Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 16 Januari 2019 22:17
Pertanyakan Pengalihan Tahanan, Hakim Minta Tiga Dokter Terjerat Korupsi Pengadaan Alkes RSUD AA, Banyak Berdo'a

Rabu, 16 Januari 2019 21:34
Dipimpin Arsadianto Rachman, Relawan Bravo 5 se-Riau Resmi Dikukuhkan

Rabu, 16 Januari 2019 21:32
Divonis Hakim 7 Tahun, Seorang Terdakwa Kasus Narkoba Meraung-raung di PN Pelalawan

Rabu, 16 Januari 2019 20:42
Pengadilan Tipikor Sidangkan Lima Terdakwa Korupsi Pembangunan Drainase Pekanbaru

Rabu, 16 Januari 2019 20:35
Hakim Tolak Eksepsi Tiga Dokter Terjerat Korupsi Pengadaan Alkes RSUD AA

Rabu, 16 Januari 2019 19:20
Menko Maritim RI Panen Raya di Kampung Bungaraya, Siak

Rabu, 16 Januari 2019 19:12
Berkunjung Ke Teknopolitan, Bupati Harris Serahkan Proposal ke Menteri Luhut

Rabu, 16 Januari 2019 19:01
Begini Euforia Masyarakat Kampar Sambut Piala Adipura

Rabu, 16 Januari 2019 18:57
BPS: Kesejahteraan Petani Riau Menurun

Rabu, 16 Januari 2019 18:55
Luhut Panjaitan: Pelantikan Syamsuar 19 Februari


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 7 Januari 2019 19:18
BRG : 70 Persen Lahan Gambut Riau Sudah Direstorasi

BRG memastikan sudah merestorasi kawasan gambut di Riau seluas 77 ribu hektar. Jumlah itu adalah 70 persen dari fokus target restorasi hingga 2020.

Riauterkini-PEKANBARU-Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG), Nazier Foead Senin (7/1/19) mengatakan bahwa hingga 2018 lalu, BRG sudah merestorasi kawasan gambut Riau seluas 70 an persen. Yaitu sekitar 77 ribu hektar kawasan gambut Riau.

Menurutnya, 70 persen kawasan gambut yang direstorasi adalah dari jumlah target seluas 109 ribu hektar. Sisanya sebanyak 302 hektar akan dilakukan restorasi hingga 2020 mendatang.

"Dari total 800 ribu hektar kawasan gambut di Riau, BRG fokus pada 109 ribu hektar yang akan dilakukan restorasi hingga tahun 2020 mendatang. Dan hingga 2018 inj, kita sudah merestorasi kawasan gambut seluas 77 ribu hektar," terangnya.

  Pencapaian 70 persen tersebut menurut Nazir Foead sudah cukup baik karena baru mulai 2018 ikut proses restorasi gambut melibatkan pemerintah daerah melalui Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) Riau.

"Karena baru dilaksanakan mulai 2018 dengan skema swadaya melibatkan pemerintah daerah, pencapaian ini sudah cukup bagus," katanya. *(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Buntut Pembunuhan Burung Enggang oleh Warga,
Pemuka Adat Minta BKSDA Sosialisasikan UU Hewan Dilindungi

- Masyarakat Bandar Alai, Kuansing Dambakan Perbaikan Jakan
- FERT RAPP Siap Antisipasi Karhutla Selama El Nino  
- Banjir Melanda, Sejumlah Desa di Dua Kecamatan di Kampar Terisolir
- RAPP Lakukan Penghijauan di Seluruh Kecamatan di Kuansing
- Hingga Hari Ini, 108,5 Hektare Lahan di Riau Hangus Terbakar
- 2019, DLH Kuansing Perketat Pengawasan Limbah PKS


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com