Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 25 Mei 2019 16:14
Kasat Lantas Cek Kesiapan Personel dan Kendaraan Dinas Jelang Idul Fitri 2019

Sabtu, 25 Mei 2019 16:09
Wisuda UIR Periode II Tahun 2019, Hermanto Duduki Pemuncak Tingkat Universitas

Sabtu, 25 Mei 2019 14:54
Nikmati 4Gpluskuat Saat Berbuka Puasa

Sabtu, 25 Mei 2019 14:02
Bupati Harapkan Program Listrik Desa di Inhil Dapat Digesa

Sabtu, 25 Mei 2019 13:11
Tanpa Dana Desa, Pembangunan Tak Kan Merata di Kuansing

Sabtu, 25 Mei 2019 13:08
Berbagi Kebahagiaan, PT Rifan Financindo Berjangka Pekanbaru Santuni Puluhan Anak Yatim

Sabtu, 25 Mei 2019 07:19
Bupati Kampar Lantik 11 Pejabat Eselon II

Jum’at, 24 Mei 2019 22:02
Imigrasi Bengkalis Santuni Anak Panti Asuhan

Jum’at, 24 Mei 2019 21:49
Pemkab Bengkalis Ingatkan Seluruh Perusahaan Segera Bayarkan THR

Jum’at, 24 Mei 2019 21:41
Buka Puasa Bersama Ramadhan, PT EDI Rohul Salurkan Bantuan dan Berbagi dengan Kaum Dhuafa


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 19 Pebruari 2019 14:53
Dukung Status Siaga Karhutla di Riau,
BPBD Ajukan Pengadaan Helikopter Water Boombing ke Pusat


Kepala BPBD Riau telah mengajukan pengadaan helikopter water boombing ke Pusat untuk menanggulangi karhutla yang sudah terjadi di beberapa daerah di Riau.

Riauterkini - PEKANBARU - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger sudah mulai mengajukan helikopter water boombing ke pemerintah pusat untuk melakukan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang sudah terjadi di beberapa daerah di Riau.

Langkah itu juga untuk mendukung dari ditetapkannya status siaga Karhutla, terhitung hari ini hingga 31 Oktober mendatang.

"Segera kita akan optimalkan mendapatkan bantuan mulai peralatan, helikopter, mau pun penampingan lain," kata Sanger, Selasa (19/2/19).

Berapa helikopter water boombing dibutuhkan, Sanger tidak merincikannya. Namun menurutnya, tergantung pusat dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di kepemimpinan Letjen TNI Doni Monardo.

"BNPB pasti punya kajian berapa luasan wilayah dan tingkat kesulitan Karhutla. Merekelah menentukan berapa helikopter yang akan diturunkan nanti," ungkap Sanger.

Ada titik terparah Karhutla saat ini terjadi di Bengkalis. Kemudian diikuti Dumai dan Meranti dengan total luasan wilayah yang terbakar mencapai 8.041 hektar.

Ada pun untuk penggunaan anggaran daerah, Sanger juga akan segera berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah (Sekdaprov) Riau Ahmad Hijazi kemungkinan penggunaan anggaran untuk penanggulangan Karhutla yang diambil dari pos dana tak terduga.*(mok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Akan Dibawa ke Malaysia, 77,4 Ribu Bibit Baby Lobster Diamankan Polairud Polda Riau
- Jalan Sei Pakning-Dumai Rusak Parah, Usulan Perbaikan PUPR Bengkalis Belum Direspon Pemprov Riau
- Tim BBKSDA Riau Musnahkan Sawit di GSK
- Madu Asli Masih Bisa Ditemukan di Kuansing
- Tim Verifikasi KLA Sambangi Pekanbaru, Walikota Expos Visi dan Misi Smart City Madani
- Restorasi Ekosistem Riau Sukses jaga Habitat Satwa Dilindungi
- RAPP Paparkan Kesuksesan RER, Lestarikan Kawasan Gambut dan Cegah Karlahut


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com