Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Senin, 25 Maret 2019 10:45
Dihadiri Menkes RI, Wagubri Buka Rakerkesda 2019

Senin, 25 Maret 2019 09:46
Disertijabkan, Decymus Resmi Gantikan SitiAstiyah Pimoin BI Riau

Senin, 25 Maret 2019 09:01
Penjelasan Pemkab Rohil Soal Tersendatnya Misi Industri Hilir Bupati Suyatno

Senin, 25 Maret 2019 08:52
500 Rider Pacu Adrenalin Jelajahi Alam.Uwo Sungai Sirih, Kuansing

Senin, 25 Maret 2019 08:42
Bawa Pengusaha, Gubri Respon Curhatan Bupati Inhil Soal Kelapa Murah

Senin, 25 Maret 2019 08:31
Kebun Kurma KKI di Tepi PLTA Kotopanjang, Kampar Mulai Berbuah

Senin, 25 Maret 2019 07:50
Fenomena Equinox, Riau Lebih Hangat

Senin, 25 Maret 2019 07:40
Gala Dinner Bersama Gubri, Bupati Inhil Kupas Potensi dan Bonanza Perkelapaan di Masa Lalu

Senin, 25 Maret 2019 07:31
Misi Industri Hilir Suyatno-Djamiludin Belum Berjalan

Ahad, 24 Maret 2019 21:14
Audit Independen, Gubri Kunjungi RSUD Tengku Sulung Bermasalah di Inhil


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 7 Januari 2019 19:18
BRG : 70 Persen Lahan Gambut Riau Sudah Direstorasi

BRG memastikan sudah merestorasi kawasan gambut di Riau seluas 77 ribu hektar. Jumlah itu adalah 70 persen dari fokus target restorasi hingga 2020.

Riauterkini-PEKANBARU-Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG), Nazier Foead Senin (7/1/19) mengatakan bahwa hingga 2018 lalu, BRG sudah merestorasi kawasan gambut Riau seluas 70 an persen. Yaitu sekitar 77 ribu hektar kawasan gambut Riau.

Menurutnya, 70 persen kawasan gambut yang direstorasi adalah dari jumlah target seluas 109 ribu hektar. Sisanya sebanyak 302 hektar akan dilakukan restorasi hingga 2020 mendatang.

"Dari total 800 ribu hektar kawasan gambut di Riau, BRG fokus pada 109 ribu hektar yang akan dilakukan restorasi hingga tahun 2020 mendatang. Dan hingga 2018 inj, kita sudah merestorasi kawasan gambut seluas 77 ribu hektar," terangnya.

  Pencapaian 70 persen tersebut menurut Nazir Foead sudah cukup baik karena baru mulai 2018 ikut proses restorasi gambut melibatkan pemerintah daerah melalui Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) Riau.

"Karena baru dilaksanakan mulai 2018 dengan skema swadaya melibatkan pemerintah daerah, pencapaian ini sudah cukup bagus," katanya. *(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Fenomena Equinox, Riau Lebih Hangat
- Hama Walang Sangit Serbu Pemumiman Warga Rohil
- Air Pasang, PKL Batu Enam Rohil Kocar-kacir Selamatkan Dagangan
- Chevron Sigap Bantu Kebakaran Lahan di Tanah Putih Tanjung Melawan Rohil
- Musim Kemarau, PDAM TD Duri Kekurangan Pasokan Air Baku
- Diguyur Hujan, Karhutla di Bengkalis Nyaris Padam Total
- Titik Api Kembali Muncul, Dewan Nilai Pemprov Riau Sedang 'Terlena'


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com