Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Ahad, 21 April 2019 10:54
Asia Farm Resmi Dibuka, Destinasi Wisata Penuh Edukasi di Pekanbaru

Ahad, 21 April 2019 10:12
Didiga Tewas Dianiaya Polisi, POSPERA Tuntut Pengusutan Kematian Warga Jake, Kuansing

Ahad, 21 April 2019 10:05
Bupati Mursini Wisuda Ribuan Murid TPA se-Kuansing

Ahad, 21 April 2019 10:02
Bawaslu Ingatkan Pidana Setahun Penjara tak Umumkan C1 di TPS

Ahad, 21 April 2019 06:42
Sekdakab dan Kadisparbud Rohul Hadiri Grand Opening Pasar Digital "Dangaoe-Dangaoe"

Sabtu, 20 April 2019 19:14
Hilang Sebulan Seorang Kakek di Inhu Ditemukan Tinggal Tulang Belulang

Sabtu, 20 April 2019 18:17
Dua Tahanan Narkoba di Inhu Melarikan Diri

Sabtu, 20 April 2019 16:43
Gebyar Undian Service ke AHASS, Service Honda, Dapet Honda

Sabtu, 20 April 2019 16:42
PKS Riau Panen Kursi di Tiga Parlemen

Sabtu, 20 April 2019 14:21
DPC Partai Demokrat Dumai Dikabarkan Dapat 5 Kursi Legislatif


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 18 Maret 2019 14:47
Sepanjang Maret 2019 DLH Kuansing Pastikan Limbah PKS Tidak Ada Masalah

Terhitung sejak awal Maret 2019 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuantan Singingi, memastikan limbah PKS di Kuansing, tidak bermasalah.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Terhitung sejak awal Maret 2019 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuantan Singingi, memastikan limbah PKS di Kuansing, tidak bermasalah.

DLH memastikan itu, karena selalu melakukan pemantauan terhadap sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Kuansing.

Kabid Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Aprimon, S. Kom, saat ditemui di ruang kerjanya, menyebutkan, setidaknya kata dia ada 32 PKS yang dipantau pihaknya. Dari jumlah ini, ada empat perusahaan yang mendapat pemantauan khusus.

"Empat PKS yang kita pantau tersebut adalah UKM, GSL, SUN dan PKS Citra. Terhitung sejak awal Maret lalu, limbahnya sudah tidak bermasalah lagi," ujar Aprimon, Senin (18/3/2019).

Sebelumnya kata Aprimon, ada beberaa limbah PKS yang bermasalah, karena dampak curah hujan yang cukup tinggi, sehingga berpengaruh terhadap kolam penampung limbah.

"Akibat hujan ini ada sebagian PKS limbahnya sampai meluber. Sebagian lagi ada yang mengalami ambrol, disebab kolam limbah yang belum permanen," jelasnya.

Namun, memasuki musim kemarau ini, menurutnya, tingkat pencemaran limbah akan terjadi penurunan atau tidak akan ada sama sekali. Meskipun demikian, pihaknya akan tetap melakukan pemantauan.

"Kita memastikan tidak adanya pencemaran, karena penanganan limbah PKS sudah ditangani pihak ketiga, yang digaet pihak PKS dengan sistim kontrak. Tapi bukan berarti itu terlepas dari pantauan kita," pungkasnya.** (Jok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Catatan Rahman Rahim,
Riau Hijau, Solusi Permasalahan Lingkungan di Riau

- Cegah Banjir, Dinas PUPR Kerahkan Pasukan Kuning Bersihkan Drainase
- Bocah 5 Tahun di Morong Inhu Diterkam Buaya
- Terpeleset ke Sungai, Bocah 5 Tahun di Inhu Diterkam Buaya
- Buaya Tangkapan Warga Dititip di Kasang Kulim
- Manfaatkan Lahan Marginal, Warga Kualu Nenas Panen Raya Semangka 30 Ton
- Tanggulangi Karhutla, Riau Ajukan Tambahan Helikopter


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com