Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 20 Maret 2019 11:27
Banyak Siaran Radio Malaysia Merembes di Rohil

Rabu, 20 Maret 2019 11:09
Pemkab Absen, DPRD Kuansing Tunda Hearing Bahas Prolegda

Rabu, 20 Maret 2019 09:32
Karlahut Meluas, Muncul 165 Titik Api di Riau

Rabu, 20 Maret 2019 08:44
Tiga Tertangkap, Polisi Buru Empat lagi Tahanan Kabur dari PN Pelalawan

Rabu, 20 Maret 2019 07:25
Dukung Pengembangan Wisata dan Budaya, Bupati Kampar Hadiri Visiting Our Own Home di Yogyakarta

Rabu, 20 Maret 2019 07:21
Kodim 0314 Inhil Bersama Insan Pers Gelar Senam dan Coffee Morning

Selasa, 19 Maret 2019 21:18
7 Tahanan Kejari Kabur di PN Pelalawan

Selasa, 19 Maret 2019 21:02
Pemkab Inhil Serahkan Bantuan Bagi Warga Sulteng Korban Bencana Gempa dan Tsunami

Selasa, 19 Maret 2019 19:04
Bahaya PTM, Puluhan Pedagang dan Warga di Bantan, Bengkalis Diperiksa Kesehatannya

Selasa, 19 Maret 2019 17:37
Sambut HUT Ke-21 Kementerian BUMN,
Pertamina Gelar Pangan dan Solar Non Subsidi Harga Khusus



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 10 Januari 2019 11:20
2019, DLH Kuansing Perketat Pengawasan Limbah PKS

Dinas Lingkungan Hidup Kuansing nertekad tingkatkan kinerja. Perketat awasi limbah PKS.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuantan Singingi, Tahun 2019  berkomitman untuk melakukan pengawasan terhadap limbah perusahaan PKS yang ada di Kuansing.

Demikian, disampaikan Plt. Kadis DLH Drs. Rustam, melalui Kabid Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (PPKLH) Aprimon, S. Kom, kepada riauterkini.com, Kamis (10/1/2019) pagi di Telukkuantan.

Menurut Aprimon, pengawasan khusus ini akan diberikan bagi perusahaan nakal yang limbahnya sering mencemari lingkungan, terutama Sungai yang berkaitan dengan keberlangsungan hajad hidup masyarakat banyak.

Pengawasan khusus ini, kata Aprimon, akan diberlakukan bagi 7 perusahaan PKS yang sering mengalami kebocoran limbah yakni PT. SUN, Cerenti Subur, SAR, Citra II, QIN, UKM dan GSL.

Untuk Tahun 2019, menurutnya, pengwasan akan dilakukan sebanyak 2 kali, meskipun anggaran yang ada hanya untuk sekali pemantauan di Tahun 2019.

"Ini komitmen kita di DLH meskipun dengan keterbatasan anggran yang ada. Namun kita tetap berupaya semaksimal mungkin akan melakukan pengawasan bagi limbah perusahaan ini," ungkapnya.

Langkah ini kata Aprimon, bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi investor dalam menjalankan usahanya di Kuansing. Begitu juga dengan keberadaan masyarakat tanpa mengabaikan lingkungan sekitar perusahaan.

Kemudian komitmen ini, kata Aprimon, juga berpedoman kepada data yang dikeluarkan BMKG bahwa Kuansing, diperkirakan hingga Maret mengalami intensitas curah hujan yang cukup tinggi, sehingga akan berdampak kepada penampung limbah yang bisa menyebakan kebocoran.

"Maka untuk mengantisipasi ini, kita lakukan pengawasan yang intensif nantinya," kata Aprimon.

Selain mengacu kepada Analisa BMKG pengawasan ini menurutnya, juga berpedoman kepada amanat UU No 32 Tahun 2009.

Melalui pedoman ini, kata Aprimon, selama Tahun 2018 DLH Kuansing, menangani 14 kasus pencemaran limbah yang dilanggar 7 perusahaan. Kasus ini bisa diselesaikan melalui mediasi oleh DLH.** (Jok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Karlahut Meluas, Muncul 165 Titik Api di Riau
- Muncul 88 Hotspot di Riau, Satgas Upayakan Hujan Buatan
- Dumai Diselimuti Asap, Jarak Pandang Hanya 5 Km
- Bupati Bengkalis Imbau Masyarakat Waspada Karhutla
- Sepanjang Maret 2019 DLH Kuansing Pastikan Limbah PKS Tidak Ada Masalah
- Cuaca Ekstrim Juni Sampai Agustus, Gubri Minta Antisipasi Karhutla Sejak Dini
- Disaksikan Bupati Kampar, Gubri dan Wagub Tanam Pohon di Buluh Cina


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com