Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Kamis, 27 Juni 2019 10:33
Desa Seberang Taluk jadi Desa Bersinar Bebas Narkoba 2019

Kamis, 27 Juni 2019 07:06
Status 133 Honorer Pemkab Bengkalis Lulus Seleksi P3K Pusat Belum Jelas

Kamis, 27 Juni 2019 06:57
IRMBK Duri Bengkalis Taja Halal bi Halal 

Kamis, 27 Juni 2019 06:49
Dugaan Suap KPPS oleh Caleg Terpilih Sekaligus Anggota DPRD Riau Diselidiki Polresta Pekanbaru

Rabu, 26 Juni 2019 21:09
DPRD Rohul Mulai Bahas LKPj Penggunaan APBD 2018 yang Diajukan Pemkab

Rabu, 26 Juni 2019 21:05
Aksi Penyelundupan Satwa Senilai Rp.1,4 Miliar Digagalkan

Rabu, 26 Juni 2019 21:03
Sehari, Polres Bengkalis Gulung 5 Pengedar Narkoba di 4 TKP

Rabu, 26 Juni 2019 19:28
Ketua Umum FKIJK Riau Diserahterimakan dari DR. Irvandi Gustari ke Wahyu Sulistiyono

Rabu, 26 Juni 2019 19:23
Produksi Minyak Block Rokan Menurun Sejak 2016

Rabu, 26 Juni 2019 19:00
Peringati HANI, Kampar Ingin Bebas dari Narkoba dan Miliki Rumah Sakit Rehabilitasi


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 10 Januari 2019 11:20
2019, DLH Kuansing Perketat Pengawasan Limbah PKS

Dinas Lingkungan Hidup Kuansing nertekad tingkatkan kinerja. Perketat awasi limbah PKS.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuantan Singingi, Tahun 2019  berkomitman untuk melakukan pengawasan terhadap limbah perusahaan PKS yang ada di Kuansing.

Demikian, disampaikan Plt. Kadis DLH Drs. Rustam, melalui Kabid Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (PPKLH) Aprimon, S. Kom, kepada riauterkini.com, Kamis (10/1/2019) pagi di Telukkuantan.

Menurut Aprimon, pengawasan khusus ini akan diberikan bagi perusahaan nakal yang limbahnya sering mencemari lingkungan, terutama Sungai yang berkaitan dengan keberlangsungan hajad hidup masyarakat banyak.

Pengawasan khusus ini, kata Aprimon, akan diberlakukan bagi 7 perusahaan PKS yang sering mengalami kebocoran limbah yakni PT. SUN, Cerenti Subur, SAR, Citra II, QIN, UKM dan GSL.

Untuk Tahun 2019, menurutnya, pengwasan akan dilakukan sebanyak 2 kali, meskipun anggaran yang ada hanya untuk sekali pemantauan di Tahun 2019.

"Ini komitmen kita di DLH meskipun dengan keterbatasan anggran yang ada. Namun kita tetap berupaya semaksimal mungkin akan melakukan pengawasan bagi limbah perusahaan ini," ungkapnya.

Langkah ini kata Aprimon, bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi investor dalam menjalankan usahanya di Kuansing. Begitu juga dengan keberadaan masyarakat tanpa mengabaikan lingkungan sekitar perusahaan.

Kemudian komitmen ini, kata Aprimon, juga berpedoman kepada data yang dikeluarkan BMKG bahwa Kuansing, diperkirakan hingga Maret mengalami intensitas curah hujan yang cukup tinggi, sehingga akan berdampak kepada penampung limbah yang bisa menyebakan kebocoran.

"Maka untuk mengantisipasi ini, kita lakukan pengawasan yang intensif nantinya," kata Aprimon.

Selain mengacu kepada Analisa BMKG pengawasan ini menurutnya, juga berpedoman kepada amanat UU No 32 Tahun 2009.

Melalui pedoman ini, kata Aprimon, selama Tahun 2018 DLH Kuansing, menangani 14 kasus pencemaran limbah yang dilanggar 7 perusahaan. Kasus ini bisa diselesaikan melalui mediasi oleh DLH.** (Jok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Aksi Penyelundupan Satwa Senilai Rp.1,4 Miliar Digagalkan
- ‎Kembali Gulirkan Program Desa Bebas Api, PT RAPP Bertekad 'Zonk-kan' Karhutla
- Warga Cerenti, Kuansing Resah, Kawanan Gajah Berkeliaran di Ladang
- Kawanan Gajah Rusak Tanaman Warga Cerenti, Kuansing
- Warga Cerenti, Kuansing Diserang Buaya Saat Wudhu di Sungai
- Pengembalian Lahan 2.800 Hektar dari PTPN V ke Masyarakat Senamanenek Hampir Final
- Cegah Debu, Dinas PUPR Kuansing Kerahkan Mobil Tangki Siram Jalan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com