Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 22 Januari 2019 09:20
Hasan Tua Jelang Pensiuan, Bupati Pelalawan Kesulitan Cari Pengganti Kadis PUPR

Selasa, 22 Januari 2019 09:13
Fitnah PWI Bengkalis Lewat Medsos, Simon Parlaungan Ditangkap di Duri

Selasa, 22 Januari 2019 06:48
Bupati Inhil Harapkan Pembangunan Desa Berjalan Maksimal

Senin, 21 Januari 2019 22:13
9.319 Siswa dan Santri di Kampar Terima Bantuan Kartu Indonesia Pintar

Senin, 21 Januari 2019 20:44
DPRD Riau Sebut Ada Indikasi Kecurangan Perusahaan Terhadap Pajak Air Permukaan

Senin, 21 Januari 2019 20:37
Pemko Pekanbaru Segera Bayarkan Insentif RT dan RW

Senin, 21 Januari 2019 20:34
Pemecatan 17 ASN Mantan Napi Tipikor Dilingkup Pemda Pelalawan Menunggu Eksekusi

Senin, 21 Januari 2019 20:29
Deputi KemenPAN-RB Kunjungi MPP Pekanbaru

Senin, 21 Januari 2019 20:25
Idris Laena Puji Kepemimpinan Sukarmis Selama Dua Periode

Senin, 21 Januari 2019 20:22
ISEI, Bank Indonesia dan Pemprov Gelar Bedah APBD Provinsi Riau 2019


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 4 Januari 2019 12:25
7 Titik Panas dan 5 Titik Api Terpantau BMKG di Riau

BMKG Stasiun Pekanbaru menganalisa ada sekitar 7 titik panas di Riau. Tersebar di beberapa wilayah yang memang rentan terjadi karhutla saat jurangnya curah hujan.

Riauterkini - PEKANBARU - Hari ini Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menganalisa ada sekitar 7 titik panas di Riau. Ini tersebar di beberapa wilayah yang memang rentan terjadi karhutla saat jurangnya curah hujan.

Staf Analisa BMKG Pekanbaru, Bibin, Jum'at (04/01/18) merinci, 7 titik panas tersebut berhasil dideteksi di wilayah Dumai sebanyak 2 titik panas, Rokan Hilir ada 4 titik panas dan Rokan Hulu satu titik panas. "Titik keakuratan analisa kita terhadap titik panas ini diatas 50%," Katanya.

Selain titik panas, Jum'at pagi ini pihaknya juga berhasil menganalisa beberapa titik api yang tingkat kekuratannya di atas 70 persen. Bahkan untuk wilayah Rokan Hilir yang terpantau 3 titik api tingkat keakuratannya mencapai 93 persen. Ini tersebar di wilayah Tanah Putih tepatnya di desa Mumugo.

Dari data BPBD beberapa waktu lalu, luas lahan yang terbakar di wilayah ini mencapai 15 hektare yang merupakan lahan gambut. Bahkan hingga saat ini upaya pemadaman tengah dilakukan oleh tim gabungan Polri, TNI, dan Manggala Agni.

Sementara, titik api lainnya terpantau di wilayah Dumai sebanyak dua titik api. Untuk tingkat kepercayaan mencapai 83%.

"Kemunculan titik-titik api ini kita perkirakan akibat dari peralihan musim yang terjadi di wilayah tersebut memasuki Januari 2019 ini. Dan memang, wilayah pesisir Riau masih mendominasi. Sebab curah hujan di wilayah pesisir masih sangat kecil," tutupnya. *(rul)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Sepanjang 2019, BRG Targetkan Restorasi 143.000 Hektare Gambut Konsesi Perusahaan Riau
- Petani Muara Bungkal Sambut Program DMPA PT AA-SMF
- Buntut Pembunuhan Burung Enggang oleh Warga,
Pemuka Adat Minta BKSDA Sosialisasikan UU Hewan Dilindungi

- Masyarakat Bandar Alai, Kuansing Dambakan Perbaikan Jakan
- FERT RAPP Siap Antisipasi Karhutla Selama El Nino  
- Banjir Melanda, Sejumlah Desa di Dua Kecamatan di Kampar Terisolir
- RAPP Lakukan Penghijauan di Seluruh Kecamatan di Kuansing


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com