Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 20 April 2019 19:14
Hilang Sebulan Seorang Kakek di Inhu Ditemukan Tinggal Tulang Belulang

Sabtu, 20 April 2019 18:17
Dua Tahanan Narkoba di Inhu Melarikan Diri

Sabtu, 20 April 2019 16:43
Gebyar Undian Service ke AHASS, Service Honda, Dapet Honda

Sabtu, 20 April 2019 16:42
PKS Riau Panen Kursi di Tiga Parlemen

Sabtu, 20 April 2019 14:21
DPC Partai Demokrat Dumai Dikabarkan Dapat 5 Kursi Legislatif

Sabtu, 20 April 2019 08:50
Bupati Inhil : RA Kartini Pioner Pejuang Kaum Perempuan

Sabtu, 20 April 2019 07:10
Bawaslu Riau Resmi Rokemendasikan 112 TPS PSU dan PSL

Jum’at, 19 April 2019 20:57
Catatan Rahman Rahim,
Riau Hijau, Solusi Permasalahan Lingkungan di Riau


Jum’at, 19 April 2019 20:41
Dari Tokyo ke Pekanbaru, UNIQLO Membuka Toko Pertama di Living World

Jum’at, 19 April 2019 16:31
Empat ABK Kapal BG Maju Tewas Terjebak di Bunker


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 5 Pebruari 2019 11:42
Uji Coba AeroHydro Culture Berpotensi Tingkatkan Hasil Sawit di Lahan Gambut

BRG uji cobakan teknik AeroHydro Culture di lahan gambut di Siak. Teknik ini diyakini mampu menjaga produktivitas tanaman.

Riauterkini - PEKANBARU - Salah satu teknik AeroHydro Culture yang cukup tepat dilakukan di lahan gambut Siak yakni, teknik yang dipaparkan langsung oleh Prof. Mitsuru Osaki yakni menagemen permukaan tanah pada lahan gambut.

Dalam praktik yang dilakukan langsung di lahan gambut Siak tepatnya di desa Koto Ringin , setelah sebelumnya dipaparkan dalam gelaran workshop di kantor Bupati Siak, Selasa (05/02/19), Mitsuru menjelaskan penting dan potensialnya mememegen permukaan tanah. Misalnya dalam pemberian pupuk pada tanaman sawit yang ditanam diatas lahan gambut.

"Biasanya, pemupukan dilakukan dengan cara langsubg menebarkan pupuk diatas lahan gambut. Dan ini kita nilai kurang tepat. Sebab hampir 80 persen pupuk tidak terserap sempurna. Sehingga sia-sia," katanya.

Lanjutnya, salah satu cara yang cukup potensial dalam hal pemupukan khususnya di lahan gambut, yakni pupuk atau kompos dan material lainnya diletakkan di sebuah wadah yang kemudian di simpan di permukaan tanah. Sehingga, akar dari tanaman tersebut akan naik dan menyerap nutrisi pupuk yang ditenpatkan dalam wadah-wadah tersebut.

Wadah ini juga menurut, Mitsuru meminimalisir jumlah pupuk yang terbawa oleh air. "Perkiraan jika pemupukan terlaksana secara maksimal, maka hasil diperkirakan akan meningkat hingga 2-3 kali lipat. Sekian itu, biaya perawatan juga tidak terbuang sia-sia," paparnya.

Tambahnya, teknik ini tidak hanya dapat diaplikasikan pada tanaman kelapa sawit di lahan gambut saja. Tapi juga dapat diaplikasikan pada komuditas lain, kecuali padi.

Sementara, untuk menjaga lahan gambut tetap aman dari amcamab kebakaran diperlukan tinggi muka air mencapai 40 cm. Namun, menurut profesor asal Universitas Hokaido Jepang ini justru 20-30 cm akan lebih bagus. Sebab, angka kebakaran lahan gambut akan lebih sedikit jika gambut dalam kondisi basah. Menurutnya ini juga bagus untuk lingkungan. ***(Rul)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Catatan Rahman Rahim,
Riau Hijau, Solusi Permasalahan Lingkungan di Riau

- Cegah Banjir, Dinas PUPR Kerahkan Pasukan Kuning Bersihkan Drainase
- Bocah 5 Tahun di Morong Inhu Diterkam Buaya
- Terpeleset ke Sungai, Bocah 5 Tahun di Inhu Diterkam Buaya
- Buaya Tangkapan Warga Dititip di Kasang Kulim
- Manfaatkan Lahan Marginal, Warga Kualu Nenas Panen Raya Semangka 30 Ton
- Tanggulangi Karhutla, Riau Ajukan Tambahan Helikopter


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com