Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Senin, 26 Agustus 2019 11:03
Rumah Panti Asuhan Sayang Omak di Bathin Solapan, Bengkalis Ludes Terbakar

Senin, 26 Agustus 2019 10:20
Kampus Jelang Ditutup, Mahasiswa AKN Bengkalis Juara Nasional Pasang Sepanduk Minta Perhatian Presiden di Pekanbaru

Senin, 26 Agustus 2019 08:22
Jadwal Penerbangan Normal, BMKG Pastikan Kabut Asap Kian Pekat

Senin, 26 Agustus 2019 08:00
Udara tak Sehat, Sekolah di Pekanbaru Diizinkan Liburkan Murid

Ahad, 25 Agustus 2019 21:23
Buat Limbago Tak Berkutik, Pahlawan Kuantan Juara FPJ 2019

Ahad, 25 Agustus 2019 16:49
Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat

Ahad, 25 Agustus 2019 16:46
Lahan di Bengkalis Kembali Terbakar

Ahad, 25 Agustus 2019 16:43
DPO Perkara Narkoba Ditangkap Polisi Rohul di Bengkalis, 300 Gram Ganja‎ Disita

Ahad, 25 Agustus 2019 16:36
Pansus Penyelenggara Pendidikan DPRD Bengkalis Sempurnakan Naskah Akademis

Ahad, 25 Agustus 2019 12:13
Tandingkan 10 Kelas, 108 Pembalap Berpacu Cepat di HDC 2019 Pekanbaru


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 5 Pebruari 2019 11:42
Uji Coba AeroHydro Culture Berpotensi Tingkatkan Hasil Sawit di Lahan Gambut

BRG uji cobakan teknik AeroHydro Culture di lahan gambut di Siak. Teknik ini diyakini mampu menjaga produktivitas tanaman.

Riauterkini - PEKANBARU - Salah satu teknik AeroHydro Culture yang cukup tepat dilakukan di lahan gambut Siak yakni, teknik yang dipaparkan langsung oleh Prof. Mitsuru Osaki yakni menagemen permukaan tanah pada lahan gambut.

Dalam praktik yang dilakukan langsung di lahan gambut Siak tepatnya di desa Koto Ringin , setelah sebelumnya dipaparkan dalam gelaran workshop di kantor Bupati Siak, Selasa (05/02/19), Mitsuru menjelaskan penting dan potensialnya mememegen permukaan tanah. Misalnya dalam pemberian pupuk pada tanaman sawit yang ditanam diatas lahan gambut.

"Biasanya, pemupukan dilakukan dengan cara langsubg menebarkan pupuk diatas lahan gambut. Dan ini kita nilai kurang tepat. Sebab hampir 80 persen pupuk tidak terserap sempurna. Sehingga sia-sia," katanya.

Lanjutnya, salah satu cara yang cukup potensial dalam hal pemupukan khususnya di lahan gambut, yakni pupuk atau kompos dan material lainnya diletakkan di sebuah wadah yang kemudian di simpan di permukaan tanah. Sehingga, akar dari tanaman tersebut akan naik dan menyerap nutrisi pupuk yang ditenpatkan dalam wadah-wadah tersebut.

Wadah ini juga menurut, Mitsuru meminimalisir jumlah pupuk yang terbawa oleh air. "Perkiraan jika pemupukan terlaksana secara maksimal, maka hasil diperkirakan akan meningkat hingga 2-3 kali lipat. Sekian itu, biaya perawatan juga tidak terbuang sia-sia," paparnya.

Tambahnya, teknik ini tidak hanya dapat diaplikasikan pada tanaman kelapa sawit di lahan gambut saja. Tapi juga dapat diaplikasikan pada komuditas lain, kecuali padi.

Sementara, untuk menjaga lahan gambut tetap aman dari amcamab kebakaran diperlukan tinggi muka air mencapai 40 cm. Namun, menurut profesor asal Universitas Hokaido Jepang ini justru 20-30 cm akan lebih bagus. Sebab, angka kebakaran lahan gambut akan lebih sedikit jika gambut dalam kondisi basah. Menurutnya ini juga bagus untuk lingkungan. ***(Rul)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Jadwal Penerbangan Normal, BMKG Pastikan Kabut Asap Kian Pekat
- Udara tak Sehat, Sekolah di Pekanbaru Diizinkan Liburkan Murid
- Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat
- Lahan di Bengkalis Kembali Terbakar
- Pasar Sungai Apit Terbakar Hanguskan Ruko dan Sarang Walet
- Kebakaran Lahan Meluas, Muncul 192 Titik Api di Riau
- Selain Jejak Harimau,
Ditemukan Pula Bangkai Monyet Hangus di Bekas Lahan Terbakar



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com