Petugas terpaksa membuat blok sementara untuk mengisolasi api agar kebakaran tidak meluas. Hal ini dilakukan di Desa Mumugo, Rohil, akibat minimnya ketersediaan air.

Riauterkini- PEKANBARU - Sulitnya ketersediaan air di wilayah kebakaran lahan gambut yang terjadi di Desa Mumugo, kecamatan Tanah Putih, Rokan Hilir, membuat kepolisian Resor Rokan Hilir membuat blok sementara. Hal ini dilakukan sebagai pencegahan agar kebakaran tidak meluas.

Hal tersebut dijelaskan langsung oleh Kepala Polsek Tanah Putih, Kompol L Simatupang kepada riauterkini.com. "Sumber air sangat sulit, hari ini kita buat blok agar api tidak meluas. Besok kita baru akan buat sumur bor di lokasi," terangnya.

Lanjutnya, upaya pemadaman api yang hingga kini telah membakar 15 lahan gambut ini, pihaknya bekerjasama dengan TNI, Manggala Agni dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Selain membuat blok, pihaknya juga telah memasang garis polisi. "Tentu selama kita pasang garis polisi ini, lahan dalam penyelidikan dan pengolahan lahan juga belum dibenarkan," paparnya.

Dirincinya, lahan ini merupakan milik masyarakat yang saat kejadian, pemilik tidak berada di tempat tersebut. Namun, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala Desa setempat untuk mengetahui pemilik lahan tersebut.

Sebelumnya, dalam pemaparan kinerja akhir tahun Polda Riau, Senin (31/12) kemarin Kapolda Riau, Irjen Widodo Eko Prihastopo mengatakan jumlah kasus karhutla tahun 2018 dibanding 2017 meningkat sebanyak 8 kasus atau 38 persen. "2017 ada 21 kasus dengan 20 orang tersangka. Sedangkan 2018 ada 2019 kasus dengan 35 orang tersangka," katanya.

Seiring dengan itu, kenaikan juga terjadi dalam penyelesaian kasus tersebut. Kenaikan mencapai 33,3 persen atau sebanyak 7 kasus. Sementara 1 kasus masih dalam proses. *(rul)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Sepanjang 2019, BRG Targetkan Restorasi 143.000 Hektare Gambut Konsesi Perusahaan Riau
- Petani Muara Bungkal Sambut Program DMPA PT AA-SMF
- Buntut Pembunuhan Burung Enggang oleh Warga,
Pemuka Adat Minta BKSDA Sosialisasikan UU Hewan Dilindungi

- Masyarakat Bandar Alai, Kuansing Dambakan Perbaikan Jakan
- FERT RAPP Siap Antisipasi Karhutla Selama El Nino  
- Banjir Melanda, Sejumlah Desa di Dua Kecamatan di Kampar Terisolir
- RAPP Lakukan Penghijauan di Seluruh Kecamatan di Kuansing


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com