Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 23 Pebruari 2019 17:17
Ilham Muhammad Yasir Didapuk Jadi Ketua KPU Riau

Sabtu, 23 Pebruari 2019 16:52
Bersama Korsupgah KPK RI.
Dirut Bank Riau Kepri Menjadi Narasumber Seminar Nasional di Solo


Sabtu, 23 Pebruari 2019 15:43
Banyak Kursi Kosong,
Deklarasi Sahabat Jokowi-Amin Riau Sepi


Sabtu, 23 Pebruari 2019 14:39
Jelang Pembukaan TMMD, Pabung Kasdim 0302 Inhu-Kuansing Tinjau Lokasi

Sabtu, 23 Pebruari 2019 13:48
Diserahterimakan, Drg Sri Sandono Mulyanto Resmi Jabat Plt RSUD Mandau

Sabtu, 23 Pebruari 2019 13:44
Sepanjang Beroperasi di Riau, 60 Persen Target BRG Tercapai

Sabtu, 23 Pebruari 2019 10:02
Penggerebekan Sindikat Narkoba di Bengkalis, Seorang Tewas dan Empat Ditangkap

Sabtu, 23 Pebruari 2019 07:30
Bupati Kuansing Minta OPD Tingkatkan Kinerja Demi Dongkrak Nilai SAKIP

Sabtu, 23 Pebruari 2019 07:24
Bupati Inhil Buka Perkemahan Pramuka Terpadu di Kempas

Sabtu, 23 Pebruari 2019 07:19
Sadis, Seorang Istri di Pelalawan Sembelih Suaminya Saat Tidur


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 5 Pebruari 2019 11:42
Uji Coba AeroHydro Culture Berpotensi Tingkatkan Hasil Sawit di Lahan Gambut

BRG uji cobakan teknik AeroHydro Culture di lahan gambut di Siak. Teknik ini diyakini mampu menjaga produktivitas tanaman.

Riauterkini - PEKANBARU - Salah satu teknik AeroHydro Culture yang cukup tepat dilakukan di lahan gambut Siak yakni, teknik yang dipaparkan langsung oleh Prof. Mitsuru Osaki yakni menagemen permukaan tanah pada lahan gambut.

Dalam praktik yang dilakukan langsung di lahan gambut Siak tepatnya di desa Koto Ringin , setelah sebelumnya dipaparkan dalam gelaran workshop di kantor Bupati Siak, Selasa (05/02/19), Mitsuru menjelaskan penting dan potensialnya mememegen permukaan tanah. Misalnya dalam pemberian pupuk pada tanaman sawit yang ditanam diatas lahan gambut.

"Biasanya, pemupukan dilakukan dengan cara langsubg menebarkan pupuk diatas lahan gambut. Dan ini kita nilai kurang tepat. Sebab hampir 80 persen pupuk tidak terserap sempurna. Sehingga sia-sia," katanya.

Lanjutnya, salah satu cara yang cukup potensial dalam hal pemupukan khususnya di lahan gambut, yakni pupuk atau kompos dan material lainnya diletakkan di sebuah wadah yang kemudian di simpan di permukaan tanah. Sehingga, akar dari tanaman tersebut akan naik dan menyerap nutrisi pupuk yang ditenpatkan dalam wadah-wadah tersebut.

Wadah ini juga menurut, Mitsuru meminimalisir jumlah pupuk yang terbawa oleh air. "Perkiraan jika pemupukan terlaksana secara maksimal, maka hasil diperkirakan akan meningkat hingga 2-3 kali lipat. Sekian itu, biaya perawatan juga tidak terbuang sia-sia," paparnya.

Tambahnya, teknik ini tidak hanya dapat diaplikasikan pada tanaman kelapa sawit di lahan gambut saja. Tapi juga dapat diaplikasikan pada komuditas lain, kecuali padi.

Sementara, untuk menjaga lahan gambut tetap aman dari amcamab kebakaran diperlukan tinggi muka air mencapai 40 cm. Namun, menurut profesor asal Universitas Hokaido Jepang ini justru 20-30 cm akan lebih bagus. Sebab, angka kebakaran lahan gambut akan lebih sedikit jika gambut dalam kondisi basah. Menurutnya ini juga bagus untuk lingkungan. ***(Rul)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Sepanjang Beroperasi di Riau, 60 Persen Target BRG Tercapai
- Moeldoko Kunjungi Kabupaten Siak, Riau Menjadi Atensi Penanggulangan Karhutla
- Pengunjung Selamat,
Kebakaran di Hotel Tasia Ratu Pekanbaru Berasal Dari Gudang Maintenance

- PT Sinarmas Terjunkan Helikopter Padamkan Karhutla di Bengkalis
- PT SMF Buat Taman di Okura Bersama Pemuda Setempat
- Dugaan Pencemaran Limbah di PKS PT MAN,
Ketua DPRD Rohul: Jika Terbukti, Kita Minta Operasional Perusahaan Dihentikan

- Hari Peduli Sampah Nasional 2019 , TNI dan Polri Kompak Bersih-bersih di Bangkinang


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com