Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Kamis, 19 September 2019 17:13
Disebut karena Asap,
Ahli Forensik Dilibatkan untuk Pastikan Sebab Meninggal Pejabat BPKAD


Kamis, 19 September 2019 16:57
KPU Bengkalis Berharap Kepastian Turunnya Anggaran Sebelum Oktober

Kamis, 19 September 2019 16:50
Terus Bertambah, Polda Riau Tetapkan 56 Tersangka Karhutla

Kamis, 19 September 2019 16:16
DPP Golkar Restui Ferryandi sebagai Pimpinan DPRD Inhil

Kamis, 19 September 2019 15:58
Kehadiran Camat Mandau, Ringankan Beban Bayi Penderita Kelainan Pembuluh Darah

Kamis, 19 September 2019 15:55
Tolak Bantuan DKI, Kepala BPBD Riau Disebut tak Cerminkan Budaya Melayu

Kamis, 19 September 2019 15:09
DPMPTSP Siap Bantu Masyarakat Urus IMB Rumah Sederhana

Kamis, 19 September 2019 14:42
Peduli Korban Asap, Teratak Literasi Sediakan Buku Bacaan

Kamis, 19 September 2019 14:39
Diskes Riau Investigasi Bayi Meninggal Diduga Karena Terpapar Asap

Kamis, 19 September 2019 13:11
Kades Sako Pangean Ditangkap Tim Tipikor Polres Kuansing Tadi Malam


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 8 Pebruari 2019 08:33
Lewat Ceramah, Kepala BNPB Sarankan Kampanye Cegah Karlahut Secara Humanis

Sosialisasi cegah Karlahut harus terus dilakukan. Kepala BNPB sarankan dilakukan secara humanis. Bisa lewat ceramah agama.

Riauterkini - PEKANBARU - Langkah pencegahan Kebakaran Hutan Lahan (Karhutla) terbaik adalah pendekatan humanis kepada seluruh lapisan masyarakat.

Tindakan hukum tegas memang sangat diperlukan. Namun pendekatan emosional dengan melibatkan tokoh-tokoh masyarakat dan agama untuk menanamkan perlunya kesadaran agar tak membakar lahan jauh lebih penting.

Demikian dikatakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo saat memberikan wejangannya di Gedung Daerah terkait pencegahan dan penanggulangan Karhutla khususnya di Riau, Kamis (7/2/19) malam.

Karena itu, seluruh pihak berkepentingan di Riau diharapkan mampu memaksimalkan perannya baik dalam hal pencegahan mau pun pengendalian Karhutla. Baik itu penegak hukum, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau manggala agni, instansi pemerintahan terkait lainnya, sampai unsur-unsur yang ada di tingkat bawah kelurahan dan desa sebagai ujung tombak.

Doni bahkan sempat meminta peran ulama agar diikut sertakan dalam melakukan pencegahan Karhutla melalui khotbah atau ceramah-ceramah di mesjid terkait Karhutla.

"Kita inikan terutama kita di Riau mayoritas muslim, mari kita libatkan ulama-ulama kita. Saat ceramah atau khotbah sisipkan soal Karhutla ini. Tidak lama paling dua sampai tiga menit. Kalau semua terlibat Karhutla bisa kita cegah," ujar Doni.

Diakui Kepala BNPB, persoalan Karhutla yang terjadi di Indonesia termasuk Riau dalam beberapa tahun lalu sempat menjadi perhatian. Apalagi asap pekat dari Karhutla b eberapa kali sampai ke negara tetangga Singapura.

"Indonesia memang dikenal dengan daerah rawan bencana. Kita tahu kita tinggal di daerah pertemuan lempeng, hamparan gunung juga tersebar yang mana semua itu berpotensi menimbulkan gempa dan tsunami. Nah Riau, memang aman dari hal ini, di sini juga punya spespikasi bencana yang tak kalah mengkhawatirkan jika dibiarkan, Karhutla termasuk beberapa daerah lainnya juga seperti Kalimantan. Kerugian akibat Karhutka pada 2015 lalu mencapai Rp250 triliun lebih. Berapa kerugian ini yang harus ditanggung," ungkap Doni.

"Karena itu, agar keseimbangan alam tetap terjaga. Hutan-hutan tetap berperan sesuai fungsinya, maka maka tidak ada pilihan kita harus menjaga alam, kemudian setelah itu alam yang akan menjaga kita," harap Doni.

Hadir pada kesempatan ini Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim, Sekdaprov Riau Ahmad Syah Harofie, Danrem 031/WB, Danlanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru. Bupati/walikota, Kepala BPBD Riau Edward Sanger serta berbagai undangan lainnya.***(mok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Peduli Korban Asap, Teratak Literasi Sediakan Buku Bacaan
- KSOP Dumai Perpanjang Edaran Waspda Kabut Asap bagi Pelayaran
- Prihatin Kabut Asap, FAM Kuansing Bentang Poster dan Bagi Masker
- Warga Diminta Waspada 5 Penyakit Terdampak Kabut Asap
- Udara Tidak Sehat, BMKG Rilis Peringatan Dini Bahaya Asap Karlahut
- Bupati Kuansing Tinjau Upaya Pemadaman Karlahut
- KSKP Tembilahan Dirikan Posko Kesehatan dan Bagi-bagi Masker


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com