Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 23 Maret 2019 21:10
Bupati Bengkalis Buka Turnamen Sepakbola Antar Pelajar di Duri

Sabtu, 23 Maret 2019 20:31
PJC Pekanbaru Semangati Wartawan Bengkalis Untuk Sajikan Berita Yang Santun dan Menarik

Sabtu, 23 Maret 2019 15:02
UKW PWI Riau 2019 Berjalan Sukses

Sabtu, 23 Maret 2019 14:57
2019, DAK Fisik dan ADD Kuansing Meningkat

Sabtu, 23 Maret 2019 11:10
Ternyata Asri Auzar Sudah Minta DPRD Riau Ganti Waka Dedet

Sabtu, 23 Maret 2019 06:52
Tinggal Pakaian di Badan, Rumah Warga Kubu Babussalam Rohil Terbakar

Jum’at, 22 Maret 2019 21:50
‎Buka MTQ XIX Kecamatan Rambah, Sekda Rohul Mengajak Masyarakat Bumikan Alqur'an

Jum’at, 22 Maret 2019 19:05
Program 100 Hari Kerja, Bupati Inhil Hadiri Pembukaan Operasi Katarak Gratis di RSUD Puri Husada

Jum’at, 22 Maret 2019 18:27
Gubri Resmikan Masjid Al Anshor, Wakaf Mantan Bupati Siak Arwis AS

Jum’at, 22 Maret 2019 17:35
Bengkalis Komit Tingkatkan Kapabilitas dan Kapasitas APIP


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 19 Pebruari 2019 14:53
Dukung Status Siaga Karhutla di Riau,
BPBD Ajukan Pengadaan Helikopter Water Boombing ke Pusat


Kepala BPBD Riau telah mengajukan pengadaan helikopter water boombing ke Pusat untuk menanggulangi karhutla yang sudah terjadi di beberapa daerah di Riau.

Riauterkini - PEKANBARU - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger sudah mulai mengajukan helikopter water boombing ke pemerintah pusat untuk melakukan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang sudah terjadi di beberapa daerah di Riau.

Langkah itu juga untuk mendukung dari ditetapkannya status siaga Karhutla, terhitung hari ini hingga 31 Oktober mendatang.

"Segera kita akan optimalkan mendapatkan bantuan mulai peralatan, helikopter, mau pun penampingan lain," kata Sanger, Selasa (19/2/19).

Berapa helikopter water boombing dibutuhkan, Sanger tidak merincikannya. Namun menurutnya, tergantung pusat dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di kepemimpinan Letjen TNI Doni Monardo.

"BNPB pasti punya kajian berapa luasan wilayah dan tingkat kesulitan Karhutla. Merekelah menentukan berapa helikopter yang akan diturunkan nanti," ungkap Sanger.

Ada titik terparah Karhutla saat ini terjadi di Bengkalis. Kemudian diikuti Dumai dan Meranti dengan total luasan wilayah yang terbakar mencapai 8.041 hektar.

Ada pun untuk penggunaan anggaran daerah, Sanger juga akan segera berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah (Sekdaprov) Riau Ahmad Hijazi kemungkinan penggunaan anggaran untuk penanggulangan Karhutla yang diambil dari pos dana tak terduga.*(mok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Air Pasang, PKL Batu Enam Rohil Kocar-kacir Selamatkan Dagangan
- Chevron Sigap Bantu Kebakaran Lahan di Tanah Putih Tanjung Melawan Rohil
- Musim Kemarau, PDAM TD Duri Kekurangan Pasokan Air Baku
- Diguyur Hujan, Karhutla di Bengkalis Nyaris Padam Total
- Titik Api Kembali Muncul, Dewan Nilai Pemprov Riau Sedang 'Terlena'
- Peringati HPSN DLH,
Bupati Kuansing Serta Seluruh OPD Komitmen Gunakan Pemakaian Tombler

- Korban Sampan Terbalik Belum Ditemukan, Tim Sar Gabungan Lakukan Pencarian


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com