Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Senin, 25 Maret 2019 10:45
Dihadiri Menkes RI, Wagubri Buka Rakerkesda 2019

Senin, 25 Maret 2019 09:46
Disertijabkan, Decymus Resmi Gantikan SitiAstiyah Pimoin BI Riau

Senin, 25 Maret 2019 09:01
Penjelasan Pemkab Rohil Soal Tersendatnya Misi Industri Hilir Bupati Suyatno

Senin, 25 Maret 2019 08:52
500 Rider Pacu Adrenalin Jelajahi Alam.Uwo Sungai Sirih, Kuansing

Senin, 25 Maret 2019 08:42
Bawa Pengusaha, Gubri Respon Curhatan Bupati Inhil Soal Kelapa Murah

Senin, 25 Maret 2019 08:31
Kebun Kurma KKI di Tepi PLTA Kotopanjang, Kampar Mulai Berbuah

Senin, 25 Maret 2019 07:50
Fenomena Equinox, Riau Lebih Hangat

Senin, 25 Maret 2019 07:40
Gala Dinner Bersama Gubri, Bupati Inhil Kupas Potensi dan Bonanza Perkelapaan di Masa Lalu

Senin, 25 Maret 2019 07:31
Misi Industri Hilir Suyatno-Djamiludin Belum Berjalan

Ahad, 24 Maret 2019 21:14
Audit Independen, Gubri Kunjungi RSUD Tengku Sulung Bermasalah di Inhil


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 10 Januari 2019 11:20
2019, DLH Kuansing Perketat Pengawasan Limbah PKS

Dinas Lingkungan Hidup Kuansing nertekad tingkatkan kinerja. Perketat awasi limbah PKS.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuantan Singingi, Tahun 2019  berkomitman untuk melakukan pengawasan terhadap limbah perusahaan PKS yang ada di Kuansing.

Demikian, disampaikan Plt. Kadis DLH Drs. Rustam, melalui Kabid Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (PPKLH) Aprimon, S. Kom, kepada riauterkini.com, Kamis (10/1/2019) pagi di Telukkuantan.

Menurut Aprimon, pengawasan khusus ini akan diberikan bagi perusahaan nakal yang limbahnya sering mencemari lingkungan, terutama Sungai yang berkaitan dengan keberlangsungan hajad hidup masyarakat banyak.

Pengawasan khusus ini, kata Aprimon, akan diberlakukan bagi 7 perusahaan PKS yang sering mengalami kebocoran limbah yakni PT. SUN, Cerenti Subur, SAR, Citra II, QIN, UKM dan GSL.

Untuk Tahun 2019, menurutnya, pengwasan akan dilakukan sebanyak 2 kali, meskipun anggaran yang ada hanya untuk sekali pemantauan di Tahun 2019.

"Ini komitmen kita di DLH meskipun dengan keterbatasan anggran yang ada. Namun kita tetap berupaya semaksimal mungkin akan melakukan pengawasan bagi limbah perusahaan ini," ungkapnya.

Langkah ini kata Aprimon, bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi investor dalam menjalankan usahanya di Kuansing. Begitu juga dengan keberadaan masyarakat tanpa mengabaikan lingkungan sekitar perusahaan.

Kemudian komitmen ini, kata Aprimon, juga berpedoman kepada data yang dikeluarkan BMKG bahwa Kuansing, diperkirakan hingga Maret mengalami intensitas curah hujan yang cukup tinggi, sehingga akan berdampak kepada penampung limbah yang bisa menyebakan kebocoran.

"Maka untuk mengantisipasi ini, kita lakukan pengawasan yang intensif nantinya," kata Aprimon.

Selain mengacu kepada Analisa BMKG pengawasan ini menurutnya, juga berpedoman kepada amanat UU No 32 Tahun 2009.

Melalui pedoman ini, kata Aprimon, selama Tahun 2018 DLH Kuansing, menangani 14 kasus pencemaran limbah yang dilanggar 7 perusahaan. Kasus ini bisa diselesaikan melalui mediasi oleh DLH.** (Jok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Fenomena Equinox, Riau Lebih Hangat
- Hama Walang Sangit Serbu Pemumiman Warga Rohil
- Air Pasang, PKL Batu Enam Rohil Kocar-kacir Selamatkan Dagangan
- Chevron Sigap Bantu Kebakaran Lahan di Tanah Putih Tanjung Melawan Rohil
- Musim Kemarau, PDAM TD Duri Kekurangan Pasokan Air Baku
- Diguyur Hujan, Karhutla di Bengkalis Nyaris Padam Total
- Titik Api Kembali Muncul, Dewan Nilai Pemprov Riau Sedang 'Terlena'


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com