Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Kamis, 21 Maret 2019 17:58
Diguyur Hujan, Karhutla di Bengkalis Nyaris Padam Total

Kamis, 21 Maret 2019 17:55
Kerjasama Dinilai tak Menguntungkan, Anggota Koperasi Sawit Timur Jaya Kepenuhan Timur Gugat Perdata PT. AMR Rohul

Kamis, 21 Maret 2019 17:01
Apresiasi Keberadaan PT RAPP, Bupati Siak Ajak Warganya Dukung Keberadaan Investasi

Kamis, 21 Maret 2019 16:23
Titik Api Kembali Muncul, Dewan Nilai Pemprov Riau Sedang 'Terlena'

Kamis, 21 Maret 2019 16:20
BAZNas Bengkalis Hingga 'Curuk Kampung' Ajak Warga Berzakat

Kamis, 21 Maret 2019 15:46
Usulan Perampingan OPD, BP2D Nilai Tidak Begitu Penting

Kamis, 21 Maret 2019 15:38
Peringati HPSN DLH,
Bupati Kuansing Serta Seluruh OPD Komitmen Gunakan Pemakaian Tombler


Kamis, 21 Maret 2019 15:22
Tak Miliki IMB dan Sertifikat Halal, RM Saoenk Kito Pekanbaru Disegel

Kamis, 21 Maret 2019 15:20
Bhakti Kesehatan di Tambang, Wagubri Ajak Masyarakat Jaga Kekompakan

Kamis, 21 Maret 2019 15:17
Rampingkan OPD, Gubri Minta Dukungan DPRD


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 19 Pebruari 2019 14:53
Dukung Status Siaga Karhutla di Riau,
BPBD Ajukan Pengadaan Helikopter Water Boombing ke Pusat


Kepala BPBD Riau telah mengajukan pengadaan helikopter water boombing ke Pusat untuk menanggulangi karhutla yang sudah terjadi di beberapa daerah di Riau.

Riauterkini - PEKANBARU - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger sudah mulai mengajukan helikopter water boombing ke pemerintah pusat untuk melakukan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang sudah terjadi di beberapa daerah di Riau.

Langkah itu juga untuk mendukung dari ditetapkannya status siaga Karhutla, terhitung hari ini hingga 31 Oktober mendatang.

"Segera kita akan optimalkan mendapatkan bantuan mulai peralatan, helikopter, mau pun penampingan lain," kata Sanger, Selasa (19/2/19).

Berapa helikopter water boombing dibutuhkan, Sanger tidak merincikannya. Namun menurutnya, tergantung pusat dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di kepemimpinan Letjen TNI Doni Monardo.

"BNPB pasti punya kajian berapa luasan wilayah dan tingkat kesulitan Karhutla. Merekelah menentukan berapa helikopter yang akan diturunkan nanti," ungkap Sanger.

Ada titik terparah Karhutla saat ini terjadi di Bengkalis. Kemudian diikuti Dumai dan Meranti dengan total luasan wilayah yang terbakar mencapai 8.041 hektar.

Ada pun untuk penggunaan anggaran daerah, Sanger juga akan segera berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah (Sekdaprov) Riau Ahmad Hijazi kemungkinan penggunaan anggaran untuk penanggulangan Karhutla yang diambil dari pos dana tak terduga.*(mok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Diguyur Hujan, Karhutla di Bengkalis Nyaris Padam Total
- Titik Api Kembali Muncul, Dewan Nilai Pemprov Riau Sedang 'Terlena'
- Peringati HPSN DLH,
Bupati Kuansing Serta Seluruh OPD Komitmen Gunakan Pemakaian Tombler

- Korban Sampan Terbalik Belum Ditemukan, Tim Sar Gabungan Lakukan Pencarian
- Lahan Gambut di Kawasan 7 Kecamatan Kembali Terbakar
- Kodim 0314/Inhil Gelar Doa Bersama Minta Hujan
- Terpantau 5 Hotspot di Kabupaten Rohul Pekan Ini


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com